Prabowo Rapat 2 Jam, Bahas BUMN Khusus Ekspor & DHE

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
664c9d02-adab-484d-a99c-f5b9cd8d29a5-0

Prabowo Rapat 2 Jam, Bahas BUMN Khusus Ekspor & DHE

Dailynesia.com – Di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan terbatas bersama sejumlah menteri dan pejabat kunci, dengan fokus pada penyusunan strategi pengembangan BUMN khusus ekspor. Pertemuan ini berlangsung selama dua jam, menurut laporan yang diterima pada hari Jumat (21/5/2026), dan membahas dua program utama: Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang akan dimulai pada 1 Juni, serta operasional perusahaan ekspor bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

Detil Kebijakan Ekspor dan Peran BUMN

Meeting Results menyebutkan bahwa dalam rapat tersebut, para peserta membahas mekanisme peningkatan efisiensi dan transparansi dalam sektor ekspor. DHE menjadi salah satu topik utama, yang diharapkan bisa mengoptimalkan pendapatan devisa dari barang ekspor Indonesia. Menurut Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomi, DHE akan menjadi alat untuk memastikan kebijakan ekspor dapat diawasi secara lebih ketat oleh pemerintah.

PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dianggap sebagai pelaku utama dalam upaya ini, karena akan mengumpulkan data ekspor sejak 1 Juni nanti. Kebijakan ini bertujuan mempercepat proses pengambilan keputusan terkait ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy, yang merupakan komoditas utama bagi perekonomian nasional. Airlangga juga menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif.

Persiapan Regulasi dan Fokus Pada Ekspor

“Dalam rapat, Airlangga mengungkapkan bahwa ia telah melaporkan rencana pelaksanaan dua program utama kepada Presiden. Kedua program tersebut adalah Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dimulai pada 1 Juni besok, serta ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy yang dijalankan oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia,”

jelas Airlangga setelah acara, Kamis (21/5/2026).

Menurut Airlangga, dalam dua jam rapat tersebut, para menteri menyampaikan laporan mengenai berbagai instrumen regulasi, mulai dari Peraturan Menteri Perdagangan hingga Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan Menteri Keuangan yang sedang disiapkan. Meeting Results menunjukkan bahwa kebijakan ini memerlukan perbaikan sistem pengawasan dan pemanfaatan data untuk memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar internasional.

“Segala persiapan akan selesai sebelum tanggal 1 Juni,” tambah Airlangga.

Menurut informasi, DHE akan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengatur alur devisa dari ekspor barang tambang dan produk pertanian. Sementara itu, PT DSI akan bertindak sebagai badan eksekusi, dengan tugas menyusun laporan mingguan untuk mendukung kebijakan ekspor yang lebih terarah.

Implikasi Kebijakan dan Insentif Ekonomi

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa dalam kegiatan ekspor yang akan datang, laporan hanya akan diberikan kepada PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Proses ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan agar sistem operasionalnya bisa berjalan lancar. Meeting Results menyoroti bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memastikan ekspor dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

“Karena perang belum berakhir, WFH akan diteruskan selama dua bulan. Sementara itu, beberapa insentif sedang dipersiapkan untuk mendorong dinamika ekonomi di kuartal kedua,”

ujarnya. Selain kebijakan ekspor, pemerintah juga sedang merancang insentif bagi sektor-sektor strategis, seperti manufaktur dan energi, untuk mendorong produktivitas di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

Meeting Results menambahkan bahwa rapat tersebut menggarisbawahi kebutuhan integrasi antarlembaga dalam menyusun kebijakan ekspor. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih regulasi dan mempercepat proses persetujuan. Selain itu, pemerintah berharap BUMN khusus ekspor bisa menjadi pelaku utama yang mampu beroperasi secara independen dan efektif, sejalan dengan visi memperkuat sektor industri dalam menghadapi persaingan global.

Sebagai bagian dari Meeting Results, beberapa menteri juga menyampaikan pertimbangan terkait kinerja BUMN. Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya keberhasilan DHE dalam meningkatkan pendapatan devisa, sementara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang membahas peran BUMN dalam mendukung pengembangan ekspor manufaktur. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan bahwa kebijakan ini harus diimbangi dengan kehati-hatian dalam manajemen inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Kontribusi Pemangku Kepentingan dan Tantangan Mendatang

Dalam rangka Meeting Results, Kepala BKPM Rosan Roslani menjelaskan bahwa DHE akan diimplementasikan secara bertahap, dengan pengawasan ketat dari pemerintah. Insentif yang disiapkan, kata Rosan, akan mencakup pengurangan beban pajak dan kemudahan akses kredit bagi perusahaan ekspor yang masuk dalam kategori prioritas. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menambahkan bahwa sektor maritim akan tetap mendapat perhatian, terutama dalam meningkatkan ekspor produk pertanian laut.

Meeting Results juga menyoroti bahwa rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat yang relevan, termasuk sejumlah direktur BUMN. Pertemuan ini diharapkan bisa menjadi fondasi untuk kebijakan ekspor yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan menegaskan keberhasilan DHE serta peran PT DSI, pemerintah ingin memastikan bahwa ekspor tetap menjadi salah satu pilar utama dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2026.

MORE FROM THIS CATEGORY