Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Bangga RI Jadi Ekonomi Terbesar ke-7 Dunia, Ini Pesannya

Published October 22, 2026 · Updated October 22, 2026 · By Anthony Johnson - dailynesia.com

Foto : Anthony Johnson - dailynesia.com

Indonesia Masuk Tujuh Besar Ekonomi Dunia Berdasarkan PPP

Dailynesia.com – Presiden Prabowo Subianto menilai posisi Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia perlu menjadi dorongan bagi bangsa untuk semakin percaya pada kekuatannya sendiri. Dalam ukuran paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP), Indonesia kini berada di peringkat ketujuh dunia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Kamis (22/10/2026). Ia merujuk pada daftar ekonomi dunia yang diterbitkan Dana Moneter Internasional (IMF).

“Jadi ini sebagai pemimpin kita waspada, tapi yang saya tekankan adalah kita harus sekarang punya rasa percaya diri, bahwa kita bangsa yang kaya, bangsa yang besar. Baru saja IMF mengeluarkan daftar urutan ekonomi terbesar di dunia dari PPP,” ujar Prabowo.

Capaian tersebut menggambarkan besarnya kemampuan belanja riil yang ditopang oleh perekonomian Indonesia. Dalam pengukuran PPP, nilai ekonomi suatu negara dihitung dengan mempertimbangkan perbedaan harga barang dan jasa di setiap negara, sehingga daya beli masyarakat menjadi unsur penting dalam perbandingan tersebut.

Nilai Ekonomi Indonesia Diproyeksikan US$5,48 Triliun

Proyeksi IMF dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2026 menempatkan produk domestik bruto Indonesia berbasis PPP pada kisaran US$5,48 triliun untuk tahun 2026. Nilai itu membawa Indonesia ke posisi ketujuh global, berada setelah Jerman dan di atas Brasil.

Penghitungan PPP tidak sama dengan produk domestik bruto nominal. PDB nominal memakai kurs pasar untuk mengonversi nilai ekonomi ke mata uang yang sama, sedangkan PPP berupaya melihat berapa banyak barang dan jasa yang benar-benar dapat dibeli di dalam suatu perekonomian. Karena tingkat harga antarnegara tidak seragam, hasil pemeringkatan kedua ukuran itu dapat berbeda.

Bagi pembaca, posisi ketujuh berdasarkan PPP menunjukkan bahwa pasar domestik Indonesia memiliki skala yang sangat besar. Jumlah konsumsi, kegiatan usaha, produksi barang, serta layanan yang berputar di dalam negeri memberikan bobot besar terhadap ukuran ekonomi nasional ketika daya beli diperhitungkan.

“Berarti kemampuan daya beli nyata dari ekonomi banyak negara. Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ke-7 di dunia. Urutan ke-7, we are the 7th biggest economy in the world, we are strong,” lanjutnya.

Prabowo menekankan bahwa pengakuan atas skala ekonomi Indonesia tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan statistik. Pemerintah tetap perlu bersikap hati-hati dalam menghadapi tantangan yang ada, sembari memastikan kekuatan ekonomi tersebut dikelola secara tepat.

Tantangan: Mengubah Kekuatan Ekonomi Menjadi Manfaat Nyata

Menurut Prabowo, isu utama berikutnya adalah bagaimana kekayaan dan kapasitas ekonomi nasional dapat memberi dampak yang lebih luas, khususnya bagi warga yang paling membutuhkan. Peringkat ekonomi yang tinggi harus sejalan dengan manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan masyarakat.

“Kita kuat dan kita kaya, tapi sekarang masalahnya bagaimana kita kelola itu supaya bisa dirasakan rakyat kita yang paling memerlukan. Ini tantangan kita,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan pengelolaan sumber daya dan akses ekonomi sebagai bagian penting dari agenda pembangunan. Besarnya ukuran ekonomi mencerminkan potensi, tetapi hasil akhirnya bergantung pada kemampuan mengarahkan potensi itu menjadi kesempatan usaha, akses pembiayaan, kegiatan produktif, dan kesejahteraan yang menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

Forum TPAKD sendiri berkaitan dengan upaya memperluas akses keuangan di daerah. Dalam konteks itu, penekanan Prabowo mengenai manfaat ekonomi bagi masyarakat menjadi relevan: pertumbuhan nasional yang besar perlu tersambung dengan kebutuhan di tingkat lokal, termasuk kelompok yang selama ini memerlukan akses lebih kuat terhadap layanan dan peluang ekonomi.

Posisi Indonesia dalam daftar PPP juga dapat dipahami sebagai pengingat bahwa fondasi ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh aktivitas di kota-kota besar. Kekuatan konsumsi dan produksi tersebar di berbagai wilayah, sementara kemajuan ekonomi akan semakin berarti apabila manfaatnya dapat dirasakan merata.

Dengan peringkat ketujuh dunia tersebut, Indonesia memiliki alasan untuk membangun kepercayaan diri sebagai negara besar. Namun, pesan Presiden menegaskan bahwa kepercayaan diri itu perlu disertai kewaspadaan, tata kelola yang baik, dan orientasi yang jelas terhadap kepentingan rakyat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Bangga RI Jadi Ekonomi Terbesar?

Prabowo Bangga RI Jadi Ekonomi Terbesar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Bangga RI Jadi Ekonomi Terbesar matter?

Prabowo Bangga RI Jadi Ekonomi Terbesar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.