Penguatan Riset Bakal Jadi Kunci Kemajuan Industri Jamu RI

2 months ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
presiden-direktur-pt-phytochemindo-reksa-patrick-kalona-memberi-pemaparan-dalam-acara-health-forum-di-studio-cnbc-indonesia-ja-1779773175886_169

New Policy: Penguatan Riset Bakal Jadi Kunci Kemajuan Industri Jamu RI

Dailynesia.com – Dalam upaya meningkatkan daya saing industri jamu di Indonesia, pemerintah dan pelaku usaha kesehatan tradisional mulai mengusung New Policy yang menitikberatkan pada penguatan riset. Kebijakan ini bertujuan untuk mengubah paradigma industri jamu dari sekadar penghasil obat tradisional menjadi sektor yang lebih inovatif dan terukur secara ilmiah. Kebijakan yang diusung ini memperkuat peran riset dalam pengembangan produk jamu, pengujian efektivitas bahan baku, serta penerapan standar kualitas yang lebih tinggi.

Peran Kebijakan Baru dalam Mendorong Inovasi

Patrick Kalona, Presiden Direktur PT Phytochemindo Reksa, menjelaskan bahwa New Policy ini menuntut pendekatan saintifikasi yang lebih serius dalam industri jamu. Dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, ia menekankan bahwa riset harus menjadi investasi strategis, bukan beban operasional. Dengan adanya New Policy, pelaku usaha diharapkan dapat menemukan cara efektif untuk mengembangkan produk jamu yang berbasis bukti ilmiah, sehingga mampu bersaing di pasar global.

Karena saintifikasi itu selalu memberi nilai tambah dan membuka lebih jauh pemahaman kita akan efektivitas dan kualitas dari suatu produk,” ujar Patrick dalam Health Forum bersama CNBC Indonesia, Selasa (26/5/2026).

Kebijakan ini juga diharapkan dapat menjembatani antara industri kecil menengah (UKM) dan perusahaan besar di sektor jamu. Dengan adanya program seperti BRIDGE (Business/Research Information, Development, and Good Manufacturing/Governance) dan Orang Tua Angkat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), riset tidak hanya menjadi alat pengembangan produk, tetapi juga menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem industri secara keseluruhan.

Langkah-Langkah Implementasi Kebijakan Baru

Untuk mewujudkan New Policy, pemerintah bersama lembaga terkait seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BPOM telah merancang langkah-langkah konkret. Salah satu fokus utama adalah pembentukan pusat riset khusus untuk jamu, yang akan menjadi tempat pengembangan formula baru, uji klinis, serta peningkatan standar produksi. Selain itu, New Policy juga mencakup dukungan regulasi yang lebih fleksibel untuk mempermudah akses pelaku usaha ke dana riset dan teknologi terkini.

Dalam konteks digitalisasi, New Policy mendorong pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi dalam proses riset. Teknologi ini memungkinkan pelaku usaha memantau kualitas bahan baku secara real-time, mengoptimalkan produksi, dan mempercepat pengembangan produk baru. Patrick menyoroti bahwa kemudahan akses informasi ini menjadi faktor kunci dalam menghadapi kompetisi dari industri farmasi modern.

Dampak Harapan dari Kebijakan Baru

Dengan New Policy yang diterapkan, industri jamu diharapkan bisa menghadirkan produk yang lebih teruji dan diminati oleh konsumen nasional maupun internasional. Riset yang lebih terstruktur juga akan memperkuat literasi masyarakat tentang manfaat jamu, terutama dalam menjawab kebutuhan kesehatan yang semakin kompleks. Patrick menegaskan bahwa New Policy bukan hanya akan meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membuka peluang ekspor yang lebih besar ke pasar Asia Tenggara dan Eropa.

Selain itu, kebijakan ini juga akan menciptakan lebih banyak peluang kerja di bidang riset dan inovasi. Dengan mendorong kolaborasi antara UKM, akademisi, dan industri besar, New Policy diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung, sehingga mengurangi risiko stagnasi sektor jamu dalam beberapa tahun ke depan.

Perbandingan dengan Industri Obat Modern

Di sisi lain, New Policy dalam industri jamu dirancang untuk mengejar standar yang sama seperti industri farmasi modern. Dengan demikian, produk jamu akan lebih mudah dipasarkan di pasar internasional karena memiliki dasar ilmiah yang kuat. Patrick menambahkan bahwa kebijakan ini akan memberikan wawasan lebih dalam tentang efektivitas jamu dalam berbagai kondisi kesehatan, sehingga mampu menghadapi tantangan dari produk-produk yang diproduksi dengan teknologi canggih.

Kebijakan ini juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan riset bagi para pelaku usaha. Dengan adanya program pelatihan yang berkelanjutan, diharapkan muncul generasi baru pengusaha jamu yang mampu mengintegrasikan penelitian dengan praktik produksi. Dengan New Policy, industri jamu tidak hanya akan menjadi bagian dari sektor kesehatan tradisional, tetapi juga berperan sebagai bagian dari sistem kesehatan yang lebih modern dan berkelanjutan.

MORE FROM THIS CATEGORY