Soal Bursa Mineral, Prabowo: Kita Bangun Harga Referensi Indonesia!

6 days ago  ·  4 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
presiden-prabowo-subianto-saat-menyampaikan-pidato-dalam-rangka-penyampaiaan-ruu-apbn-2027-dan-nota-keuangan-di-gedung-nusanta-1786696252753_169-10

Prabowo Umumkan Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk Indonesia Reference Price

Dailynesia.com – Soal Bursa Mineral Prabowo, Presiden Prabowo Subianto resmi mengungkap langkah strategis dalam kebijakan ekspor satu pintu melalui pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Dalam pidato pada Rapat Paripurna DPR RI yang membahas RUU APBN 2027 serta Nota Keuangan, Presiden menegaskan bahwa lembaga ini akan beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan target mulai berjalan pada 1 Januari 2027.

Pengumuman tersebut disampaikan di Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026). Prabowo menyatakan bahwa diskusi bersama OJK telah menghasilkan kesepakatan untuk segera mendirikan bursa komoditas nasional yang akan menjadi tonggak baru dalam perdagangan komoditas Indonesia.

“Hari ini saya mengumumkan tahap lanjutan kebijakan ekspor satu pintu kita. Kita telah membahas bersama OJK bahwa kita ingin segera mendirikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis,” ujar Presiden Prabowo.

Membangun Indonesia Reference Price

Salah satu tujuan utama pembentukan bursa ini adalah menjadikan Indonesia sebagai penentu harga komoditas global. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang berasal dari dalam negeri, Indonesia akan membangun Indonesia Reference Price untuk komoditas-komoditas ekspor utama. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tawar Indonesia di pasar internasional.

“Dengan ini, kita akan membangun Indonesia Reference Price, harga referensi Indonesia, untuk komoditas-komoditas utama ekspor Indonesia,” tegasnya.

Prabowo menjelaskan bahwa bursa ini akan menciptakan pasar yang dalam, transparan, likuid, dan dipercaya oleh dunia internasional. Produsen, petani, eksportir, pembeli, serta investor akan bertemu dalam satu sistem terawasi dengan data transaksi yang lebih jelas dan ruang manipulasi yang semakin terbatas. Hal ini sejalan dengan visi Prabowo soal Bursa Mineral yang telah lama digaungkan.

Menolak Penentuan Harga di Luar Negeri

Presiden menyoroti masalah selama puluhan tahun di mana harga kekayaan alam Indonesia justru ditentukan di bursa komoditas luar negeri. Indonesia telah menjadi salah satu produsen terbesar dunia untuk kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan berbagai komoditas lainnya. Namun, nilai jualnya sering kali tidak mencerminkan potensi sebenarnya.

“Tetapi terlalu sering harga kekayaan yang keluar dari bumi dan keringat rakyat Indonesia justru ditentukan di luar negeri, di bursa komoditas luar negeri, dengan acuan yang tidak kita bentuk sendiri,” ungkapnya.

Prabowo mempertanyakan logika ekonomi di mana negara yang memiliki komoditas justru tidak menentukan harganya sendiri. Ia menyebut situasi ini tidak masuk akal dan meminta dukungan DPR untuk mengubahnya. Menurut Presiden, mekanisme ini harus segera diperbaiki agar Indonesia tidak lagi menjadi penentu harga bagi komoditasnya sendiri.

“Mereka yang tidak punya komoditasnya ini, masa mereka menentukan berapa harga itu. Ini tidak masuk akal. Saya tidak mengerti di mana diajarkan ilmu ekonomi ini. Kita yang punya barang, orang lain yang menentukan harganya. Saya bertanya kepada Wakil-Wakil Rakyat, apa kita teruskan situasi seperti ini?”

Komoditas Lebih Baik Disimpan di Tanah

Jika pembeli internasional tidak menyetujui harga yang ditetapkan dalam Bursa Mineral ini, Prabowo menegaskan bahwa komoditas lebih baik tetap berada di dalam tanah untuk generasi mendatang. Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi sumber daya alam Indonesia dari eksploitasi yang merugikan.

“Dan saya katakan di sini, saya yakin Saudara-Saudara mendukung saya. Kalau mereka tidak mau bayar dengan harga yang kita pasang, ya gak usah beli. Lebih baik komoditas itu, nikel itu, timah itu, emas itu, semua biar di tanah biar untuk anak-cucu kita. Batu bara kita, minyak kita, gas kita, biar di tanah,” lanjutnya.

Presiden juga mengakui bahwa mekanisme pasar harus tetap dipahami, di mana harga yang terlalu tinggi memang tidak masuk akal. Namun, yang terpenting adalah bursa tersebut berada di bumi Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat mengendalikan harga komoditasnya sendiri tanpa bergantung pada pasar luar negeri.

“Tapi tentunya kita juga mengerti mekanisme pasar, kalau harga terlalu tinggi itu gak masuk akal tapi yang penting bursanya ada di bumi RI,” imbuhnya.

Permintaan dukungan tersebut langsung disambut dengan gemuruh tepuk tangan dan standing applause dari anggota DPR RI. Prabowo juga menyebut bahwa “emak-emak” yang saat ini menguasai ekonomi Indonesia perlu berani mengubah keadaan yang selama ini merugikan. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal.

“Emak-emak susah payah membatik, orang lain yang menentukan harganya. Keadaan ini harus berani kita ubah. Saya minta dukungan Dewan Perwakilan Rakyat untuk kita ubah ini,” tegasnya.

FAQ: Soal Bursa Mineral Prabowo

Kapan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis akan beroperasi? Bursa ini ditargetkan mulai berjalan pada 1 Januari 2027 setelah melalui proses pembentukan dan pengesahan regulasi terkait.

Apa peran OJK dalam pembentukan bursa ini? OJK akan berperan sebagai pengawas operasional bursa untuk memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi keuangan.

Komoditas apa saja yang akan diperdagangkan di bursa ini? Komoditas utama yang akan diperdagangkan meliputi nikel, timah, batu bara, emas, minyak, gas, kelapa sawit, kopi, dan karet.

Bagaimana dampak bursa ini terhadap petani dan produsen lokal? Petani dan produsen lokal akan mendapatkan harga yang lebih adil karena penentuan harga tidak lagi bergantung pada bursa luar negeri.

Apakah ada rencana untuk memperluas bursa ini ke komoditas lain? Ya, pemerintah berencana untuk terus memperluas cakupan komoditas yang diperdagangkan sesuai dengan potensi alam Indonesia.

More from this category