Purbaya Jamin Harga-harga Terkendali Meski Dolar Betah di Rp17.600

3 months ago  ·  2 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
d6f6ee3b-c8ef-4e0c-b30b-ced36dbb754b-0

Latest Program: Purbaya Pastikan Harga Terkendali Meski Rupiah Melemah

Dailynesia.com – Dalam konferensi pers terkini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah akan memastikan stabilitas harga barang di dalam negeri, meski rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Purbaya menegaskan bahwa nilai tukar rupiah yang stabil di level Rp17.600 tidak akan mengganggu kinerja ekonomi yang positif, khususnya dalam program Latest Program yang menjadi fokus pembangunan nasional.

Economic Context and Government Policies

Kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 menunjukkan pertumbuhan yang menguat, mencapai 5,61% tahun ke tahun, di bawah tekanan inflasi rendah yang tetap terjaga di sekitar 2,42%. Angka ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi, terutama selama Latest Program diterapkan untuk mendorong pertumbuhan sektor kunci seperti manufaktur dan pertanian.

Purbaya menyoroti bahwa kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang berlangsung hingga akhir tahun menjadi penopang penting bagi daya beli masyarakat. Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus bergerak, kebijakan ini diharapkan mampu menekan dampak inflasi dan menjaga keseimbangan harga barang. “Kami yakin Latest Program akan membantu mempertahankan kondisi ekonomi yang stabil,” katanya dalam pernyataan resmi.

Pembangunan Latest Program juga memperhatikan dinamika global, termasuk perubahan harga minyak yang memengaruhi nilai tukar rupiah. Meski ada tekanan dari gejolak pasar keuangan, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki kapasitas anggaran untuk menstabilkan situasi. Kebijakan ini disusun berdasarkan analisis mendalam, termasuk proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III-2026.

Market Reactions and Future Outlook

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan di akhir perdagangan hari Selasa (19/5/2026), ditutup di level Rp17.695/US$ berdasarkan data Refinitiv. Meski demikian, Purbaya menekankan bahwa Latest Program akan memberikan kepastian bagi pasar dalam menghadapi volatilitas ini. “Kami telah menyiapkan mekanisme untuk mengurangi risiko perubahan nilai tukar terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Indeks dolar AS (DXY) mencapai angka 99,172 pada pukul 15.00 WIB, mencerminkan dominasi mata uang AS di pasar global. Meski rupiah mengalami tekanan, Purbaya yakin bahwa Latest Program akan membantu meminimalkan dampaknya terhadap harga barang. Kebijakan ini mencakup pengawasan harga pangan, subsidi BBM, dan pengaturan impor yang lebih terarah.

Berdasarkan proyeksi yang diumumkan dalam Latest Program, pemerintah mengharapkan inflasi tetap terkendali di bawah 3% pada akhir tahun 2026. Ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5%–6,5%, yang akan diperkuat oleh kebijakan stimulus dan peningkatan investasi di sektor produktif. Purbaya menegaskan bahwa langkah-langkah ini selaras dengan visi pemerintah untuk mendorong ekonomi berkelanjutan.

MORE FROM THIS CATEGORY