Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

NTT Diserbu Gempa Susulan, M5,2 Mengguncang Pagi Ini

Published August 16, 2026 · Updated August 16, 2026 · By Elizabeth Lopez - dailynesia.com

Foto : Elizabeth Lopez - dailynesia.com

Gempa M5,2 Guncang NTT Pagi Ini, BMKG: Fase Peluruhan Belum Terjadi

Dailynesia.com – Nusa Tenggara Timur kembali menjadi sorotan publik setelah NTT Diserbu Gempa Susulan M5 2 mengguncang wilayah tersebut pada pagi hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas seismik signifikan dengan magnitudo mencapai 5,2 yang terjadi tepat pada pukul 06:12:54 WIB. Episentrum gempa terletak di koordinat 84 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer dari permukaan laut. Hingga saat ini, belum ada indikasi potensi tsunami dari gempa tersebut, namun masyarakat di pesisir tetap diminta waspada.

235 Gempa Susulan Tercatat, Aktivitas Masih Tinggi

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa hingga Sabtu pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 235 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara 2,5 hingga 6,2. Sebagian besar aktivitas seismik terkonsentrasi di bagian utara Pulau Flores, termasuk wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka. Berdasarkan pengamatan grafik frekuensi, jumlah gempa belum menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Faisal menjelaskan bahwa kondisi ini masih tergolong normal dalam rangkaian gempa besar.

"Dari jam ke jam kita amati, hingga saat ini belum mengalami peluruhan," kata Faisal.

Menurut pengalaman kejadian serupa, termasuk gempa di Maluku Utara, proses peluruhan umumnya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

"Umumnya peluruhan akan terjadi 2-3 minggu seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi," jelasnya.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Warga disarankan untuk tidak panik dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

"Diperlukan waktu hingga gempa-gempa susulan ini akan luruh setelah 2 atau 3 minggu," ujarnya.

Selain itu, BMKG juga merekomendasikan agar masyarakat menghindari bangunan yang rusak dan tetap berada di area terbuka jika terjadi guncangan kuat.

Total 47 Korban Jiwa, Evakuasi Berlangsung

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data sementara bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang hingga Sabtu pukul 18.48 WIB. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan sebaran korban sebagai berikut:

Kabupaten Manggarai mencatat 24 korban, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Manggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang. Selain itu, petugas terus melakukan evakuasi dan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. Tim SAR dan relawan juga telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk membantu proses evakuasi.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Gempa NTT

1. Kapan fase peluruhan gempa diperkirakan terjadi? Fase peluruhan umumnya membutuhkan waktu 2-3 minggu setelah gempa utama, seperti yang terjadi pada gempa di Maluku Utara.

2. Apakah ada potensi tsunami dari gempa ini? Hingga saat ini, belum ada indikasi potensi tsunami dari gempa tersebut, namun masyarakat di pesisir tetap diminta waspada.

3. Wilayah mana saja yang paling terdampak? Wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka menjadi yang paling terdampak dengan jumlah korban tertinggi.

4. Apa yang harus dilakukan masyarakat saat gempa? Masyarakat disarankan untuk tidak panik, menghindari bangunan yang rusak, dan tetap berada di area terbuka jika terjadi guncangan kuat.

5. Bagaimana status evakuasi saat ini? Tim SAR dan relawan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk membantu proses evakuasi dan perawatan medis terhadap para korban.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan gempa di NTT, pembaca dapat mengunjungi halaman berita terkini di [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/news) atau mengikuti akun resmi BMKG di media sosial.

Related Reading