Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pertamina Optimalkan Energi Terbarukan untuk Pertanian di Kalijaran

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By Anthony Johnson - dailynesia.com

Foto : Anthony Johnson - dailynesia.com

Energi Terbarukan Diperkuat untuk Mendukung Pertanian Kalijaran

Dailynesia.com – Petani di Desa Kalijaran, Cilacap, memperoleh dukungan pemanfaatan energi baru terbarukan untuk menjawab kebutuhan air, pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan usaha warga. Inisiatif ini dijalankan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) MAPAN, singkatan dari Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan.

Program tersebut dirancang dengan pendekatan pertanian terpadu dari tahap produksi hingga pengembangan produk bernilai tambah. Pemanfaatan listrik dari sumber energi terbarukan menjadi salah satu fondasi penting agar kegiatan pertanian dapat berjalan lebih efisien sekaligus mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan.

Menjawab Kebutuhan Irigasi dan Tantangan Iklim

Kalijaran menghadapi sejumlah persoalan yang umum dialami kawasan pertanian, termasuk keterbatasan irigasi, belum meratanya modernisasi usaha tani, serta perlunya pilihan usaha yang lebih beragam. Perubahan iklim juga menjadi tantangan bagi produktivitas pertanian, terutama ketika ketersediaan air dan pola musim tidak selalu mudah diprediksi.

Untuk itu, MAPAN menerapkan sistem irigasi hybrid yang memadukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Energi dari kedua sumber tersebut dipakai untuk mendukung pengairan sawah dan lahan hortikultura. Ketersediaan energi bagi pompa irigasi menjadi unsur penting karena air menentukan keberlangsungan kegiatan budidaya pada berbagai tahap musim tanam.

Total kapasitas sistem energi terbarukan yang digunakan di Kalijaran mencapai 15.250 Wp. Pemakaiannya menghasilkan debit air rata-rata hingga 150.000 liter setiap hari. Selain mendukung kebutuhan pertanian, sistem tersebut juga berkontribusi terhadap penurunan emisi sekitar 2.860 kg CO₂eq per tahun.

Penggunaan energi terbarukan dalam irigasi memberi arti praktis bagi petani. Ketergantungan pada pompa diesel dapat dikurangi, sehingga ada penghematan biaya operasional yang mencapai Rp9 juta untuk setiap dua kali siklus tanam. Efisiensi semacam ini dapat memberi ruang bagi kelompok tani untuk mengelola kebutuhan produksi secara lebih terarah.

Rantai Pertanian yang Terhubung dari Hulu hingga Hilir

MAPAN tidak hanya berfokus pada pasokan listrik bagi pompa air. Program ini menghubungkan berbagai kegiatan pertanian dalam satu rangkaian, mulai dari penanaman padi dan hortikultura hingga pemanfaatan hasil serta sisa produksinya. Pendekatan ini menempatkan energi terbarukan sebagai pendukung aktivitas ekonomi warga, bukan sekadar infrastruktur teknis.

Hasil panen padi diarahkan hingga proses pengolahan gabah menjadi beras. Dedak dari pengolahan tersebut dimanfaatkan kembali sebagai bahan pakan dan pupuk. Limbah pertanian pun dikelola menjadi pupuk, sehingga material yang sebelumnya berpotensi tidak termanfaatkan dapat kembali mendukung kegiatan budidaya.

Di luar persawahan, pengembangan hortikultura, perikanan, dan budidaya bebek juga menjadi bagian dari kegiatan masyarakat. Pada sisi pengolahan hasil, warga didorong memperluas pilihan produk, seperti keripik, telur asin, beras, serta produk makanan pendamping ASI atau MPASI. Diversifikasi ini membuka peluang agar nilai ekonomi tidak berhenti pada penjualan bahan mentah.

Bagi masyarakat desa, keterhubungan antara produksi, pengolahan, pakan, pupuk, dan produk olahan dapat membantu membangun aktivitas ekonomi yang saling menopang. Pengelolaan sumber daya yang lebih terintegrasi juga sejalan dengan kebutuhan menjaga keberlanjutan produksi pangan serta kondisi lingkungan sekitar.

Pemberdayaan Kelompok Masyarakat

Manfaat Program MAPAN telah menjangkau 233 orang. Penerimanya mencakup petani gurem, petani perempuan, buruh tani harian, anak-anak dan balita, hingga kelompok masyarakat miskin. Keterlibatan berbagai kelompok menjadi penting karena penguatan pertanian tidak hanya menyangkut pemilik lahan, melainkan juga keluarga dan pelaku ekonomi lain yang bergantung pada sektor tersebut.

Program ini melibatkan GAPOKTAN Margo Sugih, Kelompok Ternak Mintih Mulia, KWT Tandur Makmur, serta KWT Mekar Jaya Lestari. Kolaborasi di tingkat kelompok diharapkan dapat memperkuat kemampuan warga dalam mengoperasikan kegiatan, mengembangkan usaha, dan menjaga keberlanjutan manfaat yang telah dibangun.

“Kami ingin pemanfaatan energi terbarukan memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Di Kalijaran, energi terbarukan kami integrasikan dengan kebutuhan pertanian, mulai dari irigasi, produksi pangan, pengelolaan limbah, hingga pengembangan usaha masyarakat. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program,” ujar VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati.

Hingga kini, pengembangan MAPAN telah melibatkan delapan stakeholder, membentuk dua kelompok baru, serta mendorong penerapan pertanian hortikultura di tiga area lahan. Keterlibatan pemerintah, akademisi, komunitas, dan pihak lain memperluas dukungan yang dibutuhkan agar inovasi pertanian dapat terus berjalan.

Ketahanan Pangan, Lingkungan, dan Ekonomi Desa

Penggunaan energi baru terbarukan di Kalijaran memperlihatkan bagaimana kebutuhan energi dapat dikaitkan langsung dengan aktivitas produktif masyarakat. Listrik dari matahari dan angin digunakan untuk kebutuhan yang dekat dengan kehidupan warga, terutama pengairan dan penguatan proses pertanian.

Model tersebut juga menunjukkan pentingnya membangun kemandirian di tingkat desa melalui kombinasi akses energi, pengelolaan pangan, dan pengembangan ekonomi hijau. Ketika hasil pertanian dapat diolah lebih lanjut dan limbahnya dimanfaatkan kembali, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan sumber penghasilan.

“Keberlanjutan menjadi bagian penting dari program ini. Karena itu, kami mendorong penguatan kapasitas kelompok dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar inovasi yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan dan direplikasi. Harapannya, Kalijaran dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan EBT dapat berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat,” tutup Dian.

Pertamina Patra Niaga menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau masyarakat. Melalui integrasi energi terbarukan dan pemberdayaan warga, Kalijaran diarahkan untuk terus mengembangkan pertanian yang produktif, lebih hemat energi, serta memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pertamina Optimalkan Energi Terbarukan untuk Pertanian?

Pertamina Optimalkan Energi Terbarukan untuk Pertanian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pertamina Optimalkan Energi Terbarukan untuk Pertanian matter?

Pertamina Optimalkan Energi Terbarukan untuk Pertanian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.