Prabowo “Curhat” ke Siswa Sekolah Rakyat: Saya Juga Sering Diejek

2 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
b9dc5283-bbcb-4d38-93a8-b5d51aa453cd-0

New Policy Prabowo Berbagi Pengalaman dengan Siswa Sekolah Rakyat

Dailynesia.com – Dalam rangkaian kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan pesan terkait new policy pendidikan yang dirancang untuk mendukung generasi muda Indonesia. Ia berbagi pengalaman pribadi dalam menghadapi ejekan dan tekanan, agar para siswa bisa lebih tangguh menghadapi tantangan di masa depan. Prabowo menekankan bahwa new policy ini bertujuan menguatkan mental dan kemampuan beradaptasi anak-anak dari latar ekonomi rendah.

Memotivasi Siswa dengan Pengalaman Nyata

Kunjungan Prabowo ke SRMP 17 Tabanan berlangsung pada Minggu (7 Juni 2026), di mana ia berinteraksi langsung dengan para siswa. Selama sesi dialog, ia menceritakan kisah seorang murid bernama Gede Bagus yang pernah mengalami cemoohan dari lingkungan sekitar. “Tadi siapa namanya? Bagus ya? Kamu dulu diejek? Tidak apa-apa. Jangan takut diejek. Saya juga sering diejek. Sampai sekarang pun masih diejek. Presiden juga diejek,” ujar Prabowo dengan tulus. Pesan ini dianggap relevan dalam konteks new policy yang mengedepankan nilai ketangguhan dan kepercayaan diri.

Bukan hanya berbagi cerita, Prabowo juga mengajak siswa untuk menjaga sikap rendah hati dan tidak mudah goyah di tengah kesulitan. “Yang penting hatimu teguh. Hati kita harus baik. Kalau kita diejek, balaslah dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin teguh. Semakin berani, semakin sopan. Dihina, tetap sopan. Jangan kecil hati,” tuturnya. Hal ini sejalan dengan prinsip new policy yang menekankan pembentukan karakter melalui pendidikan sejak dini.

Komitmen terhadap Pendidikan Inklusif

Dalam rangkaian kegiatan, Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap Sekolah Rakyat sebagai bentuk new policy yang memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menyoroti bahwa keberhasilan individu seringkali bermula dari kondisi ekonomi yang tidak ideal. “Banyak orang yang berhasil berasal dari keluarga yang sangat miskin. Banyak sekali. Tetapi anak-anak itu tidak mau menyerah. Mereka tidak mau putus asa. Mereka tetap gembira,” tambahnya.

New policy ini diharapkan bisa membantu mengurangi kesenjangan pendidikan dan memberikan peluang yang lebih merata. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional, khususnya di daerah-daerah yang masih terpuruk. “Pendidikan adalah faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan new policy, kita bisa menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat akan menjadi pilar penting dalam visi pembangunan jangka panjang.

Komentar Prabowo dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan inklusif, yang menjadi bagian dari new policy yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai latar belakang siswa. Dalam sesi tersebut, ia menyebutkan bahwa rakyat Indonesia perlu bersama-sama menyukseskan reformasi pendidikan. “Sekolah Rakyat adalah langkah nyata untuk memastikan setiap anak bisa bersekolah dengan baik, tidak peduli kondisi ekonominya,” imbuhnya. Hal ini menjadi motivasi bagi para siswa yang hadir.

“Di tengah kesulitan, carilah hal-hal yang baik. Pasti akan ada kebaikan yang datang. Kita harus percaya itu,”

kata Prabowo. Pesan ini sejalan dengan filosofi new policy yang ingin mengubah cara berpikir masyarakat terhadap pendidikan. Dengan membangun kepercayaan diri sejak dini, Prabowo yakin para siswa akan lebih siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

Prabowo juga meminta para siswa untuk tetap disiplin, menghormati guru, serta berbakti kepada orang tua yang bekerja keras. “Belajar, belajar, dan belajar dengan baik. Hormati guru. Cintai orang tua. Selalu rukun dengan teman. Selalu baik kepada orang lain. Jaga sopan santun,” tegasnya. Dengan new policy ini, ia ingin menciptakan generasi muda yang memiliki sikap tangguh, rendah hati, dan kreatif. Pesan tersebut menjadi poin utama dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah siswa dan orang tua.

MORE FROM THIS CATEGORY