Hasil Rakornas: Nelayan RI Bisa Happy, Trenggono Akan Modernisasi 4.582 Kapal Ikan
Dailynesia.com – Dalam hasil rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), para nelayan Indonesia dapat merasa lebih optimis terhadap masa depan sektor perikanan. Menteri Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa program modernisasi 4.582 kapal ikan menjadi fokus utama Meeting Results 2025-2029. Tujuan utama dari strategi ini adalah meningkatkan kapasitas tangkapan ikan hingga 2,3 juta ton per tahun, sekaligus menciptakan sekitar 58 ribu posisi kerja baru. Modernisasi kapal diharapkan juga memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap pendapatan negara melalui devisa, pajak, dan PNBP.
Langkah Strategis untuk Tingkatkan Daya Saing
Meeting Results yang diadakan di Jakarta pada Selasa (2/7/2026) menyoroti pentingnya pembaruan armada kapal perikanan untuk meningkatkan daya saing industri. Menurut Trenggono, kualitas hasil tangkapan ikan Indonesia masih terbatas karena sebagian besar kapal yang digunakan berbahan kayu. “Daya saing sektor penangkapan ikan kita selama ini kurang optimal karena hasil tangkapannya belum memenuhi standar pasar internasional,” jelasnya dalam pidato yang disampaikan selama sesi diskusi.
“Pemerintah melaksanakan program modernisasi 4.582 unit kapal perikanan,” kata Trenggono. “Ini adalah salah satu hasil dari Meeting Results yang menargetkan peningkatan produktivitas dan kualitas usaha perikanan nasional.”
Kapal yang Dimodernisasi: Perbedaan Ukuran dan Tujuan
Dari total 4.582 kapal yang akan dimodernisasi, sebanyak 4.515 unit adalah kapal penangkap berukuran 10 GT hingga 1.500 GT. Sementara 67 unit lainnya merupakan kapal pengangkut dengan ukuran 200 GT hingga 2.500 GT. Modernisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas tangkapan, efisiensi operasional, serta kemampuan kapal dalam menghadapi tantangan pasar global. “Dengan kapasitas tangkapan yang lebih baik, nelayan dapat memenuhi permintaan ekspor dan meningkatkan pendapatan mereka,” tambah Trenggono.
“Kualitas tangkapannya masih kurang baik, sehingga ekspor perikanan kita belum sebanding dengan produksi nasional. Dalam lima tahun terakhir, nilai ekspor hanya mencapai US$6,2 miliar, padahal produksi total mencapai 13 juta ton,” jelasnya. “Program ini akan menjadi bagian dari hasil Meeting Results yang memprioritaskan penguatan sektor kelautan.”
Proses Pembiayaan dan Pemenuhan Target
Pada tahap awal, KKP sedang menyiapkan modernisasi 1.582 kapal yang dibiayai melalui pinjaman luar negeri dari pemerintah Inggris. Proyek ini masih dalam proses perencanaan, dengan target 50 unit rampung pada akhir tahun ini. “Modernisasi 1.582 kapal tersebut adalah hasil dari Meeting Results yang mengatur pendanaan dari sumber eksternal,” kata Trenggono. “Selain itu, kita akan menganggarkan dana dari APBN atau mencari sumber pendanaan tambahan untuk memastikan program ini berjalan maksimal.”
Untuk sisa target modernisasi, Menteri Trenggono menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penggunaan dana dalam negeri. “Hasil Meeting Results menunjukkan bahwa keberlanjutan proyek ini bergantung pada kerja sama antar institusi dan komitmen pemerintah,” imbuhnya. “Kita juga akan mempercepat penerapan teknologi baru untuk memastikan efisiensi operasional dan kualitas hasil tangkapan mencapai standar internasional.”
Manfaat Ekonomi dan Peluang Kerja
KKP memperkirakan bahwa program modernisasi kapal ini akan memberikan dampak ekonomi berantai bagi sektor kelautan. Selain meningkatkan volume tangkapan, efisiensi operasional kapal juga diharapkan meningkatkan profitabilitas usaha perikanan. “Hasil Meeting Results menunjukkan bahwa peningkatan produksi ini akan menciptakan peluang kerja baru dan menarik investasi ke sektor maritim,” terang Trenggono.
Modernisasi armada juga diharapkan memperkuat ekspor perikanan Indonesia, yang saat ini masih tergantung pada kapal berbahan kayu. “Dengan kapal modern, kita bisa meningkatkan kualitas dan konsistensi hasil tangkapan, sehingga lebih kompetitif di pasar internasional,” tambahnya. “Ini adalah hasil diskusi yang dilakukan selama Meeting Results, dan menjadi prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.”
Langkah Khusus untuk Capai Tujuan
KKP menyusun rencana pembangunan kapal secara bertahap, dengan fokus pada penguatan kualitas bahan dan teknologi. “Kita akan mengatur pengadaan kapal dengan bahan metal dan mesin modern,” jelas Trenggono. “Ini adalah hasil Meeting Results yang menekankan pentingnya inovasi dalam perikanan.”
Modernisasi kapal juga diharapkan mempercepat peningkatan kesejahteraan para nelayan. “Dengan kapal yang lebih efisien, nelayan tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga mengurangi biaya operasional,” lanjutnya. “Hasil Meeting Results menunjukkan bahwa program ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi sektor perikanan.”
Program ini juga memperhatikan aspek lingkungan dengan mendorong penggunaan bahan bakar bersih dan teknologi ramah lingkungan. “Hasil diskusi Meeting Results menekankan bahwa modernisasi harus sejalan dengan keberlanjutan ekosistem laut,” pungkas Trenggono. “Ini adalah langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan lingkungan.”

