Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Penyebab Gempa Dahsyat M 7,7 di NTT, Ini Penjelasan BMKG

Published August 15, 2026 · Updated August 15, 2026 · By James Lopez - dailynesia.com

Foto : James Lopez - dailynesia.com

Penyebab Gempa Dahsyat M 7,7 di NTT: Analisis Lengkap BMKG

Dailynesia.com – Jakarta — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memicu respons cepat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lembaga pemantau gempa nasional ini resmi mengakhiri peringatan dini tsunami setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data seismik yang terkumpul. Fenomena alam ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi yang berada di kawasan cincin api Pasifik, di mana aktivitas tektonik sangat tinggi. Masyarakat diminta tetap waspada meskipun status darurat telah diturunkan.

Mekanisme Terjadinya Gempa di Busur Utara Flores

Menurut penjelasan resmi dari BMKG, penyebab utama gempa dahsyat ini adalah aktivitas sesar naik yang terjadi pada busur utara Flores. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa hingga pukul 07.07 WIB tercatat sebanyak 37 kali gempa susulan terjadi di kawasan tersebut. Mekanisme sesar naik ini terjadi ketika dua lempeng tektonik bertumbukan, menyebabkan salah satu lempeng terdorong ke atas lempeng lainnya. Proses ini melepaskan energi besar yang dirasakan sebagai guncangan kuat di permukaan bumi.

BMKG juga memperingatkan bahwa gempa berkekuatan M7,7 ini masih memiliki potensi menghasilkan gempa dengan magnitudo mencapai M7,8 hingga M7,9. Angka-angka ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah tersebut belum sepenuhnya stabil. Para ahli seismologi terus memantau perkembangan untuk memastikan tidak ada ancaman tambahan yang mungkin muncul.

Perbandingan dengan Peristiwa Gempa Historis

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa kejadian serupa terakhir kali melanda NTT sekitar tiga dekade yang lalu. Ia merujuk pada peristiwa tahun 1992 yang mencatatkan magnitudo M7,5, sehingga gempa kali ini memiliki kemiripan karakteristik dengan kejadian historis tersebut. Perbandingan ini penting untuk memberikan konteks kepada masyarakat tentang seberapa signifikan peristiwa yang sedang terjadi saat ini.

"Gempa ini terjadi akibat sesar naik busur utara Flores, gempa berkekuatan M7,7 ada potensi gempa maksimal M7,8-7,9. Pernah terjadi gempa sebesar ini tahun 1992, dengan magnitudo M7,5," ujar Wijayanto dalam konferensi pers via Zoom pada Sabtu (15/7/2026).

Wijayanto juga menyampaikan harapan agar frekuensi gempa susulan terus menurun seiring berjalannya waktu. Ia menegaskan bahwa berdasarkan seluruh data pencatatan yang telah dihimpun, tidak ditemukan indikasi tinggi gelombang tsunami yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Pemantauan dilakukan melalui berbagai stasiun pengamatan yang tersebar di seluruh wilayah NTT.

"Semoga susulannya akan terus mengecil. Kami sudah mengakhiri peringatan dini tsunami. Kami anggap semua hasil catatan kita sudah tidak ada tinggi tsunami yang membahayakan," tambahnya.

Imbauan dan Langkah Preventif untuk Masyarakat

Walaupun peringatan dini telah dicabut, BMKG tetap memberikan imbauan kepada warga untuk tidak mendekati bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan akibat guncangan. Masyarakat juga diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi. Penting bagi masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dipertanggung jawabkan kebenarannya.

"Tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dipertanggung jawabkan kebenarannya! BMKG akan terus sampaikan pada masy, sudah akhiri, tapi akan memberikan tinggi muka laut," pungkas Wijayanto.

Sebagai langkah preventif, BMKG melanjutkan pemantauan tinggi muka air laut melalui berbagai stasiun pengamatan yang tersebar di wilayah NTT untuk memastikan tidak ada ancaman tambahan dari laut. Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai disarankan untuk tetap berada di tempat yang aman dan mengikuti arahan dari petugas setempat.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa penyebab utama gempa M 7,7 di NTT? Gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar naik pada busur utara Flores, di mana dua lempeng tektonik bertumbukan dan melepaskan energi besar.

Apakah ada potensi tsunami setelah gempa ini? BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami setelah memastikan tidak ada indikasi tinggi gelombang yang membahayakan. Namun, pemantauan tetap dilakukan secara intensif.

Berapa kali gempa susulan yang tercatat? Hingga pukul 07.07 WIB, tercatat sebanyak 37 kali gempa susulan terjadi di kawasan tersebut.

Apakah gempa ini mirip dengan peristiwa tahun 1992? Ya, gempa tahun 1992 mencatatkan magnitudo M7,5, sehingga memiliki kemiripan karakteristik dengan gempa kali ini yang berkekuatan M7,7.

Bagaimana langkah yang harus dilakukan masyarakat? Masyarakat diminta tidak mendekati bangunan rusak, waspada terhadap gempa susulan, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas sumbernya.

Related Reading