Kim Jong Un Pamer Rudal Baru, Pakai AI dan Mirip Punya AS
Dailynesia.com – Yang diperkenalkan oleh Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, mencuri perhatian dalam dunia militer global. Dalam upayanya memperkuat kemampuan pertahanan, pemimpin Korut tersebut mengungkapkan sistem rudal terbaru yang dirancang dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI), sehingga menyerupai senjata canggih milik Amerika Serikat. Rudal ini memiliki konfigurasi yang mirip dengan sistem Himars yang digunakan Washington, terutama dalam hal fleksibilitas penggunaan dan kemampuan menyerang target secara akurat. Latest Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan keunggulan militer Korea Utara di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas.
Peningkatan Kecerdasan Buatan dalam Rudal Korut
Dalam pameran terbaru, Kim Jong Un menekankan peran AI dalam memperbaiki sistem rudal. Teknologi ini memungkinkan peluncuran senjata berbasis truk yang mampu bergerak secara mandiri sebelum menyerang, meningkatkan daya tahan terhadap serangan drone atau sistem pengintaian musuh. Latest Program menggabungkan algoritma pengenalan target otomatis, sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan saat menghadapi ancaman. Menurut media pemerintah Korea Utara, sistem ini tidak hanya meningkatkan akurasi tembakan, tetapi juga memperluas jangkauan serangan hingga 60 mil, menyaingi kemampuan senjata Amerika Serikat.
Rudal yang digunakan dalam Latest Program ini menunjukkan kemajuan teknologi dalam kekuatan militer Korut. Dalam perbandingan dengan Himars, peluncur baru memiliki mekanisme pengisian amunisi yang lebih modern, serta kemampuan adaptif untuk menyesuaikan strategi saat bertempur. Para ahli mengatakan bahwa hal ini menandakan bahwa Korea Utara sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, sementara memperkuat keunggulan dalam era perang modern.
Fleksibilitas dan Kemampuan Serangan Rudal Baru
Dalam demonstrasi militer tahun lalu, rudal berbasis truk ini ditampilkan sebagai bagian dari Latest Program Korea Utara. Sistem tersebut memiliki keunggulan dalam kemampuan perpindahan cepat, menjadikannya lebih sulit untuk ditargetkan oleh sistem anti-peluncuran. Kombinasi rudal balistik dan roket artileri dalam Latest Program ini dinilai bisa menggoyahkan pertahanan negara-negara tetangga, terutama di dekat perbatuan dengan Korea Selatan.
Latest Program juga menunjukkan peningkatan di sektor angkatan laut dan penggunaan satelit pengintai. Dalam rencana lima tahun yang diumumkan Kim Jong Un, Korut berencana memperluas kemampuan operasi laut dan menambah sistem pengintaian untuk memperkuat keunggulan taktis. Hal ini berdampak pada kemampuan Korut untuk merespons ancaman dari berbagai arah, termasuk darat, laut, dan udara.
Peran Ekspor Senjata dalam Latest Program
Kim Jong Un memperlihatkan keinginan untuk memperluas pasar ekspor senjata melalui Latest Program. Dengan menggabungkan teknologi AI dan kemiripan dengan senjata AS, Korea Utara semakin berdaya saing dalam menjual sistem rudal ke negara-negara lain, termasuk Rusia. Hong Min, peneliti senior di Institut Unifikasi Nasional Korea, menyebutkan bahwa Latest Program ini menjadi bagian dari strategi Korut untuk memperbaiki kemampuan garis depan dan menarik mitra dagang strategis.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Latest Program yang dikembangkan Korut tidak hanya fokus pada pertahanan domestik, tetapi juga pada keunggulan di medan internasional. Kim Jong Un menyatakan bahwa senjata ini akan digunakan untuk menciptakan ketakutan ekstrem pada musuh.
“Persenjataan kami telah diperbarui agar sesuai dengan peperangan modern dan menanamkan ‘kegelisahan dan ketakuan yang ekstrem pada musuh,’” ujar Kim.
Hal ini menunjukkan bahwa Latest Program adalah bagian dari upaya Korea Utara untuk memperkuat posisinya dalam arena politik dan militer global.
Dalam bulan Februari, Kim juga mengungkapkan kemajuan dalam sistem roket peluncur ganda 600mm yang mengintegrasikan AI. Selain itu, ia memeriksa drone bunuh diri yang diduga memiliki teknologi serupa. Latest Program ini menggambarkan evolusi senjata Korut yang tidak hanya bersifat defensif, tetapi juga ofensif, dengan kemampuan menyerang dari berbagai jarak dan posisi.

