Prabowo Target Bangun PLTS 30 Giga Watt Tahun Ini

1 week ago  ·  3 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
presiden-prabowo-subianto-saat-acara-pluncuran-motor-listriokm-nasional-molinas-pada-kamis-1382026-youtubesekretariat-presiden-1786608407543_169

Prabowo Target Bangun PLTS 30 Giga: Ambisi Besar Energi Terbarukan Indonesia 2026

Dailynesia.com – Indonesia sedang memasuki era baru dalam sektor energi terbarukan. Prabowo Target Bangun PLTS 30 Giga sebagai langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengumumkan rencana ambisius untuk membangun kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Giga Watt (GW) dalam jangka waktu empat tahun ke depan. Target ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mempercepat transisi menuju energi bersih.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Presiden Prabowo saat menghadiri acara Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Cikarang, Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa tahun ini menjadi tahun krusial dengan target spesifik pembangunan PLTS sebesar 30 Giga Watt. Angka ini merupakan fondasi awal dari rencana jangka panjang yang lebih besar untuk transformasi energi nasional.

“Kita akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 gw dan ini harus kita laksanakan dalam 4 tahun tapi tahun ini saja target kita adalah 30 Giga Watt tahun ini saja,” terang Prabowo di hadapan para pelaku industri dan media.

Strategi Penghapusan Pembangkit Diesel

Sejalan dengan ekspansi PLTS, pemerintah juga menetapkan strategi untuk mengurangi penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Presiden Prabowo secara khusus meminta PT PLN (Persero) untuk mulai meninggalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang saat ini memiliki kapasitas sekitar 13 GW. Langkah ini dinilai penting untuk menurunkan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan nasional.

“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel, kurang lebih 13 GW. Harus segera kita tinggalkan, dan sumber energi lainnya ternyata sungguh sangat banyak, sungguh sangat banyak,” tegas Presiden Prabowo dengan penekanan pada potensi energi terbarukan yang belum tergarap optimal.

Pemanfaatan Lahan Jalur Tol untuk PLTS

Salah satu inovasi dalam rencana pembangunan PLTS adalah pemanfaatan lahan di sepanjang jalur tol. Tri Winarno, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa fase awal pengembangan PLTS 100 GW akan berfokus pada kawasan Jalan Tol Bali Mandara di Bali. Pemerintah berencana memanfaatkan lahan di sisi jalan tol tersebut sebagai area pemasangan panel surya yang efisien.

Selain Bali, proyek serupa juga direncanakan di sepanjang Jalan Tol Sedyatmo yang menghubungkan Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tidak berhenti di dua lokasi tersebut, pemerintah kini mulai menelaah potensi pembangunan PLTS di sepanjang Tol Trans-Jawa yang membentang dari Anyer hingga Banyuwangi. Pendekatan ini dinilai dapat mengoptimalkan penggunaan lahan tanpa memerlukan konversi lahan pertanian atau permukiman.

“Nah nanti pengembangan ke depan coba kemarin kita minta untuk exercise kalau sepanjang tol Jawa itu ada kira-kira dapat berapa sih gitu biar kita green-lah,” kata Tri Winarno mengenai studi kelayakan yang sedang dilakukan.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Target pembangunan PLTS 30 Giga pada tahun ini diharapkan dapat memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun lingkungan. Dari sisi ekonomi, proyek ini akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor konstruksi, instalasi, dan pemeliharaan panel surya. Sementara itu, dari aspek lingkungan, pengurangan penggunaan diesel akan menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Pemerintah juga sedang mempertimbangkan insentif bagi investor swasta yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan PLTS. Hal ini bertujuan untuk mempercepat realisasi proyek dan memastikan bahwa target 100 GW dapat tercapai sesuai jadwal yang ditetapkan. Kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan program ini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Target PLTS Prabowo

Berapa total target pembangunan PLTS dalam empat tahun? Total target pembangunan PLTS adalah 100 Giga Watt (GW) yang harus rampung dalam kurun waktu empat tahun hingga 2030.

Apa target pembangunan PLTS untuk tahun 2026? Untuk tahun 2026, target spesifik pembangunan PLTS adalah 30 Giga Watt sebagai fondasi awal dari rencana jangka panjang.

Lokasi apa saja yang menjadi prioritas pembangunan PLTS? Lokasi prioritas meliputi Jalan Tol Bali Mandara, Jalan Tol Sedyatmo, dan rencana pengembangan di sepanjang Tol Trans-Jawa.

Berapa kapasitas PLTD yang akan ditinggalkan? Pemerintah menargetkan penghapusan bertahap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas sekitar 13 GW.

Siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek PLTS? PT PLN (Persero) sebagai operator utama kelistrikan nasional, bersama Kementerian ESDM, bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek ini.

Dengan target yang jelas dan strategi yang terukur, Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pemimpin regional dalam pemanfaatan energi surya. Prabowo Target Bangun PLTS 30 Giga bukan hanya sekadar angka, melainkan langkah nyata menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

More from this category