Latest Program: Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Bisa Menguat ke Rp 15.000/USD
Peluncuran Festival Keuangan sebagai Bagian dari Latest Program
Dailynesia.com – Menjadi sorotan saat CNBC Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar Jogja Financial Festival 2026, yang berlangsung pada 22 hingga 23 Mei 2026. Acara ini dirancang untuk memperkuat kebijakan ekonomi nasional melalui serangkaian diskusi, edukasi, dan pameran yang melibatkan pelaku bisnis, lembaga keuangan, serta pemerintah. Fokus utama dari Latest Program adalah mendorong stabilitas nilai tukar rupiah, dengan harapan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dan mengurangi risiko tekanan mata uang asing.
Dalam rangkaian acara tersebut, pembicara utama seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut memberikan pandangan penting. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan Latest Program tidak hanya sebatas pada upaya penguatan rupiah, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek ekonomi makro yang lebih luas. Kebijakan yang diterapkan di bawah bendera Latest Program diharapkan mampu menciptakan lingkungan investasi yang kondusif serta meningkatkan daya saing sektor ekspor Indonesia di tingkat internasional.
Peran BUMN dalam Mewujudkan Tujuan Latest Program
Menteri Purbaya menjelaskan bahwa penguatan rupiah menjadi prioritas utama dalam Latest Program, terutama melalui kebijakan penguatan nilai tukar yang dijalankan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu BUMN kunci adalah PT Danantara Sumber Daya Indonesia, yang dibentuk khusus untuk mengelola ekspor komoditas strategis seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan Ferro Alloy. Menurut Purbaya, keberadaan BUMN ini bertujuan memerangi praktik transfer pricing dan under invoicing yang sering memengaruhi aliran devisa.
“Dengan menetapkan BUMN khusus untuk ekspor, pemerintah mampu mengendalikan harga jual komoditas strategis dan memastikan keuntungan ekspor tetap terjaga di dalam negeri. Ini menjadi bagian integral dari Latest Program untuk menciptakan kestabilan ekonomi dan meningkatkan daya tukar rupiah,” terang Purbaya.
Menurut analisis, pembentukan BUMN seperti Danantara Sumber Daya Indonesia juga bertujuan mengurangi ketergantungan pada perusahaan swasta dalam pengelolaan ekspor. Dengan memperkuat peran BUMN, Latest Program diharapkan dapat memastikan bahwa kebijakan devisa berjalan efektif dan berkelanjutan, sehingga menghindari pergerakan mata uang asing yang terlalu cepat dan tidak terduga.
Kebijakan Devisa dan Pertumbuhan Ekonomi dalam Latest Program
Salah satu kebijakan utama dalam Latest Program adalah penerapan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang diterapkan pada komoditas Sumber Daya Alam (SDA). Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga aliran devisa tetap stabil di dalam negeri, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut data terbaru, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% pada triwulan pertama 2026, yang menunjukkan kinerja positif meski di tengah tantangan global.
“DHE menjadi alat penting dalam Latest Program untuk memastikan devisa negara tetap memadai. Dengan memperkuat pengelolaan devisa, pemerintah bisa meningkatkan daya tukar rupiah secara bertahap, sekaligus mengurangi tekanan inflasi yang diakibatkan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok,” jelas Purbaya.
Menurut Menkeu, kebijakan DHE juga dilengkapi dengan regulasi pengawasan yang ketat terhadap transaksi internasional. Hal ini diperlukan untuk menjaga agar devisa tidak tergerus secara cepat, seiring dengan peningkatan permintaan barang dan jasa dari luar negeri. Dengan strategi ini, pemerintah menargetkan rupiah dapat mencapai Rp 15.000 per USD dalam beberapa bulan ke depan, sesuai dengan visi Latest Program.
Stabilitas Anggaran sebagai Fondasi Latest Program
Stabilitas keuangan pemerintah menjadi pondasi utama dalam mencapai tujuan Latest Program. Data terkini menunjukkan bahwa Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di bawah 3%, yang menunjukkan upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi anggaran nasional. Menurut Purbaya, angka ini menjadi indikator bahwa pemerintah mampu mengelola belanja publik secara bijak, sehingga tidak mengganggu stabilitas nilai tukar.
“Kestabilan APBN tidak hanya mencegah kenaikan bunga, tetapi juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan kebijakan moneter. Dengan defisit tetap terkendali, Latest Program bisa menghadirkan kepercayaan pasar terhadap rupiah sebagai mata uang yang kuat dan aman untuk investasi,” tegas Purbaya.
Kebijakan ini juga diperkuat oleh adanya pengendalian inflasi yang lebih ketat. Pemerintah terus memantau harga-harga barang pokok dan mencoba mengurangi fluktuasi yang bisa mengakibatkan tekanan terhadap nilai tukar. Dengan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang seimbang, Latest Program diharapkan mampu menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih sehat dan menarik bagi investor domestik maupun asing.
Strategi Penguatan Rupiah dalam Konteks Global
Penguatan rupiah ke Rp 15.000 per USD bukanlah target yang mudah, tetapi Menkeu Purbaya yakin dapat tercapai melalui tiga strategi utama dalam Latest Program. Pertama, pengoptimalan kebijakan devisa melalui DHE dan pengelolaan BUMN. Kedua, peningkatan produktivitas sektor ekspor untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan. Ketiga, pengendalian inflasi dengan menjaga ketersediaan barang dan jasa secara stabil.
“Kami optimis rupiah bisa bergerak naik, karena kebijakan Latest Program telah menyesuaikan dengan kondisi global yang dinamis. Dengan mengatur aliran devisa dan meningkatkan daya saing ekspor, nilai tukar rupiah akan lebih terjaga, terutama di tengah persaingan yang ketat dengan mata uang utama lainnya,” ungkap Purbaya.
Purbaya menambahkan bahwa keberhasilan penguatan rupiah juga bergantung pada kinerja sektor pertanian dan energi. Pemerintah sedang berupaya meningkatkan produksi komoditas seperti kelapa sawit dan batu

