Imbas Perang, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Beras-Pupuk ke RI

3 months ago  ·  2 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
presiden-prabowo-subianto-saat-dalam-acara-panen-raya-jagung-serentak-dan-groundbreaking-10-gudang-ketahanan-pangan-polri-sabt-1778926194724_169

Imbas Perang, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Beras-Pupuk ke RI

Dailynesia.com – Dalam pidato di acara peresmian Museum dan Rumah Singgah Ibu Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026), Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sejumlah negara mulai menunjukkan kebutuhan akan bantuan dari Indonesia akibat gejolak politik global akhir-akhir ini. Ia menjelaskan bahwa perang di Timur Tengah memicu gangguan pada distribusi bahan bakar minyak internasional, yang memengaruhi ketersediaan pupuk dan beras di berbagai wilayah.

Pengaruh Penutupan Selat Hormuz

Prabowo menekankan bahwa penutupan Selat Hormuz, yang biasanya mengangkut sekitar 20 persen minyak mentah dunia, memicu ketidakstabilan rantai pasok global. Hal ini menyebabkan banyak negara mengalami kesulitan dan kepanikan karena terganggunya pasokan energi. “Banyak negara kesulitan, panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup,” katanya dalam sambutan.

Kebutuhan Pupuk dan Langkah Indonesia

Situasi tersebut berdampak pada industri pupuk internasional, karena sebagian besar bahan baku pupuk berasal dari minyak dan gas bumi. Prabowo menyebut sejumlah negara, termasuk Australia, telah mengajukan permintaan untuk pupuk urea ke Indonesia. Ia menuturkan bahwa pemerintah menangani permintaan tersebut secara bijak, tanpa terburu-buru atau terlalu percaya diri.

“Banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada di pihak yang bisa memberi bantuan,” jelas Prabowo.

Menurut presiden, Indonesia telah menjual 500 ribu ton urea ke Australia. Negara-negara lain seperti Filipina, India, Bangladesh, dan Brasil juga tercatat sebagai pemesan pupuk dari pihak Indonesia. “Kita sudah jual ke Australia 500 ribu ton pupuk. Filipina juga minta, India, Bangladesh, Brazil, perintah saya bantu semua,” tambahnya.

Ketahanan Pangan sebagai Fokus Utama

Selain pupuk, Prabowo mengungkapkan bahwa minat negara-negara lain untuk membeli beras dari Indonesia semakin meningkat. Ia menilai hal ini membuktikan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional dan mencapai swasembada pertanian. “Bayangkan kalau kita tidak swasembada, kalau kita tidak buru-buru menyelesaikan masalah pertanian,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjaga ketersediaan pangan. Ia menyebut sang menteri sering berada di lapangan untuk mengawasi sektor pertanian. Selain itu, presiden memberikan ucapan terima kasih kepada TNI dan Polri atas dukungan mereka dalam program pangan serta pembangunan gudang dan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

MORE FROM THIS CATEGORY