Video: Prabowo “Singgung” PDIP di Depan Sidang DPR RI, Sebut Hal Ini

3 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
f41bc4d7-a6d3-4fa3-b042-1997f1f7e157-0

Video: Prabowo Subianto Bahas Key Strategy di Sidang DPR RI, Tonton Penjelasannya

Dailynesia.com – Menjadi topik utama dalam sidang Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun 2025-2026, di mana Prabowo Subianto, Presiden RI, menyampaikan strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global. Ia menegaskan bahwa penyusunan RAPBN 2027 harus diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan dunia yang semakin ketat. Selain itu, Prabowo memaparkan peran kunci yang dimainkan oleh Key Strategy dalam menciptakan kebijakan fiskal dan ekonomi yang seimbang.

Detail KEM-PPKF RAPBN 2027

Key Strategy terwujud dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027, yang dirancang untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Dokumen ini menetapkan target pendapatan pemerintah sebesar 11,82%-12,40% dari PDB, dengan defisit anggaran mencapai 1,8%-2,4% dari PDB. Pertumbuhan ekonomi juga ditargetkan berkisar antara 5,8%-6,5% per tahun. Prabowo menekankan bahwa Key Strategy ini bertujuan untuk mendukung prioritas pemerintah, seperti pengembangan SDM dan perluasan akses layanan publik.

“Key Strategy merupakan bagian dari upaya memastikan kebijakan fiskal yang pro-rakyat dan berkelanjutan,” ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Menurut Prabowo, strategi ini perlu diimbangi dengan penyesuaian kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa meskipun Indonesia memiliki keunggulan sebagai eksportir batu bara, sawit, dan ferro alloy terbesar dunia, rasio penerimaan negara terhadap PDB masih kalah dari negara-negara seperti Filipina dan Meksiko. Hal ini memperkuat kebutuhan Key Strategy untuk memperbaiki efisiensi pengelolaan keuangan negara.

Prioritas Kebijakan Ekonomi

Key Strategy juga menjadi pemandu dalam program pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan. Prabowo menyebut fasilitas es sebagai salah satu elemen penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru sebagai bagian dari visi membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

“Dengan Key Strategy, kita harus menjamin bahwa kebijakan ekonomi tidak hanya menguntungkan sektor besar, tetapi juga menjangkau masyarakat pedesaan dan kelas menengah,” tambah Prabowo.

Pembangunan desa nelayan dan peningkatan kesejahteraan guru menjadi dua poros utama Key Strategy pemerintah. Prabowo menegaskan bahwa strategi ini dirancang untuk menutup kesenjangan ekonomi dan memastikan distribusi kekayaan lebih merata. Ia juga mengingatkan bahwa Key Strategy perlu diimplementasikan secara konsisten agar bisa mencapai hasil yang maksimal dalam jangka panjang.

Key Strategy mencakup berbagai inisiatif seperti pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Prabowo menekankan bahwa semua sektor ini harus terintegrasi dalam satu visi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Di sisi lain, ia menyebut bahwa tata kelola keuangan negara harus diperbaiki agar bisa mendukung Key Strategy secara efektif.

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga membahas peran DPR RI dalam memastikan Key Strategy berjalan sesuai harapan. Ia mengingatkan bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab untuk memantau kebijakan fiskal dan memberikan dukungan teknis kepada pemerintah. Key Strategy, menurutnya, bukan hanya tentang anggaran, tetapi juga tentang komitmen politik untuk mengarahkan sumber daya ke arah yang benar.

Key Strategy RAPBN 2027 diharapkan mampu menjadi solusi terhadap tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia. Prabowo menyoroti bahwa dengan strategi yang terukur, pemerintah bisa memastikan kebijakan fiskal tidak hanya menangani kebutuhan sekarang, tetapi juga mengatur kesejahteraan di masa depan. Tonton video lengkap Prabowo dalam sidang DPR RI untuk mengetahui detail lebih lanjut tentang Key Strategy yang dibahas hari ini.

MORE FROM THIS CATEGORY