Manggarai Mau Disulap KAI Jadi Setara SCBD

2 months ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
keterangan-pers-direktur-utama-pt-kereta-api-indonesia-jakarta-3-november-2025-1762159526247_169

Solving Problems: Manggarai Mau Disulap KAI Jadi Setara SCBD

Pengembangan Kawasan Stasiun Manggarai Sebagai Pusat Bisnis Baru

Dailynesia.com – Di Jakarta tengah menjadi fokus utama dalam upaya revitalisasi Stasiun Manggarai oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Proyek ini bertujuan mengubah area yang selama ini hanya berfungsi sebagai stasiun kereta menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang setara dengan Sudirman Central Business District (SCBD). Direktur Utama KAI, Boby Rasyidin, menyatakan bahwa transformasi ini akan menciptakan ruang publik yang lebih modern, serta memperkuat peran Manggarai sebagai kawasan strategis di kawasan timur Jakarta.

Proyek revitalisasi Manggarai dilakukan dalam konsep Transit Oriented Development (TOD) yang bertujuan menyelaraskan infrastruktur transportasi dengan fungsi kawasan sekitarnya. Menurut Boby, area seluas 62 hektare tersebut akan dikelola secara terpadu, meliputi apartemen, pusat perbelanjaan, dan area hiburan. “Kita memiliki lahan 62 hektare yang akan dirancang menjadi CBD Jakarta kedua, mirip SCBD,” kata Boby, seperti dikutip detikcom pada Sabtu (23/5/2026). Tujuan ini mencerminkan upaya KAI dalam mengatasi masalah keterbatasan ruang di pusat kota dan menciptakan pusat kegiatan yang lebih inklusif.

“Presiden Prabowo Subianto meminta agar kawasan ini dirancang secara komprehensif, termasuk fasilitas konvensi, hotel bintang lima, dan area rekreasi premium,” ujar Boby.

Boby menekankan bahwa pembangunan Manggarai tidak hanya menghadirkan ruang fisik yang modern, tetapi juga memecahkan tantangan pengembangan kawasan yang sebelumnya terbatas pada fungsi transportasi. Dengan pendekatan yang lebih holistik, proyek ini diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat sekitar dan pengembangan ekonomi daerah.

Strategi Pengembangan dalam 13 Bulan

Solving Problems dalam pembangunan Manggarai akan dilakukan secara bertahap. Fase pertama menargetkan pembangunan tiga menara di area 8.000 meter persegi, sementara fase kedua akan menambah delapan menara di lahan 1,6 hektare. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar 13 bulan, mulai dari Juli hingga Agustus 2026. Boby menjelaskan bahwa proyek ini dirancang untuk mendorong keberlanjutan, dengan penggunaan material ramah lingkungan dan desain yang responsif terhadap kebutuhan pengguna.

Di samping itu, KAI juga berupaya menyelesaikan masalah aksesibilitas dan fasilitas pendukung. Pemilihan lokasi Manggarai sebagai kawasan baru dianggap strategis karena terletak di jalur transportasi utama, baik melalui kereta api maupun jalan raya. Boby menyatakan bahwa kawasan ini akan menjadi titik kumpul yang efisien, mengurangi tekanan pada SCBD sebagai pusat bisnis utama. “Kita ingin mengubah cara orang memandang stasiun kereta, agar tidak hanya sebagai tempat menunggu, tetapi sebagai kawasan yang dinamis,” tutur Boby.

Kolaborasi dengan BTN untuk Mendukung Solusi

Kolaborasi dengan Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi bagian penting dari strategi KAI dalam mengatasi masalah pendanaan dan kebutuhan perumahan. Solusi ini bertujuan untuk memastikan aksesibilitas perumahan bagi masyarakat luas, termasuk keluarga yang berkembang. “Kita sudah mempertimbangkan agar unit ini bisa digunakan oleh keluarga yang berkembang,” kata Boby. Dengan kredit pemilikan rumah (KPR) yang ditawarkan BTN, apartemen yang dibangun diharapkan bisa mencapai ukuran lebih besar, mulai dari 45 hingga 54 meter persegi, sebagai bagian dari upaya Solving Problems dalam menyediakan hunian yang memadai.

Pendekatan kemitraan dengan BTN juga diharapkan membantu KAI dalam menyelesaikan tantangan infrastruktur. Boby menegaskan bahwa peran BTN tidak hanya terbatas pada pendanaan, tetapi juga dalam memastikan kualitas fasilitas yang dibangun. “Kami bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan, sekaligus memecahkan kesenjangan pengembangan kawasan,” jelasnya. Proyek ini menjadi contoh bagaimana Solving Problems dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang baik antar lembaga.

MORE FROM THIS CATEGORY