Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kronologi Operasi SAR Speed Boat Hilang Dekat Krakatau, Hasil: Nihil

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Linda Davis - dailynesia.com

Foto : Linda Davis - dailynesia.com

Pencarian Speed Boat Jurnalis di Selat Sunda Belum Membuahkan Hasil

Dailynesia.com – Operasi pencarian terhadap speed boat yang membawa delapan orang, termasuk lima jurnalis, masih berlangsung di perairan Selat Sunda dekat Gunung Anak Krakatau. Hingga Rabu, 9 September 2026, tim gabungan belum menemukan kapal maupun para penumpangnya.

Rombongan tersebut berangkat untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, yang terus mengalami erupsi sejak 2 Juli 2026. Status gunung api itu hingga kini berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi yang terjadi pada Sabtu, 5 September 2026, juga sempat memicu penyebaran abu vulkanik ke daratan, termasuk sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jakarta, serta berdampak pada pembatalan penerbangan di beberapa bandara.

Laporan Hilang Kontak Diterima Selasa Siang

Deputi Bidang Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, menyampaikan kronologi operasi melalui video yang diunggah akun Instagram resmi BASARNAS pada Rabu malam.

“Pertama-tama kami dari BASARNAS menyampaikan turut prihatin atas musibah kapal speed boat yang membawa beberapa jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Saya akan sampaikan informasi kronologis yang kami terima dan aksi yang dilakukan BASARNAS,” kata Edy.

Kantor SAR Banten menerima informasi kehilangan kontak pada Selasa, 8 September 2026, pukul 13.55 WIB. Informasi itu disampaikan Bayu, jurnalis Antara-Banten, setelah rekan-rekannya yang bertugas ke kawasan Gunung Anak Krakatau tidak dapat dihubungi sejak Senin, 7 September 2026.

Perjalanan rombongan dimulai dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, pada Senin pukul 14.00 WIB. Kontak terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB saat korban berkomunikasi dengan jurnalis Lampung bernama Abay. Setelah komunikasi tersebut, tidak ada kabar lanjutan dari speed boat yang membawa tim peliputan itu.

Delapan Orang Berada di Dalam Kapal

Jumlah orang di dalam speed boat tercatat delapan orang. Mereka terdiri atas lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu. Warta bertugas sebagai kapten kapal, sementara Suratman merupakan anak buah kapal atau ABK. Heriyanto berada dalam rombongan sebagai guide.

Lima jurnalis yang ikut dalam perjalanan tersebut adalah Bagus dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang bekerja sebagai freelancer. Mereka menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan agenda peliputan aktivitas gunung api tersebut.

Keberadaan kawasan vulkanik aktif membuat operasi ini memiliki tantangan tersendiri. Tim pencari harus bekerja di wilayah perairan Selat Sunda yang berdekatan dengan area berbahaya di sekitar Gunung Anak Krakatau. Karena itu, keselamatan personel SAR dan pihak lain yang terlibat tetap menjadi bagian penting dari operasi.

Pencarian Hari Pertama Tidak Menemukan Jejak

Operasi SAR mulai dilakukan pada Selasa, 8 September 2026. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tetuka dan satu unit rigid inflatable boat atau RIB ke titik dugaan hilangnya kontak. Area awal pencarian berada pada radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

“Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tetuka dan 1 unit rib menuju lokasi loss contact pada radius 3,2 km dari Gunung Anak Krakatau dengan hasil NIHIL,” ujar Edy.

Pencarian kemudian diperluas pada Rabu, 9 September 2026. Tim SAR membagi wilayah operasi dengan luas total 68,3 mil laut. KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari BASARNAS Banten dikerahkan dalam operasi tersebut, bersama RIB 02 Lampung milik BASARNAS Lampung.

Upaya pencarian juga didukung sejumlah unsur lain. KAL Anyer dari Lanal Banten, KP Sanjaya 7017 dari Polairud Mabes Polri, Polisi Air Banten, TNI AL, serta potensi SAR lainnya turut membantu penyisiran. Ambulans dari FBN juga disiagakan sebagai bagian dari dukungan operasi di lapangan.

“Sampai saat ini, hasil operasi pencarian masih NIHIL,” kata Edy.

Istilah nihil dalam operasi ini berarti tim belum menemukan objek pencarian, baik speed boat maupun tanda-tanda yang dapat mengarah pada lokasi para korban. Kondisi tersebut membuat pencarian harus diteruskan dengan cakupan area yang luas dan koordinasi antarinstansi.

Imbauan bagi Kapal yang Melintas

BASARNAS menyatakan akan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menemukan delapan orang tersebut. Masyarakat pesisir dan kapal-kapal yang melintas di wilayah operasi juga diminta segera menyampaikan informasi apabila melihat benda, kapal, atau kondisi yang berkaitan dengan pencarian.

“BASARNAS akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada untuk pencarian. Kami mengimbau seluruh masyarakat dan kapal-kapal yang melintas sepanjang wilayah pencarian agar memberikan informasi jika mengetahui objek pencarian,” tegas Edy.

Selain fokus pada pencarian speed boat, masyarakat diminta tetap mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Edy mengingatkan agar tidak mendekati radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau, mengingat gunung itu masih berada dalam status Siaga.

Larangan mendekati area tersebut penting diperhatikan, khususnya bagi nelayan, operator kapal wisata, dan pihak lain yang beraktivitas di Selat Sunda. Aktivitas vulkanik dapat berubah, sementara operasi pencarian membutuhkan ruang aman agar seluruh unsur yang bekerja dapat bergerak secara optimal.

“BASARNAS melaksanakan seluruh operasi SAR seoptimal mungkin dibantu semua pihak. Mohon doanya agar proses pencarian korban berjalan lancar, aman, dan selamat, serta seluruh korban ditemukan selamat,” ucap Edy.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kronologi Operasi SAR Speed Boat Hilang?

Kronologi Operasi SAR Speed Boat Hilang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kronologi Operasi SAR Speed Boat Hilang matter?

Kronologi Operasi SAR Speed Boat Hilang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.