Intelijen Iran Blak-blakan Ungkap Tujuan ‘Busuk’ AS dan Israel

2 months ago  ·  4 min read
By David Williams - dailynesia.com
iran-us-israel-war-1778032372543_169-2

Intelijen Iran Blak-blakan Ungkap Tujuan ‘Busuk’ AS dan Israel

Dailynesia.com – Jakarta, Kementerian Intelijen Iran mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel terus berusaha mencapai tujuan yang dianggapnya merusak Republik Islam Iran. Dalam pernyataan terbaru, mereka menyebutkan bahwa upaya ini dilakukan dengan metode yang tidak terlihat jelas, setelah langkah-langkah militer sebelumnya tidak berhasil. Dilansir dari AFP, kementerian menegaskan bahwa musuh mereka kini fokus pada strategi nonmiliter, yang mencakup serangan rahasia dan kampanye pengaruh global.

Tujuan Tersembunyi Kini Diungkap

Menurut laporan, keinginan AS dan Israel untuk menggulingkan pemerintahan Iran serta memecah belah bangsa itu kini dipertahankan melalui alat-alat intelijen. “Mereka masih mengejar tujuan menggulingkan dan memecah belah negara ini, yang awalnya diungkapkan secara terbuka dalam perang baru-baru ini,” kata pernyataan resmi yang dikutip Rabu (27/5/2026). Pernyataan tersebut menyoroti bahwa meski serangan militer gagal mencapai hasil yang diinginkan, strategi lainnya tetap diterapkan untuk merongrong stabilitas Iran.

“Musuh kini mengejar melalui cara lain tujuan menggulingkan dan memecah belah negara, yang secara terbuka mereka menyatakan di awal perang baru-baru ini namun gagal dicapai melalui serangan militer,”

Kementerian Intelijen Iran juga menyebutkan bahwa informasi yang diperoleh menunjukkan rencana AS dan Israel untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Hal ini termasuk upaya membatasi akses ke sumber daya alam dan menyusupkan kebijakan yang memperlemah daya beli rakyat. Selain itu, Iran menuduh adanya rencana penyelundupan massal senjata, amunisi, serta perangkat komunikasi rahasia, khususnya Starlink, yang digunakan untuk menyediakan akses internet melalui satelit.

Sejarah Konflik yang Berkelanjutan

Dalam pernyataannya, kementerian juga merujuk pada konflik berkelanjutan antara Iran dan Israel, yang berlangsung selama beberapa dekade. Konflik ini mencakup serangkaian operasi sabotase, termasuk serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dan pembunuhan ilmuwan penting. Meski pihak Iran dan Israel belum pernah terlibat dalam perang terbuka sebelumnya, mereka tetap saling mengancam dan menanamkan kebencian melalui aksi-aksi yang tersembunyi.

Dilansir dari AFP, konflik ini dianggap sebagai salah satu yang paling berdarah dalam sejarah hubungan antara dua negara yang bertahun-tahun saling memerangi. Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara ini memperkuat koordinasi untuk merusak kekuatan Iran, terutama melalui kegiatan intelijen dan operasi rahasia. Terlebih setelah perang 12 hari yang terjadi di tahun lalu, keduanya kembali berkolaborasi untuk mencegah Iran mencapai tujuan strategisnya.

Pengaruh Starlink pada Strategi Militer

Salah satu aspek yang menjadi sorotan dalam pernyataan kementerian adalah peran Starlink sebagai alat intelijen yang digunakan oleh AS dan Israel. Perangkat ini dianggap mampu membantu pengintaian terhadap kegiatan militer Iran, terutama dalam mengawasi komunikasi dan mengarahkan serangan dari luar. Iran menuduh bahwa Starlink dimanfaatkan untuk mengintai gerak-gerik pasukan mereka serta mengganggu sistem komunikasi pemerintah.

Kementerian Intelijen Iran juga menyoroti bahwa penyelundupan senjata dan amunisi tidak hanya terjadi melalui jalur darat atau laut, tetapi juga melalui udara. Mereka menyatakan bahwa AS dan Israel melakukan penyelundupan besar-besaran untuk menyuplai senjata ke pihak-pihak yang dianggap sebagai sekutinya di wilayah Timur Tengah. Selain itu, perangkat Starlink diklaim bisa berdampak pada keamanan informasi Iran, karena memungkinkan akses internet yang cepat dan aman di tengah situasi militer yang kritis.

Kerja Sama Tersembunyi di Balik Perang

Menurut kementerian, konflik antara Iran dan Israel bukan sekadar pertarungan di medan perang, tetapi juga perang psikologis dan ekonomi yang lebih luas. Mereka menegaskan bahwa tujuan utama AS dan Israel adalah mengisolasi Iran secara ekonomi dan politik, agar tidak mampu melanjutkan ambisi nuklirnya. Dengan menekan perekonomian, pihak AS dan Israel berharap mengurangi kemampuan Iran untuk mempertahankan kedaulatannya.

Kementerian juga menyebutkan bahwa penyelundupan senjata dan perangkat komunikasi ilegal merupakan bagian dari strategi yang terencana. Hal ini mencakup pengiriman senjata ke kelompok-kelompok teroris di Iran, yang kemudian digunakan untuk menyusup ke dalam struktur pemerintahan. Selain itu, perangkat Starlink dirancang untuk mempermudah komunikasi antara pasukan militer dan intelijen yang terlibat dalam operasi sabotase.

Kondisi Diplomasi dan Hubungan Internasional

Iran dan Israel memiliki hubungan diplomatik yang memburuk sejak kemenangan revolusioner tahun 1979. Kementerian Intelijen Iran menyatakan bahwa Iran tetap mempertahankan sikap anti-Israel, meskipun keduanya masih bekerja sama dalam beberapa aspek. Kementerian menekankan bahwa kebijakan luar negeri Iran fokus pada memperkuat aliansi dengan negara-negara Muslim lainnya, serta mengurangi ketergantungan pada sistem kekuasaan Barat.

Dalam pernyataannya, kementerian juga menyoroti bahwa rencana AS dan Israel untuk menggulingkan Iran berlangsung secara bertahap. Mereka menggunakan kombinasi tekanan politik, ekonomi, dan teknologi untuk menciptakan tekanan psikologis pada rakyat Iran. Selain itu, operasi penyelundupan yang dilakukan pihak asing disebut sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuatan Iran yang terus berkembang.

Kementerian Intelijen Iran berharap agar pihak AS dan Israel bisa ditekan secara internasional, terutama oleh negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Iran. Mereka menegaskan bahwa upaya untuk menggulingkan pemerintahan Iran bukan hanya bentuk kebencian terhadap kebijakan negara, tetapi juga strategi untuk mengubah arah kebijakan luar negeri Iran. Dengan memecah belah negara ini, AS dan Israel dianggap bisa mengendalikan wilayah Timur Tengah dan mengurangi pengaruh Iran di tingkat global.

MORE FROM THIS CATEGORY