Key Strategy: LRT Jakarta Tambah Konektivitas untuk Permudah Mobilitas
Dailynesia.com – Dalam tahun 2025, Key Strategy yang dijalankan oleh LRT Jakarta berhasil meningkatkan mobilitas warga dengan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang. Rata-rata penumpang per hari mencapai sekitar 4.000 orang, dengan tingkat kepuasan pelanggan yang tetap di atas 90%. Selain itu, performa layanan juga mencapai 99% ketepatan waktu dan memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) di atas 98%. Strategi ini bukan hanya fokus pada operasional yang stabil, tetapi juga pada integrasi sistem transportasi yang lebih luas, yang diharapkan memperkuat koneksi antar kawasan.
Meningkatkan Penggunaan Transportasi Umum
Roberto Akyuwen, Direktur Utama LRT Indonesia, menjelaskan bahwa Key Strategy menjadi inti dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Operasional KRL yang stabil dan penggunaan Kartu Layanan Gratis menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah penumpang. Menurut Akyuwen, strategi ini bertujuan untuk memindahkan lebih banyak warga dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi umum, yang berdampak positif pada pengurangan kemacetan dan penghematan biaya.
Direktur Utama LRT Indonesia, Roberto Akyuwen, mengatakan: “LRT Jakarta berupaya memperbaiki layanan untuk mengoptimalkan perpindahan warga dari transportasi pribadi ke publik. Ini mendukung visi pemerintah DKI Jakarta dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang lebih efisien.”
Strategi Key Strategy LRT Jakarta mencakup langkah-langkah seperti pengembangan rute baru, peningkatan jumlah stasiun, serta integrasi dengan layanan transpor umum seperti Trans Jakarta dan Micro Trans. Dengan sistem yang terpadu, warga dapat lebih mudah mengakses berbagai destinasi di kawasan Kelapa Gading dan Rawamangun, serta wilayah lain yang belum sepenuhnya terjangkau.
Ekspansi Rute dan Dukungan Infrastruktur
Kebijakan integrasi akan diperluas ke moda transportasi lain, termasuk MRT. Salah satu rute yang menjadi pusat perhatian adalah Pegangsaan Dua – Velodrome. Rute ini, yang berada di area strategis, berkontribusi hampir 50% dari total penumpang harian, bulanan, dan tahunan. Ekspansi ini diperkirakan akan memperkuat konektivitas antar kawasan, termasuk kawasan industri, pusat perbelanjaan, dan area pendidikan.
Dalam rangka memperkuat Key Strategy, LRT Jakarta juga berencana untuk menambah jumlah stasiun di beberapa jalur. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jarak tempuh antar destinasi dan meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Penambahan stasiun juga diharapkan mendorong partisipasi lebih banyak masyarakat dalam menggunakan transportasi umum sebagai solusi utama untuk mobilitas sehari-hari.
Simak penjelasan lebih lanjut dari Direktur Utama LRT Indonesia, Roberto Akyuwen, dalam Focus on Infra, CNBC Indonesia (Rabu, 13/05/2026). Key Strategy ini tidak hanya fokus pada pengembangan fisik, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat melalui edukasi dan promosi yang lebih intensif. Program ini diharapkan dapat mempercepat adopsi transportasi umum sebagai bagian dari sistem mobilitas kota Jakarta yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

