Pipa Gas Sumatra-Jawa Bisa Tersambung di 2028

3 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
pipa-gas-yang-dioperasikan-pt-pertamina-gas-pertagas-1773124978719_169

Pipa Gas Sumatra-Jawa Bisa Tersambung di 2028

Dailynesia.com – Sebagai bagian dari Latest Program yang dicanangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah sedang mempercepat proses sambungan pipa gas antara Sumatra dan Jawa. Proyek ini bertujuan menghubungkan kebutuhan energi di dua pulau utama Indonesia, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan industri nasional. Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, mengungkapkan bahwa Latest Program ini menjadi prioritas untuk memastikan stabilitas pasokan gas bumi seiring meningkatnya permintaan energi di berbagai sektor.

Progres Pembangunan Pipa Dumai-Sei Mangkei

Salah satu proyek kunci dalam Latest Program adalah pembangunan ruas pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem), yang tengah dalam tahap akhir penyelesaian. Proyek ini diharapkan selesai pada 2027 dan menjadi jembatan utama untuk mengalirkan gas dari Blok Andaman di Sumatra Utara ke wilayah Jawa. Laode menyebutkan bahwa dengan selesainya jalur ini, infrastruktur gas nasional akan lebih terintegrasi, sehingga kebutuhan sektor industri, pembangkit listrik, dan hilirisasi gas dapat terpenuhi secara efisien.

“Tahun 2028, Sumatra sama Jawa tersambung. Sebenarnya yang belum nyambung itu tinggal Dumai Sei Mangkei itu aja. Kalau yang nyebrang Selat Sunda sudah ada, sudah ada pipanya,” ujar Laode dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, Selasa (19/5/2026).

Konektivitas antara Aceh dan Jawa Timur dianggap sebagai langkah strategis dalam Latest Program untuk mendorong keberlanjutan pasokan energi. Proyek ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan pada LPG dan mendorong transisi ke energi bersih. Laode menegaskan bahwa jika proyek ini berhasil, penggunaan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga akan lebih optimal, seiring pertumbuhan populasi dan urbanisasi di daerah-daerah terpencil.

Tantangan dan Solusi dalam Proyek Pipa Gas

Proses pengerjaan pipa gas Sumatra-Jawa tidak hanya melibatkan pembangunan fisik, tetapi juga koordinasi antar-instansi, termasuk pemerintah pusat, daerah, dan perusahaan swasta. Laode menjelaskan bahwa Latest Program ini dirancang untuk mengatasi hambatan dalam rantai pasok gas, seperti kesulitan dalam distribusi ke daerah-daerah dengan akses terbatas. Selain itu, proyek ini juga mendorong keterlibatan sektor swasta melalui skema kerja sama kemitraan (PKK) yang mempercepat pengembangan infrastruktur.

Konektivitas gas yang optimal akan meningkatkan kapasitas distribusi energi ke seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum terlayani sepenuhnya. Dengan Latest Program ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem jaringan gas yang lebih merata, sehingga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal. Selain itu, keberhasilan proyek ini akan menjadi fondasi untuk pengembangan jargas (jaringan gas rumah tangga) yang lebih luas, sesuai rencana pengembangan ekonomi ke berbagai wilayah.

Manfaat Strategis untuk Pertumbuhan Ekonomi

Proyek pipa gas Sumatra-Jawa tidak hanya menguntungkan sektor energi, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan Latest Program, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas produksi gas bumi sebesar 20% dalam beberapa tahun ke depan, yang akan didukung oleh jaringan distribusi yang lebih efisien. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong pengembangan industri hilirisasi gas, seperti produksi bahan bakar kerosen dan kebutuhan sektor manufaktur.

Laode Sulaeman juga menyebutkan bahwa Latest Program ini berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan menghubungkan Sumatra dan Jawa, penggunaan gas bumi dapat lebih terarah, sehingga mengurangi risiko ketergantungan pada impor energi. Selain itu, proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan tenaga kerja lokal dan meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah pesisir dan daerah terpencil. “Kita sudah jadi nih pipanya, siap untuk menerima,” tambahnya dalam wawancara terkait Latest Program.

Target selesainya proyek ini pada 2028 juga didukung oleh kemajuan teknologi dalam konstruksi pipa yang lebih cepat dan efektif. Proses pembangunan akan memanfaatkan kapasitas fasilitas transmisi yang sudah ada, serta menyesuaikan dengan kondisi geografis dan lingkungan. Dengan Latest Program, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini secara bertahap, sehingga mampu mengurangi dampak lingkungan dan meminimalkan hambatan dalam pelaksanaannya.

MORE FROM THIS CATEGORY