Foto Satelit, Detik-Detik AS Luncurkan Gelombang Serangan Baru ke Iran

3 weeks ago  ·  2 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
komando-pusat-amerika-serikat-centcom-selaku-unit-militer-menyatakan-minggu-1272026-meluncurkan-serangan-baru-ke-iran-1783915116923_169

Special Plan: Detik-Detik AS Luncurkan Gelombang Serangan Baru ke Iran

Dailynesia.com – Di bawah rencana khusus yang dikenal sebagai Special Plan, pengambilan gambar satelit menunjukkan detik-detik serangan ketiga Amerika Serikat terhadap Iran, yang terjadi pada Minggu (12/7/2026). Proyektil militer terlihat menuju target yang lokasinya belum diungkapkan, menurut laporan Reuters dan Komando Pusat AS (CENTCOM). Serangan ini merupakan bagian dari upaya AS untuk memperkuat dominasi strategis di Timur Tengah.

Detail Serangan Ketiga AS ke Iran

Special Plan memperlihatkan koordinasi intensif antara Pentagon dan intelijen AS sebelum serangan dimulai. Menurut CENTCOM, operasi ini dijalankan berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Donald Trump, yang ingin menunjukkan kemampuan AS dalam membalas serangan Iran. Pada gelombang serangan sebelumnya, AS telah menargetkan sejumlah pangkalan militer dan fasilitas penting Iran, termasuk di wilayah utara dan timur.

Menurut analisis militer, serangan ketiga ini melibatkan penggunaan rudal jarak jauh dan drone untuk menghancurkan infrastruktur strategis Iran. Target utama termasuk pangkalan rudal, gudang amunisi, pusat komunikasi, serta titik pengawasan pantai. Pentagon menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menghambat kemampuan Iran dalam mengancam keamanan laut dan udara di wilayah Timur Tengah.

Analisis Target Serangan

Special Plan menekankan keakuratan target dalam serangan ini. Sumber dari CENTCOM mengungkapkan bahwa lokasi serangan dipilih berdasarkan data intelijen terkini, termasuk keberadaan pangkalan rudal yang dianggap menjadi ancaman terhadap kapal-kapal dagang internasional. Serangan tersebut dilakukan secara berselang-selang untuk memastikan efek kumulatif pada kemampuan operasional Iran.

Salah satu fokus utama dalam Special Plan adalah memecah rantai pasokan militer Iran. Dengan menargetkan gudang amunisi dan pusat komunikasi, AS berupaya mengurangi kemampuan Iran dalam mengatur operasi rudal dan drone. Selain itu, serangan ini juga bertujuan untuk menegaskan dominasi AS di wilayah kritis seperti Selat Hormuz, yang menjadi jalur perdagangan penting.

Respons Iran dan Tindakan Balasan

Setelah serangan AS, Iran langsung memberikan respons dengan menyerang basis militer AS di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Yordania, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Oman. Menurut laporan terkini, Iran menggunakan rudal jarak jauh dan drone untuk menghancurkan fasilitas militer AS, seiring dengan berlangsungnya eskalasi perang yang memasuki minggu ketiga.

Konflik terbaru antara AS dan Iran dimulai setelah Teheran menembak kapal-kapal dagang di Selat Hormuz, yang menjadi perhatian global. Iran mengumumkan rencana menutup jalur air strategis tersebut hingga ada kejelasan lebih lanjut. Pentagon mengkritik tindakan ini sebagai pelanggaran kesepakatan MoU yang ditandatangani bulan lalu, yang berupaya mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.

Dalam rangka memperkuat kebijakan militer, AS terus mengembangkan strategi Special Plan yang terintegrasi. Pemimpin militer AS menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk melindungi kepentingan strategis negara di Timur Tengah. Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa serangan balik akan terus dilakukan hingga AS berhenti menyerang.

MORE FROM THIS CATEGORY