Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

RI Terjangkit Triple Defisit, Butuh Banyak Dana Segar dari Investor

Published August 14, 2026 · Updated August 14, 2026 · By Sandra Taylor - dailynesia.com

Foto : Sandra Taylor - dailynesia.com

Indonesia Hadapi Triple Defisit, Investor Asing Jadi Solusi Utama

Dailynesia.com – Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan ekonomi yang cukup kompleks, yaitu kondisi RI Terjangkit Triple Defisit Butuh banyak dana segar dari investor asing. Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro, situasi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama dalam menarik modal asing untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Tiga Defisit yang Harus Ditangani

Menurut Asmoro, situasi ekonomi Indonesia saat ini ditandai oleh tiga jenis defisit yang terjadi bersamaan. Pertama adalah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, defisit pada neraca transaksi berjalan. Ketiga, adanya kesenjangan antara tabungan dan investasi atau yang dikenal sebagai saving investment gap.

"Kita menghadapi situasi dimana terjadinya 3 defisit saat ini yaitu defisit APBN defisit, di sisi kemudian neraca transaksi berjalan dan, juga saving investment gap," ujar Asmoro dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Strategi Menarik Modal Asing

Untuk mengatasi permasalahan triple deficit tersebut, pemerintah memiliki strategi utama yaitu mengundang investor asing untuk menanamkan modal lebih besar di Indonesia. Kunci keberhasilan pendekatan ini terletak pada konsistensi dalam menciptakan dan menjaga kebijakan yang pro investor.

Cakupan investasi yang dibutuhkan tidak terbatas pada investasi riil saja. Investasi di pasar uang juga menjadi bagian penting dari solusi yang ditawarkan. Dari perspektif fiskal, kebutuhan pendanaan dari pihak asing cukup besar, terutama melalui pembelian surat utang negara atau bonds.

"Dari sisi kemudian fiskal defisitnya kan kebutuhan untuk financing dari asingnya juga besar untuk membeli bonds misalnya," ujar Asmoro.

Sementara itu, dari sisi neraca transaksi berjalan, Indonesia membutuhkan aliran dana asing dalam berbagai bentuk. Hal ini mencakup investasi di pasar saham (equity), pembelian bonds, serta direct investment.

"Terus juga kalau dilihat dari current account-nya kita membutuhkan foreign inflows di equity di pasar saham, di bonds dan juga kemudian di direct investment," ucap Asmoro.

Pertumbuhan Ekonomi sebagai Modal Kepercayaan

Indonesia telah memiliki satu keunggulan kompetitif untuk menarik aliran dana asing masuk ke dalam negeri, yaitu pertumbuhan ekonomi yang positif pada kuartal kedua. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada periode tersebut.

Pertumbuhan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, mengingat kondisi ekonomi global yang berpotensi melambat serta adanya risiko geopolitik yang masih perlu diwaspadai. Langkah-langkah awal yang telah dilakukan pemerintah dinilai dapat mendorong keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus membaik ke depannya.

"Kita lihat di sini pemerintah sudah kemudian melakukan sebagai langkah awal untuk mendorong keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi ini sudah mulai relatif lebih baik lagi ke depannya," imbuhnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Triple Defisit Indonesia

Apa itu triple deficit?

Triple deficit merujuk pada tiga kondisi defisit yang terjadi bersamaan dalam perekonomian, yaitu defisit APBN, defisit neraca transaksi berjalan, dan kesenjangan tabungan-investasi.

Bagaimana cara Indonesia mengatasi triple deficit?

Indonesia mengatasi triple deficit dengan menarik investor asing untuk menanamkan modal melalui berbagai instrumen seperti bonds, equity, dan direct investment.

Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif?

Ya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada kuartal kedua 2026, menjadi daya tarik bagi investor asing.

Berapa besar kebutuhan pendanaan dari investor asing?

Kebutuhan pendanaan dari investor asing cukup besar, terutama untuk membeli bonds dan mengisi defisit fiskal serta neraca transaksi berjalan.

Related Reading