RI Berlimpah Batu Bara, Tapi Hilirisasinya Belum Terealisasi

1 week ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
infografis-proyek-gasifikasi-ri_169

Indonesia Kaya Batu Bara, Namun Hilirisasi Masih Tertinggal

Dailynesia.com – Indonesia memiliki cadangan batu bara yang sangat melimpah, namun proses hilirisasi masih belum berjalan optimal. RI Berlimpah Batu Bara Tapi hilirisasinya belum sepenuhnya terealisasi hingga saat ini. Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyoroti lambatnya realisasi proyek gasifikasi batu bara di Tanah Air. Padahal, cadangan batu bara nasional tergolong sangat besar dan berpotensi menjadi tulang punggung energi nasional.

Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, membandingkan pemanfaatan batu bara Indonesia dengan negara lain seperti Tiongkok. Menurutnya, strategi harus diubah agar kekayaan alam tidak hanya menjadi energi primer atau komoditas ekspor mentah. Todotua menyampaikan bahwa hingga kini Indonesia belum pernah mencapai produksi gasifikasi sebesar satu ton, sebuah fakta yang cukup mengejutkan mengingat potensi yang dimiliki.

“Kita hari ini 1 ton gasifikasi aja belum pernah terjadi. Ini sangat lucu sih sebenarnya, kita sekarang punya planning untuk ke DME, tetapi kan sebenarnya kalau kita lihat cycle- nya itu, batu bara coal to synthetic gas, synthetic gas to coal synthetic methanol,”

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Mindialogue 2026 di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026. Todotua menjelaskan bahwa Tiongkok mengonsumsi 4,4 miliar ton batu bara setiap tahunnya, dengan sekitar 30 hingga 35 persen di antaranya diproses melalui gasifikasi. Sementara itu, Indonesia belum berhasil mengimplementasikan gasifikasi untuk menghasilkan produk turunan seperti metanol maupun Dimethyl Ether (DME).

Wakil Menteri tersebut menambahkan bahwa metanol umumnya berasal dari gas alam. Ia berharap percepatan pengembangan gas di Masela dapat terwujud. Namun, ia menegaskan bahwa batu bara juga memiliki potensi besar untuk digasifikasi. Oleh karena itu, pemerintah sangat mendukung konsep proposal dari PT Bukit Asam (PTBA) mengenai coal to synthetic gas. RI Berlimpah Batu Bara Tapi teknologi hilirisasi masih perlu dipercepat.

Hilirisasi batu bara dinilai sangat strategis untuk mengurangi beban impor energi nasional, khususnya metanol yang permintaannya terus meningkat. Dengan menguasai teknologi pengolahan secara mandiri, Indonesia diharapkan mampu mengendalikan struktur biaya konsumsi energinya sendiri. “Konteks paling utama kalau menurut saya, itu untuk kita menekan cost demand consume kita sendiri. Kenapa? Kalau kebanyakan kita impor, kontrol cost-nya itu ya bergantung kepada negara produsennya,” tandas Todotua.

Berdasarkan data Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2025 yang dirilis Kementerian ESDM, total cadangan batu bara Indonesia hingga Desember 2024 mencapai 31,95 miliar ton. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam pasar energi global jika mampu mengoptimalkan hilirisasi.

Proyek Hilirisasi Batu Bara Menuju DME

Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 29 April 2026, telah meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap II dengan total investasi Rp 116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah. Salah satu proyek yang diresmikan adalah hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Proyek ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan potensi batu bara Indonesia.

Proyek DME ini dikerjakan oleh tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Pertamina (Persero). Fasilitas ini akan mengolah 7 juta ton batu bara menjadi 1,4 juta ton DME, yang setara dengan 1 juta ton LPG per tahun. Hal ini berarti proyek hilirisasi batu bara menjadi DME akan berkontribusi pada pengurangan impor LPG sekitar 1 juta ton per tahun.

Selama ini, Indonesia memang masih mengimpor sekitar 1 juta ton LPG setiap tahunnya. Produk DME nantinya akan diserap oleh Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga. Fasilitas ini akan memanfaatkan batu bara kalori rendah atau low rank yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal, meskipun ketersediaannya di Indonesia cukup melimpah.

Frequently Asked Questions

Berapa total cadangan batu bara Indonesia hingga 2024? Berdasarkan data Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2025, total cadangan batu bara Indonesia mencapai 31,95 miliar ton hingga Desember 2024.

Apa itu DME dan bagaimana hubungannya dengan batu bara? DME (Dimethyl Ether) adalah produk turunan yang dapat dihasilkan dari gasifikasi batu bara. Satu ton DME setara dengan satu ton LPG, sehingga proyek ini membantu mengurangi impor LPG nasional.

Berapa investasi total proyek hilirisasi tahap II? Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi tahap II dengan total investasi sebesar Rp 116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah.

Mengapa Indonesia belum mencapai produksi gasifikasi satu ton? Menurut Wakil Menteri Todotua Pasaribu, Indonesia belum pernah mencapai produksi gasifikasi sebesar satu ton karena teknologi dan implementasi masih dalam tahap pengembangan, berbeda dengan Tiongkok yang sudah menggasifikasi 30-35 persen dari konsumsi batu bara tahunan mereka.

More from this category