BI Dorong Ekspansi Korporasi Lewat Pembiayaan Syariah yang Lebih Kompetitif
Dailynesia.com – Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui strategi pembiayaan yang lebih inklusif dan kompetitif. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan syariah global. Salah satu indikator keberhasilan program ini terlihat dari capaian Pembiayaan Syariah Perbankan Capai Rp720 triliun, menandai momentum positif bagi sektor keuangan nasional.
Pejabat Gubernur Sementara (Pjs) BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa instrumen pembiayaan syariah harus menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha, bukan sekadar alternatif. Menurutnya, sinergi antara industri halal dan sektor keuangan syariah merupakan kunci untuk meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. BI juga menyelenggarakan forum strategis yang mempertemukan 20 Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) dengan 51 korporasi dari berbagai sektor industri.
Pembiayaan syariah perlu menjadi pilihan strategis dan kompetitif bagi investasi dan ekspansi korporasi. Untuk itu perlu dibangun pipeline pembiayaan yang bankable, terukur, dan berkelanjutan.
Ungkapan tersebut disampaikan Destry dalam Forum Strategis Pembiayaan Syariah untuk Ekspansi Korporasi dengan tema “Unlocking Corporate Growth Through Sharia Finance” yang berlangsung di Jakarta, Selasa (12/8/2026). Acara ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pendanaan serta peluang kolaborasi yang saling menguntungkan antara perbankan syariah dan pelaku usaha besar.
Data Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah
Langkah strategis BI sejalan dengan tren positif yang dialami industri keuangan syariah. Berdasarkan data hingga Juni 2026, total pembiayaan perbankan syariah telah menyentuh angka Rp720 triliun. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 11,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year). Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah juga mencatatkan pertumbuhan, yakni mencapai Rp816 triliun atau naik 13,13% secara tahunan.
Sektor halal juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Rantai pasok halal mengalami pertumbuhan sebesar 5,5% dalam periode yang sama. Selain itu, nilai outstanding sukuk korporasi diperkirakan mencapai Rp95 triliun. Destry menilai pencapaian-pencapaian ini menjadi modal berharga untuk memperluas pembiayaan produktif yang dapat mendorong investasi dan ekspansi bisnis di dalam negeri.
Perlu Pendalaman Pasar dan Inovasi Instrumen
Meski capaian tersebut positif, Destry mengingatkan agar pertumbuhan industri tidak hanya bergantung pada segmen konsumsi. Diperlukan pendalaman pasar keuangan syariah serta penguatan intermediasi agar sektor ini dapat berkembang lebih optimal. BI juga menekankan pentingnya inovasi dalam instrumen keuangan syariah, tata kelola yang baik, manajemen risiko, serta sistem pemantauan yang lebih robust untuk mendukung pembiayaan korporasi jangka panjang.
Sementara itu, Titi Khoiriah sebagai Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia menyatakan bahwa pelaku usaha membutuhkan akses pembiayaan syariah jangka panjang dengan tenor yang sesuai. Pandangan serupa diungkapkan oleh Bob Tyasika Ananta, yang menjabat sebagai Ketua Hubungan Bisnis Asbisindo sekaligus Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI). Ia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis ekosistem menjadi strategi penting untuk memperluas penyaluran pembiayaan syariah.
Dengan menghubungkan korporasi dan rantai pasoknya, perbankan syariah tidak hanya dapat meningkatkan pembiayaan modal kerja, tetapi juga membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan pelaku usaha. Ke depan, BI bersama regulator dan pelaku industri akan terus memperkuat sinergi melalui program Bulan Pembiayaan Syariah dan Percepatan Intermediasi Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat penyaluran pembiayaan syariah ke sektor riil sekaligus menjadikan industri keuangan syariah sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pembiayaan Syariah
Apa itu pembiayaan syariah? Pembiayaan syariah adalah instrumen pendanaan yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip hukum Islam, tanpa melibatkan bunga (riba) dan menggunakan mekanisme bagi hasil atau sewa.
Berapa total pembiayaan syariah perbankan saat ini? Berdasarkan data terbaru, pembiayaan syariah perbankan telah mencapai Rp720 triliun dengan pertumbuhan 11,43% year on year hingga Juni 2026.
Siapa saja yang terlibat dalam forum pembiayaan syariah terbaru? Forum tersebut mempertemukan 20 Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) dengan 51 korporasi dari berbagai sektor industri di Indonesia.
Apa manfaat pembiayaan syariah bagi korporasi? Pembiayaan syariah menawarkan fleksibilitas tenor, mekanisme bagi hasil yang adil, serta akses ke pasar halal yang terus berkembang, sehingga mendukung ekspansi bisnis jangka panjang.

