Setoran Bea Cukai Balik Tumbuh di April 2026 – Purbaya Dapat Rp100,6 T

3 months ago  ·  2 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
926d47ce-ec03-4cf6-b5e7-8c58f5600b49-0

Setoran Bea Cukai Balik Tumbuh di April 2026, Purbaya Dapat Rp100,6 T

Dailynesia.com – Pada bulan April 2026, setoran bea cukai balik tumbuh positif, menandai perbaikan dari tren penurunan yang terjadi pada tiga bulan sebelumnya. Pendapatan yang tercatat mencapai Rp100,6 triliun, naik 0,6% dibandingkan realisasi setoran pada bulan sama tahun 2025 sebesar Rp67,9 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan kemajuan dalam aktivitas perdagangan internasional, baik dalam ekspor maupun impor, yang menjadi faktor utama peningkatan tersebut.

Analisis Kenaikan Pajak Hasil Produk

Peningkatan terbesar terjadi pada pajak hasil produk, yang meningkat 2,2% hingga mencapai Rp74,8 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan volume produksi rokok, salah satu sektor yang mendominasi pendapatan dari pajak produk. Dalam keterangan persnya di Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kenaikan ini mencerminkan perbaikan dalam kegiatan perdagangan, termasuk peningkatan permintaan terhadap barang-barang yang dikenai pajak.

“Setoran bea cukai balik tumbuh di April 2026 menunjukkan bahwa ekonomi kita sedang membaik, terutama dalam sektor perdagangan,” ujar Purbaya dalam acara konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta. Menurutnya, pertumbuhan ini juga mencerminkan kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menstimulasi aktivitas bisnis dan meningkatkan pendapatan negara.

Sementara itu, pendapatan dari bea masuk mengalami kenaikan signifikan sebesar 6,4%, mencapai Rp16,4 triliun. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan volume impor barang-barang yang mendesak, seperti bahan baku industri dan kebutuhan pemerintah untuk proyek pembangunan. Meski begitu, bea keluar masih mengalami penurunan hingga 17,5%, dengan realisasi pendapatan hanya Rp9,3 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Konteks Ekonomi dan Proyeksi Masa Depan

Kenaikan setoran bea cukai balik tumbuh di April 2026 terjadi di tengah situasi ekonomi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter dan stabilitas harga kecombran. Purbaya menyoroti bahwa peningkatan ini bukan hanya hasil dari pertumbuhan sektoral tertentu, tetapi juga refleksi dari peningkatan konsumsi masyarakat dan ekspor yang berkelanjutan. Dengan pertumbuhan ini, pemerintah berharap bisa mencapai target pendapatan tahunan yang lebih optimal.

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, pendapatan dari bea cukai pada bulan April 2026 juga memperlihatkan kecenderungan peningkatan di berbagai sektor. Selain pajak hasil produk dan bea masuk, peningkatan juga tercatat pada pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) yang mengalami kenaikan sebesar 1,2%. Namun, Purbaya menekankan bahwa keberhasilan peningkatan setoran bea cukai balik tumbuh di April 2026 masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak pasti.

Menyikapi pertumbuhan setoran bea cukai balik tumbuh di April 2026, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah sedang berupaya memperkuat kerja sama dengan pihak swasta dan pihak asing untuk menarik investasi dan meningkatkan ekspor. Langkah-langkah ini diharapkan dapat berdampak positif pada peningkatan pendapatan negara sepanjang tahun 2026, terutama dalam menghadapi ancaman inflasi dan tekanan dari kenaikan biaya produksi.

MORE FROM THIS CATEGORY