Rusia Kembali Serang Ukraina – Kyiv Dihujani Rudal Hipersonik

2 months ago  ·  4 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
96c0ebef-a074-4c4e-902a-48152d56803b-0

Rusia Kembali Serang Ukraina, Kyiv Dihujani Rudal Hipersonik

Penyerangan Besar-besaran di Ibu Kota Ukraina

Dailynesia.com – Pagi hari Minggu (24 Mei 2026), Rusia kembali melakukan penyerangan terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, dengan ratusan rudal dan drone. Serangan ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan membalas serangan pihak Ukraina di wilayah yang diduduki Rusia. Menurut laporan Reuters, sejumlah ledakan keras terdengar di Kyiv sepanjang dini hari, memicu kepanikan di kalangan warga. Kota Kyiv menjadi sasaran utama dalam operasi ini, dengan ratusan rudal yang dilepaskan dari arah barat dan utara. Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia menggunakan 600 drone serta 90 rudal dalam serangan tersebut. Jumlah ini mencerminkan skala serangan yang signifikan, dengan target utama di area pemerintahan dan sekitarnya.

Korban dan Kerusakan Infrastruktur

Menurut Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, dua orang tewas dan 56 lainnya terluka dalam serangan tersebut. Korban tewas diduga terjadi akibat ledakan rudal hipersonik yang menghantam bangunan-bangunan strategis. Kepala wilayah Kyiv di sekitarnya juga menyebutkan bahwa dua warga tewas di area pinggiran kota, sementara sembilan orang terluka. Ledakan yang terjadi di distrik pemerintahan Kyiv menyebabkan satu bangunan tempat tinggal bergetar dengan keras. Kebisingan dan api yang membara dari serangan rudal membuat banyak warga berlindung di stasiun metro bawah tanah. Seorang saksi mata, yang tidak menyebutkan nama, mengatakan, “Kami terkejut dengan kekuatan ledakan. Semua orang berlarian ke dalam bangunan untuk mencari perlindungan.”

Senjata Hipersonik Oreshnik dan Ancaman Baru

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap bahwa Rusia dalam serangan ini menggunakan rudal hipersonik Oreshnik, yang merupakan senjata canggih baru. Menurut Reuters, rudal ini memiliki kecepatan lebih dari 10 kali kecepatan suara, membuatnya sulit dihentikan oleh sistem pertahanan yang ada. “Rusia menunjukkan kemampuan teknologi yang sangat maju dalam serangan ini,” kata Zelensky dalam pernyataannya. Ini menjadi bukti bahwa Moskow terus mengembangkan senjata penghancur yang lebih efektif untuk menekan Ukraina. Rudal Oreshnik, yang dilaporkan bisa mencapai kecepatan hingga 9 Mach, memiliki kemampuan akurat dan kecepatan tinggi, yang membuatnya menjadi ancaman serius bagi infrastruktur vital.

Strategi dan Dampak Serangan

Serangan terhadap sebuah sekolah di Kyiv telah memicu kebakaran yang merusak bangunan tersebut. Sementara itu, serangan terhadap pusat bisnis menyebabkan sejumlah orang terjebak di tempat perlindungan. Kebakaran dan ledakan yang terjadi berdampingan, menciptakan situasi kritis bagi warga sipil. Dilansir dari Reuters, serangan ini bukan hanya menargetkan bangunan, tetapi juga mencoba mengganggu operasi keamanan dan logistik di kota tersebut. Menurut sumber dari Angkatan Udara Ukraina, ratusan rudal yang dilepaskan mengarah pada kawasan pemerintahan, tempat perbelanjaan, dan perumahan. “Kami mengalami serangan yang sangat intens, terutama di area utara dan barat kota,” jelas seorang pegawai militer yang mengenali detail kejadian.

