Potret Dokumen Epstein Dipamerkan di New York AS, Sebut Donald Trump
Dailynesia.com – Pameran yang berlangsung di New York, Amerika Serikat (AS), menampilkan seluruh berkas kasus Epstein dalam bentuk cetakan. Seluruh dokumen tersebut telah diunggah secara daring oleh Departemen Kehakiman AS beberapa waktu lalu, namun memicu kritik dari publik akibat penyensoran yang signifikan di dalamnya.
Dokumen kasus Epstein yang diungkapkan secara daring oleh Departemen Kehakiman AS beberapa waktu lalu telah memicu kritik masyarakat akibat penyensoran yang signifikan di dalamnya.
Pameran ini diselenggarakan oleh Institute of Primary Facts, sebuah kelompok advokasi transparansi AS. Semua berkas kasus Epstein ditampilkan dalam format cetakan, dengan total sekitar 3,5 juta halaman yang disusun seperti koleksi buku di perpustakaan.
Pameran yang digelar oleh kelompok advokasi transparansi AS Institute of Primary Facts ini menampilkan versi cetakan keseluruhan berkas kasus Epstein totalnya sekitar 3,5 juta halaman yang disusun pada rak seperti buku-buku di perpustakaan.
Perpustakaan yang menampilkan berkas-berkas kasus Epstein bernama “The Donald J Trump and Jeffrey Epstein Memorial Reading Room”. Nama Presiden AS Donald Trump sering muncul dalam dokumen tersebut, dengan catatan bahwa ia pernah memiliki hubungan dekat dengan mantan pemodal terkemuka AS Jeffrey Epstein.
Perpustakaan yang menampilkan berkas kasus Epstein itu diberi nama “The Donald J Trump and Jeffrey Epstein Memorial Reading Room”. Nama Presiden AS Donald Trump diketahui banyak muncul dalam dokumen kasus Epstein yang dirilis ke publik, dan dia diketahui sempat menjalin hubungan dekat dengan mantan pemodal terkemuka AS tersebut di masa lalu.
Dalam pameran tersebut, menurut Reuters Rabu (13/5/2026), semua dokumen kasus Epstein yang dirilis berdasarkan Undang-undang Transparansi Dokumen Epstein dijilid dalam 3.437 volume, semuanya diberi nomor dan disusun rapi di rak.
Dalam pameran tersebut, mengutip Reuters Rabu (13/5/2026), semua dokumen kasus Epstein yang dirilis berdasarkan Undang-undang Transparansi Dokumen Epstein dijilid dalam 3.437 volume, semuanya diberi nomor dan diatur di rak.
Untuk mengakses berkas-berkas tersebut, pengunjung harus mendaftar secara online di perpustakaan di Tribeca. Meski demikian, masyarakat umum tidak diperbolehkan melihat dokumen karena kesalahan Departemen Kehakiman AS dalam tidak menyunting nama beberapa korban yang disebut dalam berkas.
Mereka yang tertarik untuk melihat berkas-berkas tersebut di perpustakaan di Tribeca dapat melakukannya dengan mendaftar secara online. Namun, karena kesalahan Departemen Kehakiman AS dalam gagal menyunting nama beberapa korban yang disebut dalam dokumen tersebut, masyarakat umum tidak diizinkan untuk melihat berkas-berkas tersebut.
Pameran ini memberikan akses khusus bagi kalangan profesional, seperti jurnalis dan pengacara. Informasi tambahan juga menampilkan hubungan yang telah lama terjalin antara Trump dan Epstein, yang meninggal dalam tahanan federal AS pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks melibatkan anak-anak di bawah umur.

