Main Agenda: Orang Desa Tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah, Amran Beri Penjelasan Ini

3 months ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
4b65d1ab-a6c1-4f8d-bbdf-5e71b35cf280-0

Main Agenda: Rupiah Melemah, Desa Tidak Terpengaruh

Dailynesia.com – Seiring pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa masyarakat pedesaan tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan nilai tukar mata uang lokal tersebut. Dalam wawancara terkait Main Agenda, Amran menjelaskan bahwa dampak pelemahan rupiah tidak merata dan justru memberi peluang bagi sektor pertanian serta perkebunan.

Kebijakan Pemerintah: Kestabilan Ekonomi dan Dukungan Petani

Amran menyebutkan bahwa pemerintah terus menjaga kesejahteraan petani melalui berbagai kebijakan, termasuk penahanan harga BBM subsidi dan penurunan biaya pupuk. Ini dilakukan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di daerah pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian. Meski pelemahan rupiah memberikan tekanan pada impor, dampaknya justru terpilah berdasarkan jenis komoditas.

“Yang dimaksud bapak Presiden, tentu dolar itu ada pengaruhnya. Katakanlah bawang putih ada pengaruhnya ya. Tapi berapa komoditas kita ekspor? Komoditas pertanian ini diekspor,”

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan ekspor di bidang pertanian mengapresiasi kebijakan yang diambil pemerintah. Mereka menilai bahwa pelemahan rupiah berdampak positif pada volume ekspor, karena biaya produksi relatif lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa Main Agenda dalam mengelola inflasi dan nilai tukar rupiah telah berdampak nyata pada sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Analisis Ekonomi: Stabilitas Dalam Perubahan

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor pertanian mencatat peningkatan signifikan secara tahunan. Pada 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai Rp166 triliun, naik 28,26% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara impor turun 9,66% menjadi Rp41 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa kebijakan Main Agenda mampu menjaga keseimbangan antara dampak positif dan negatif dari pelemahan rupiah.

“Ya dampak pelemahan rupiah ada, terutama untuk beli BBM. Tapi ingat, BBM disubsidi kan? Tidak naik. Iya kan? Harga pupuk juga turun. Negara mana seperti itu? Ada? Coba tunjukkan saya negara (yang seperti itu, selain Indonesia). Kebijakan Bapak Presiden luar biasa. Itu yang dimaksud,”

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa orang desa tidak terlalu terpengaruh oleh krisis rupiah, karena mereka lebih mengandalkan pertanian sebagai sumber penghasilan utama. Dalam peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), ia menepis anggapan bahwa perekonomian Indonesia akan runtuh akibat nilai tukar rupiah yang mencapai Rp17.600 per dolar AS.

“Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar ‘Indonesia akan collapse, akan chaos’… Orang rakyat di desa nggak pake dolar kok,”

Amran menambahkan bahwa penjelasan Prabowo dilakukan dengan bahasa yang sederhana, sementara rincian teknisnya diungkapkan oleh para menteri. Ia menekankan bahwa kebijakan Main Agenda tidak hanya berfokus pada aspek eksternal, tetapi juga mencakup dukungan langsung kepada masyarakat desa. Kestabilan ketersediaan pangan dan energi menjadi indikator utama bahwa Indonesia masih kuat dalam menghadapi tekanan ekonomi global.

Dengan kondisi ini, Main Agenda terus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat pedesaan, agar masyarakat memahami bahwa perubahan nilai tukar rupiah bukanlah ancaman mutlak, tetapi bisa menjadi peluang jika dikelola secara bijak. Sebagai contoh, harga ekspor komoditas pertanian meningkat, sehingga meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat perekonomian daerah.

Meski begitu, Amran tetap mengakui bahwa perubahan ekonomi global perlu dipantau dengan cermat. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meminimalkan risiko melalui pengawasan harga dan kebijakan subsidi. Hal ini mencerminkan Main Agenda yang bertujuan untuk menjaga kesejahteraan rakyat, baik dari segi pangan maupun kebutuhan pokok.

MORE FROM THIS CATEGORY