Main Agenda: “Dikhianati” Kawan Sendiri, Rencana Trump Gagal Total

2 months ago  ·  2 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
presiden-as-donald-trump-menyampaikan-pidato-di-amfiteater-memorial-selama-acara-hari-peringatan-di-pemakaman-nasional-arlingt-1780374351487_169

Dikhianati” Kawan Sendiri, Rencana Trump Gagal Total

Dailynesia.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil keputusan untuk menghentikan pembentukan dana kompensasi senilai hampir US$1,8 miliar atau sekitar Rp32 triliun. Rencana ini sebelumnya memicu perdebatan di kalangan Partai Republik. Langkah pembatalan dilakukan setelah muncul penolakan dari senator-senator Republik yang khawatir dana tersebut bisa digunakan untuk membayar pelaku penyerangan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

Penolakan dari Senator Republik

Pengumuman pembatalan dana kompensasi disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Jaksa Agung Amerika Serikat, Todd Blanche, dalam sidang dengan anggota parlemen pada Selasa. “Kami tidak akan melanjutkan pembayaran dana tersebut,” kata Blanche, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (3/6/2026). “Titik.” Pernyataan tegas itu menandai akhir perdebatan yang memicu ketegangan internal Partai Republik.

Asal Usul Dana Kompensasi

Dana yang dikenal sebagai dana anti-penyalahgunaan kekuasaan muncul dari penyelesaian hukum antara Trump dan Departemen Kehakiman AS. Kesepakatan ini dibuat untuk menyelesaikan gugatan US$10 miliar yang diajukan Trump terhadap Internal Revenue Service (IRS) terkait dugaan penanganan tidak semestinya terhadap catatan pajaknya. Sebagai bagian dari kesepakatan, pemerintah juga menyetujui larangan audit terhadap catatan pajak lama Trump dan keluarganya.

Kontroversi yang Memanas

Masalah memanas bulan lalu ketika Blanche menolak memberikan jaminan bahwa pelaku kerusuhan Capitol tidak akan memenuhi syarat menerima kompensasi. Sikap ini memicu kemarahan sejumlah senator Republik yang menilai dana bisa dipakai secara tidak tepat. Penolakan dari kubu Trump sendiri menjadi sorotan karena jarang anggota Partai Republik secara terbuka menentang agenda presiden.

Imbas pada Rancangan Undang-Undang

Kontroversi dana tersebut juga mengganggu pembahasan rancangan undang-undang senilai US$72 miliar yang bertujuan mendanai operasi imigrasi dan patroli perbatasan. Beberapa pemimpin Kongres mempertanyakan kemungkinan kelolosan paket anggaran jika dana anti-penyalahgunaan kekuasaan tetap dipertahankan. Sumber internal Gedung Putih menyebut masa depan politik Blanche bergantung pada kemampuannya meredakan kekhawatiran anggota parlemen.

Reaksi Trump terhadap Polemik

Di tengah ketegangan, Trump akhirnya memberikan pernyataan. Pada Selasa siang, ia mengunggah tautan ke artikel di platform Substack berjudul “

Kebenaran yang Tidak Akan Diceritakan Media Tentang Dana Anti-Penyalahgunaan Kekuasaan

“. Tulisan tersebut memuji Trump karena membantu korban penyalahgunaan kekuasaan pemerintah, sementara mengkritik media dan Partai Demokrat yang menyebut dana sebagai alat politik tanpa pengawasan ketat. Meski demikian, unggahan Trump tidak langsung menyebut keputusan Blanche yang diumumkan beberapa jam setelahnya.

MORE FROM THIS CATEGORY