Pengusaha Sebut Ancaman PHK, Buruh Ungkap Sudah Ribuan Jadi Korban

2 months ago  ·  2 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
ilustrasi-phk-freepik_169

Latest Program: PHK Ancaman Pengusaha, Buruh Ungkap Ribuan Jadi Korban

Dailynesia.com – Dalam rangka Latest Program, CNBC Indonesia melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia kini menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang terus menguat. Rupiah yang kian melemah, tercatat mencapai Rp18.000 per dolar AS, telah memicu ketidaknyamanan di berbagai sektor usaha. Terutama industri tekstil, garmen, serta sektor manufaktur lainnya yang mengandalkan bahan baku impor, mengalami tekanan signifikan. Para buruh juga memberi pernyataan bahwa hingga kini, sudah ribuan karyawan yang terkena PHK, menunjukkan adanya krisis pekerjaan yang makin parah.

Teori Ekonomi di Balik Ancaman PHK

Kenaikan biaya produksi menjadi salah satu faktor utama yang memperparah situasi. Kurs dolar yang terus menanjak membuat biaya impor meningkat, terutama bagi perusahaan yang mengandalkan komoditas seperti benang, bahan kimia, dan mesin dari luar negeri. Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto, menjelaskan bahwa tekanan ini berdampak langsung pada operasional bisnis, karena mereka harus mengakomodasi biaya produksi yang lebih tinggi sambil mempertahankan harga jual dalam rupiah.

“Dalam Program Terbaru, kami merekomendasikan pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah stabilisasi kurs rupiah. Sebab, kondisi ini mempercepat PHK di industri tekstil dan garmen yang jadi tulang punggung ekonomi rakyat,” kata Roy kepada CNBC Indonesia, Senin (8/6/2026).

Dampak dari pelemahan rupiah juga merambat ke daya beli masyarakat. Dengan inflasi yang kian tinggi, konsumen kehilangan kemampuan membeli barang, yang berujung pada penurunan permintaan pasar. Situasi ini membuat perusahaan tidak hanya memangkas anggaran tetapi juga terpaksa melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan, karena keuntungan yang diperoleh semakin sempit.

Industri Paling Terdampak dan Strategi Pengusaha

Sektor tekstil dan garmen menjadi korban terberat karena produk-produknya dijual dalam rupiah, sementara biaya produksi dipengaruhi dolar AS. Menurut Roy, dari Januari 2026 hingga saat ini, anggota KSPSI yang terkena PHK mencapai sekitar 3.000 orang, terutama dari perusahaan-perusahaan kecil dan menengah (UKM). “Kami khawatir angka ini akan terus naik jika pemerintah tidak segera mengambil kebijakan yang tepat,” ujar Roy.

Banyak pengusaha juga memberikan tanggapan serupa. Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, mengungkapkan bahwa perusahaan mulai menghentikan rekrutmen baru dan mempercepat rencana PHK untuk menjaga arus kas. Dalam Program Terbaru, Benny menekankan pentingnya stabilisasi kurs rupiah agar bisnis bisa bertahan, terutama di tengah situasi ekonomi yang kritis.

Para pengusaha menilai bahwa sektor paling rentan adalah industri yang menggunakan bahan baku impor dan menjual produk dalam rupiah. Hal ini membuat margin keuntungan semakin sempit, sehingga mereka harus beradaptasi dengan mengurangi biaya operasional, termasuk PHK. Dalam program ini, para pekerja juga mengingatkan bahwa ancaman PHK tidak hanya terbatas pada sektor tertentu, tetapi mulai menyebar ke berbagai industri lain.

Program Terbaru ini menyoroti bahwa pelemahan rupiah bukan hanya masalah kuantitatif, tetapi juga kualitatif, karena berdampak pada kesejahteraan pekerja. Dengan situasi yang tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, buruh khawatir jumlah korban PHK akan terus meningkat, terutama jika perusahaan terpaksa melakukan langkah-langkah ekstrem seperti menutup produksi atau mengurangi tenaga kerja.

MORE FROM THIS CATEGORY