Kekayaan RI Dicuri, Prabowo: Saya Merasa Dihantam di Ulu Hati

4 weeks ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
presiden-prabowo-subianto-saat-menyampaikan-sambutan-dalam-puncak-peringatan-hari-koperasi-ke-79-tahun-2026-jakarta-minggu-127-1783843833715_169

Prabowo: Kekayaan Indonesia Terus Dicuri, Rasa Sedih Menghantam Hati

Dailynesia.com – Sebagai bagian dari solving problems dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemanfaatan sumber daya alam Indonesia yang dinilai tidak optimal. Dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta, ia menyampaikan bahwa bangsa ini masih memiliki potensi besar, tetapi kekayaan tersebut seringkali “dikuras” oleh pihak luar. “Saya merasa dihantam di ulu hati melihat kekayaan kita terus dibawa keluar negeri,” kata Prabowo Minggu (12/7/2026).

Analisis Pengurasan Sumber Daya Nasional

Dalam solving problems terkait kesejahteraan rakyat, Prabowo menyoroti efisiensi pengelolaan sumber daya alam yang masih kurang memadai. Menurutnya, banyak negara tetangga dan investor asing mengambil manfaat besar dari kekayaan Indonesia, termasuk minyak bumi, gas alam, dan tambang. “Kita sering menawarkan dagang dengan sikap ramah, tetapi ada pihak yang datang tanpa undangan dan justru menguras kekayaan kita secara besar-besaran,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa permasalahan ini tidak hanya berdampak pada perekonomian, tetapi juga mengancam identitas bangsa.

Kontribusi sumber daya alam terhadap perekonomian Indonesia memang signifikan, tetapi Prabowo menekankan perlunya pengawasan lebih ketat agar tidak terjadi kebocoran. “Jika kita tidak bisa memperbaiki cara mengelola kekayaan, maka permasalahan ini akan terus berlanjut,” katanya. Menurut data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, lebih dari 50% hasil ekspor minyak bumi dan gas alam dari tahun ke tahun berkurang karena ketergantungan pada investasi asing yang tidak selalu transparan.

Visioner dalam Solving Problems Kepemimpinan

Prabowo menekankan bahwa solving problems tidak hanya tentang pengelolaan sumber daya, tetapi juga visi kepemimpinan yang kuat. Ia menyoroti pentingnya kebijakan yang mampu menjawab tantangan jangka panjang, seperti ketimpangan ekonomi dan deindustrialisasi. “Kita harus memiliki ide besar agar bisa menghadapi masalah-masalah besar,” jelasnya. Visi ini mencakup kebijakan penghematan anggaran, peningkatan investasi dalam sektor lokal, dan pengaturan lebih ketat terhadap perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia.

Ia juga menyebutkan bahwa Indonesia memiliki kesempatan unik untuk menjadi negara yang mandiri dalam perekonomian. “Dengan cara yang tepat, kita bisa menyelesaikan masalah ini, bahkan menjadi contoh bagi negara lain,” tegas Prabowo. Menurutnya, permasalahan kekayaan yang terus dicuri bisa diatasi jika ada komitmen untuk mengembangkan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Dalam solving problems kebijakan ekonomi, Prabowo berjanji akan memperkuat koordinasi antarlembaga pemerintah untuk menjamin bahwa manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh rakyat. “Saya akan memimpin dengan pikiran dan gagasan besar, bukan hanya yang kecil-kecil,” katanya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam serta mengurangi ketergantungan pada ekspor yang tidak seimbang.

Prabowo juga menyoroti peran koperasi dalam solving problems pengelolaan kekayaan. Ia berharap koperasi bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat untuk memastikan sumber daya alam tidak hanya digunakan untuk keuntungan individu, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. “Koperasi adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kekayaan kita tetap berada di tangan rakyat,” tegasnya. Menurut laporan Bank Dunia, peran koperasi dalam perekonomian Indonesia sudah mampu menyerap lebih dari 30% tenaga kerja, tetapi masih perlu diperkuat.

Dalam kesimpulan, Prabowo mengingatkan bahwa solving problems dalam hal kekayaan nasional memerlukan tindakan kolektif dari semua pihak. “Kita harus saling mendukung, karena ini adalah masalah yang mengancam masa depan bangsa kita,” katanya. Ia menambahkan bahwa rasa sedih yang dihantam di ulu hati adalah motivasi untuk terus berupaya memperbaiki sistem pemerintahan dan ekonomi nasional. “Jika kita bersatu, maka kita bisa menyelesaikan semua ini,” pungkas Prabowo.

MORE FROM THIS CATEGORY