New Policy: PGE Tajak Sumur Lumut Balai 3, PLTP Kapasitas Bisa Naik 55 MW
Dailynesia.com – Sebagai bagian dari New Policy yang tengah dijalankan oleh PGE, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) meluncurkan proyek pengeboran sumur eksplorasi di proyek PLTP Lumut Balai Unit 3. Ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbasis panas bumi di wilayah Sumatra, khususnya Muara Enim, Sumatra Selatan. New Policy yang dijalankan oleh PGE bertujuan untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan dan memenuhi kebutuhan listrik nasional secara berkelanjutan.
“New Policy memperkuat komitmen PGE untuk membangun infrastruktur energi terbarukan yang dapat berdampak langsung pada stabilitas pasokan listrik dan pengurangan emisi karbon. Dengan mengembangkan PLTP Lumut Balai Unit 3, kami memberikan kontribusi signifikan terhadap keandalan sistem kelistrikan Indonesia,” terang Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, dalam siaran pers, Kamis (9/7/2026).
Pengeboran sumur pertama di proyek ini dilakukan di lokasi LMB 19-3, Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, menggunakan alat rig GDAP#123. Proses eksplorasi ini diperkirakan akan memakan waktu 44 hari dengan kedalaman sumur mencapai 2.500 meter. Dalam rangkaian New Policy, PGE juga memastikan semua kegiatan dilakukan sesuai standar teknis, operasional, serta aspek keselamatan kerja dan lingkungan (HSSE).
Ekspansi Strategis dalam Rangka New Policy
PLTP Lumut Balai Unit 3 berada di kaki Bukit Lumut Balai, Muara Enim, Sumatra Selatan. Proyek ini merupakan bagian dari New Policy yang menekankan ekspansi berkelanjutan di sektor energi terbarukan. Sebelumnya, Unit 1 diresmikan pada September 2019, dan Unit 2 mulai beroperasi pada Juni 2025. Dengan penyelesaian Unit 3, total kapasitas PLTP yang sudah berjalan meningkat menjadi 2×55 megawatt (MW).
Dalam roadmap New Policy, PGE menargetkan penyelesaian pembangunan PLTP Lumut Balai Unit 3 pada 2030. Ini akan menambah 55 MW pasokan listrik hijau yang berasal dari sumber panas bumi. Dengan adanya proyek ini, sistem kelistrikan di wilayah Sumatra Selatan akan menjadi lebih andal, terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan energi di masa depan. Proyek ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga 3 gigawatt (GW) pada 2034.
Peningkatan Kredibilitas dan Akses Pendanaan
Sejak April lalu, PGE menggenjot kegiatan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4 sebagai bagian dari New Policy. Kepastian proyek ini ditambahkan ke dalam Green Book 2026 oleh Kementerian PPN/Bappenas, Juni lalu. Masuknya unit 3 dan 4 ke dalam dokumen ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap strategi pengembangan energi terbarukan perusahaan. Ini membuka akses pendanaan melalui pinjaman luar negeri dan mempercepat realisasi proyek.
Kapasitas pendanaan PLTP Lumut Balai Unit 3 mencapai US$158,86 juta, sementara Unit 4 sebesar US$148,97 juta. Dengan New Policy, PGE juga meningkatkan kredibilitasnya di pasar internasional, sekaligus menunjukkan komitmen untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Saat ini, perusahaan mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW di enam lokasi operasional, termasuk PLTP Lahendong Unit 7 & 8 (50 MW), PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), serta eksplorasi Gunung Tiga. Proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power juga menambah 230 MW kapasitas listrik.

