Prabowo Bawa Pulang ‘Kerjasama’ Rp61,25 Triliun dari Prancis

2 months ago  ·  2 min read
By David Williams - dailynesia.com
presiden-menghadiri-forum-ceo-indonesiaprancis-bersama-presiden-prancis-emmanuel-macron-instagrampresidenrepublikindonesia-1780035130476_169

Latest Program: Prabowo Bawa Pulang Kerjasama Rp61,25 Triliun dari Prancis

Dailynesia.com – Dalam kunjungan resmi ke Prancis, Presiden RI Prabowo Subianto kembali menorehkan pencapaian penting dengan membawa pulang latest program berupa kerja sama bernilai Rp61,25 triliun. Berlangsung pada 28 Mei 2026, pertemuan antara Indonesia dan Prancis dianggap sebagai titik balik dalam memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor utama, seperti pertahanan, ekonomi, investasi, dan perdagangan.

Kerja Sama Strategis Melalui Forum Bisnis Tingkat Tinggi

Peluncuran France-Indonesia High Level Business Council menjadi bagian integral dari latest program ini, dengan menjadi wadah untuk mempercepat kolaborasi antara pelaku usaha kedua negara. Dalam acara tersebut, empat kesepakatan komersial baru ditandatangani, mencakup bidang ketahanan energi, perdagangan, dan pertahanan. “Kerja sama ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam mendorong latest program yang saling menguntungkan,” tulis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, forum bisnis ini tidak hanya menjadi platform dialog, tetapi juga penggerak utama dalam meningkatkan investasi dan perdagangan. “Dengan latest program ini, kita bisa menggarap potensi ekonomi kedua negara secara lebih efektif,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis oleh Biro Pers, Media, dan Informasi.

Detail Kesepakatan dan Dampak Ekonomi

Kerja sama bernilai Rp61,25 triliun tersebut mencakup empat bidang kunci, termasuk pengembangan sumber daya alam dan infrastruktur. Sejumlah 30 tokoh usaha dari Indonesia dan Prancis hadir dalam forum ini, yang dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Keseluruhan perusahaan yang terlibat memiliki kapitalisasi pasar mencapai US$1,3 triliun, menunjukkan tingkat keterlibatan yang signifikan.

Pelaksanaan latest program ini juga ditandai dengan kehadiran Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menekankan pentingnya kolaborasi jangka panjang. Dalam wawancara bersama, Macron mengatakan bahwa kerja sama ini akan membuka peluang baru dalam teknologi, pendidikan, dan pariwisata. “Kita memiliki potensi besar untuk menjalin latest program yang berkelanjutan,” katanya.

Dewan bisnis yang dipimpin oleh Antoine de Saint-Affrique, CEO Danone, dan Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia, diharapkan menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan sektor swasta. Rosan Roeslani menambahkan bahwa latest program ini tidak hanya menambah nilai ekspor, tetapi juga menciptakan peluang investasi dalam sektor strategis seperti energi terbarukan dan manufaktur.

MORE FROM THIS CATEGORY