Purbaya Kena Deep Fake & Hoaks Soal Program Dana Hibah Rp 900 M

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
91948df5-b3ab-43b9-a946-d0f551c2017b-0

Deep Fake Hoaks Dana Hibah Rp 900 Miliar Mengguncang Purbaya

Program Dana Hibah Terbaru Jadi Korban Penipuan Digital

Dailynesia.com – Video deep fake yang menggambarkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebar pesat di platform media sosial, menimbulkan kebingungan di kalangan publik. Video tersebut menampilkan Menkeu Purbaya menyampaikan informasi mengenai program dana hibah senilai Rp 900 miliar, yang dianggap sebagai bentuk bantuan untuk masyarakat. Namun, video ini ditemukan sebagai penipuan yang dibuat dengan teknologi deep fake. Pemilik akun TikTok bernama Bantuan Dana Hibah adalah sumber utama penyebaran konten tersebut.

Dengan adanya video ini, Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kritis dan waspada terhadap berita yang diduga palsu. Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kemenkeu menegaskan bahwa konten deep fake ini bertujuan untuk mengganggu kredibilitas program dana hibah terbaru yang sedang digulirkan pemerintah. “Masyarakat perlu lebih waspada terhadap penyebaran video dan berita palsu yang mengatasnamakan Menkeu,” tulis Tim PPID Kemenkeu melalui akun media sosialnya, dikutip Senin (11/5/2026).

“Masyarakat perlu lebih waspada terhadap penyebaran video dan berita palsu yang mengatasnamakan Menkeu,” tulis Tim PPID Kemenkeu melalui akun media sosialnya, dikutip Senin (11/5/2026).

Histori Penyebaran Hoaks di Kemenkeu

Sebelumnya, Kemenkeu juga menghadapi serangkaian informasi palsu yang menyeret Sekretariat Jenderal Kemenkeu. Tahun lalu, pesan berantai di aplikasi WhatsApp tersebar dengan pengirim yang mengaku sebagai Sekretaris Jenderal yang dijabat Heru Pambudi. Situasi serupa terjadi kembali dengan adanya video deep fake kali ini, yang menimbulkan keraguan terhadap keaslian program dana hibah terbaru. Kemenkeu menegaskan bahwa program dana hibah ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kebijakan ekonomi dan sosial.

Menurut sumber internal Kemenkeu, video deep fake ini direkam dan diedit untuk menyerupai gaya komunikasi Menkeu Purbaya. Video tersebut menyebar cepat di TikTok dan media sosial lainnya, menarik perhatian ribuan pengguna. Meski sejumlah orang mempercayai isi video, Kemenkeu langsung mengklaim bahwa tidak ada program dana hibah sebesar Rp 900 miliar yang diluncurkan dalam waktu yang sama.

Langkah Pemerintah Meminimalkan Dampak Hoaks

Kemenkeu meminta masyarakat untuk memverifikasi sumber informasi sebelum membagikan berita terkait kebijakan pemerintah. “Kita perlu memastikan bahwa informasi yang diunggah benar dan tidak menyesatkan,” kata seorang pejabat Kemenkeu. Selain itu, pihak Kemenkeu juga bekerja sama dengan platform media sosial untuk mengidentifikasi dan menindaklanjuti konten yang berpotensi menipu. Mereka menekankan bahwa program dana hibah terbaru adalah bagian dari kebijakan yang dirancang untuk mengalokasikan dana secara transparan kepada masyarakat yang memenuhi syarat.

Sebagai langkah preventif, Kemenkeu juga mengajak masyarakat untuk mengikuti akun resmi mereka di media sosial dan memantau informasi terkait program dana hibah. “Latest Program ini tidak hanya tentang anggaran, tetapi juga kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah,” jelas sumber dari Kemenkeu. Dengan memperkuat komunikasi dan transparansi, pemerintah berharap masyarakat lebih mudah membedakan berita asli dari hoaks digital.

Pada hari yang sama, Kemenkeu mengirimkan surat edaran untuk semua instansi pemerintah terkait agar lebih waspada terhadap penyebaran informasi palsu. Mereka juga menyediakan panduan lengkap tentang cara mengenali deep fake dan mengambil langkah-langkah tindakan jika menemukan konten yang mempermainat kebijakan. Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME bisa diakses melalui telepon 134, email info@kemenkeu.go.id, atau menu “Hubungi Kami” di situs web www.kemenkeu.go.id.

Menurut analisis dari badan pengawasan digital, video deep fake ini memanfaatkan teknologi editing canggih untuk mengubah wajah dan suara Menkeu Purbaya. Dengan hasil yang sangat realistis, video ini mampu menipu pengguna yang tidak memeriksa sumbernya secara teliti. Kemenkeu menyatakan bahwa mereka akan terus memantau dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penyebaran informasi palsu yang mengganggu publik.

Dalam upaya mengatasi masalah deep fake, Kemenkeu juga mengajak masyarakat untuk melibatkan diri dalam mengawasi kebenaran informasi. “Latest Program ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi digital bisa dimanfaatkan baik untuk kebaikan maupun penipuan,” tambah pejabat Kemenkeu. Dengan meningkatkan kesadaran digital, diharapkan masyarakat lebih mampu membedakan fakta dan opini dalam menyebarkan berita. Program dana hibah menjadi pusat perhatian karena jumlah dana yang besar dan dampak sosial yang signifikan.

MORE FROM THIS CATEGORY