Ekspor ke Australia Tembus Rp 7 T, Harga Pupuk Dalam Negeri Turun 20%

3 months ago  ·  2 min read
By William Moore - dailynesia.com
menteri-pertanian-andi-amran-sulaiman-melepas-ekspor-47250-ton-pupuk-urea-produksi-pt-pupuk-indonesia-melalui-pt-pupuk-kaliman-1778760338157_169

Special Plan: Ekspor ke Australia Tembus Rp 7 T, Harga Pupuk Dalam Negeri Turun 20%

Dailynesia.com – Dalam upaya meningkatkan daya saing industri pupuk nasional, Pemerintah Indonesia melalui Special Plan berhasil mencatatkan rekor ekspor urea ke Australia yang mencapai nilai hingga Rp7 triliun. Capaian ini sejalan dengan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen, yang memperkuat posisi tawar sektor pertanian dalam negeri. Pernyataan ini diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri acara pelepasan ekspor urea PT Pupuk Indonesia (Persero) di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (13/5/2026).

Langkah Strategis dalam Kemitraan dengan Australia

Ekspor urea ke Australia menjadi pilar utama dalam Special Plan yang memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertanian. Pernyataan Mentan Amran menyebutkan, ekspor perdana mencakup 47.250 ton urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar, dan target ekspor bertahap ditingkatkan hingga 250.000 ton serta 500.000 ton. “Kami terus mendorong ekspor pupuk sebagai bagian dari Special Plan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok,” jelasnya dalam keterangan tertulis Kamis (14/5/2026).

“Australia juga bangga dapat mendukung ketahanan pangan dan nilai tambah di Indonesia. Pupuk ini akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan. Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,”

kata Mentan Amran dalam pidato di acara pelepasan ekspor.

Proyeksi ekspor pupuk ini menjadi bukti keberhasilan Special Plan dalam mengoptimalkan sumber daya pertanian Indonesia. Kebijakan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk bersubsidi 20 persen tanpa menambah beban anggaran, serta meningkatkan volume pupuk subsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani. “Kami merasa bangga bahwa Special Plan mampu menciptakan efisiensi yang signifikan dalam distribusi pupuk,” tambahnya.

Dampak Ekonomi dan Kebijakan Global

Dengan adanya Special Plan, ekspor pupuk Indonesia tidak hanya meningkatkan penerimaan devisa tetapi juga menumbuhkan ekosistem industri yang lebih sehat. Pupuk Indonesia (Persero) menjadi pelaku utama dalam implementasi kebijakan ini, di mana pemerintah menjamin ketersediaan pasokan pupuk domestik sekaligus mendorong ekspor ke pasar internasional. “Program Special Plan mengubah paradigma sektor pupuk dari sekadar bahan baku menjadi strategi penguatan ekonomi nasional,” papar Mentan Amran.

Kebijakan deregulasi sebanyak 145 aturan lintas kementerian dalam Special Plan turut mempercepat distribusi pupuk ke petani. Sistem penyaluran disederhanakan melalui pola Kementan-PIHC-Gapoktan/Koperasi-Petani, sehingga pupuk bisa lebih cepat sampai ke lokasi penggunaan. Reformasi ini juga menghapus komponen inefisiensi seperti keuntungan bahan baku dan beban bunga bank, yang sebelumnya menjadi hambatan bagi pemenuhan kebutuhan pupuk rakyat.

“Kami percaya bahwa Special Plan akan menjadi penggerak utama dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di pasar pupuk global,”

ujar Mentan Amran dalam wawancara khusus dengan media. Ia menekankan bahwa ekspor ke Australia adalah bukti keberhasilan kebijakan ini dalam mengakomodasi kebutuhan pasar luar negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.

MORE FROM THIS CATEGORY