Konteks dan Respons Internasional

Serangan ini terjadi dalam konteks perang yang berlangsung selama lebih dari tiga tahun. Sejak awal konflik, Rusia berupaya mengendalikan wilayah timur Ukraina, tetapi Kyiv tetap menjadi pusat perhatian karena strategisnya dalam konteks geopolitik. Zelensky menyebut bahwa penggunaan rudal hipersonik Oreshnik menunjukkan kemajuan teknologi Rusia dalam perang modern. “Ini adalah bukti bahwa Rusia terus meningkatkan kekuatan militer mereka, bahkan di tengah tekanan internasional,” kata Zelensky dalam wawancara khusus. Pernyataan ini dianggap sebagai peringatan kepada negara-negara pendukung Ukraina untuk tetap waspada. Selain itu, beberapa warga menyebutkan bahwa kondisi kota Kyiv kini semakin sulit. Mereka mengeluhkan kurangnya pasokan bahan bakar dan makanan akibat serangan yang memengaruhi jaringan transportasi. “Jalan-jalan utama terputus, dan tempat-tempat umum menjadi penuh kecemasan,” ungkap seorang warga yang tinggal di kawasan pemerintahan.

Tantangan dalam Pertahanan Ukraina

Angkatan udara Ukraina mengakui kesulitan dalam menghadapi rudal hipersonik Oreshnik. Teknologi ini tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih sulit dilacak dan dihentikan dibandingkan senjata konvensional. Seorang ahli pertahanan, yang tidak menyebutkan nama, menambahkan, “Rusia memperlihatkan kemampuan untuk menyasar target dengan presisi tinggi, yang merupakan langkah penting dalam mengubah dinamika perang.” Kebijakan pertahanan Ukraina kini menghadapi tantangan besar. Mereka perlu memperkuat sistem pengawasan dan antariksa, serta membangun pertahanan rudal yang lebih efektif. Beberapa ahli mengatakan bahwa penyerangan ini bisa menjadi peringatan bagi negara-negara lain yang terlibat dalam konflik global.

Respon dari Negara-Negara Pendukung

Konteks serangan ini juga menjadi fokus negara-negara pendukung Ukraina. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Jerman telah memberikan bantuan senjata dan logistik untuk menangkal serangan Rusia. Namun, dengan penggunaan rudal Oreshnik yang semakin canggih, kebutuhan akan senjata pertahanan tambahan meningkat. Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan mereka sedang bekerja sama dengan mitra internasional untuk mengembangkan sistem yang mampu melawan rudal hipersonik. “Kami membutuhkan waktu untuk memperbaiki infrastruktur pertahanan, tetapi akan terus berupaya menjamin keselamatan warga sipil,” kata seorang perwira dari Angkatan Udara Ukraina.

Kesimpulan dan Dampak Jangka Panjang

Serangan Rusia ke Kyiv pada Minggu (24 Mei 2026) menunjukkan pergeseran dalam strategi perang. Dengan menggabungkan drone dan rudal hipersonik, Moskow berusaha mengurangi risiko korban dari serangan udara yang lebih lama. Meskipun begitu, dampak dari serangan ini terasa jelas, baik secara langsung maupun melalui tekanan politik dan ekonomi. Perang di Ukraina kini berubah menjadi pertarungan teknologi tinggi, dengan Rusia dan Ukraina saling menguras sumber daya untuk mendapatkan keunggulan. Menurut laporan dari Reuters, belum ada senjata yang mampu sepenuhnya menghentikan rudal Oreshnik, sehingga ini menjadi ancaman yang terus mengintai. Kedua belah pihak menyadari bahwa perang ini belum berakhir. Meskipun Kyiv berhasil bertahan, serangan seperti ini akan terus menjadi bagian dari strategi Rusia untuk mengendalikan wilayah Ukraina. Pemimpin dunia perlu mengambil langkah lebih tegas untuk menegaskan dukungan terhadap Ukraina dan mengurangi dampak dari perang yang semakin rumit.

MORE FROM THIS CATEGORY