Proyek Gas Blok Masela Rp355 T Groundbreaking Hari Ini, Ini Pemiliknya

3 weeks ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
7f0ce71f-fe56-42f4-96eb-4b57a3dbe199_169

Proyek Gas Blok Masela Rp355 Triliun Diresmikan Hari Ini, Ini Pemiliknya

Dailynesia.com – Hari ini, Kamis 16 Juli 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memulai proyek gas skala besar Lapangan Abadi Blok Masela, yang diestimasi membutuhkan investasi sebesar Rp355 triliun. Proyek ini menjadi bagian dari Key Strategy pemerintah untuk meningkatkan keandalan pasokan energi nasional dan memperkuat daya saing dalam pasar global. Setelah melalui proses pengembangan selama hampir tiga dekade, dari tahun 1998 hingga hari ini, proyek ini dianggap sebagai pilar penting dalam rencana jangka panjang pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

Pemilik dan Struktur Kemitraan

Proyek gas Blok Masela dioperasikan oleh Inpex Masela Ltd, perusahaan Jepang yang menguasai 65% hak partisipasi (PI) dalam blok tersebut. Sebelumnya, perusahaan Inggris Shell Upstream Overseas Services memegang 35% saham, namun keputusan Shell untuk keluar dari proyek ini diumumkan sejak Juli 2023. Sejak saat itu, saham Shell dialihkan ke PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) sebesar 20% dan Petronas sebesar 15%. Transaksi ini telah disetujui oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia pada 4 Oktober 2023, menandai langkah strategis dalam mengoptimalkan kemitraan sektor energi.

Kemitraan antara Inpex, PHE Masela, dan Petronas dianggap sebagai contoh keberhasilan Key Strategy dalam mendorong kolaborasi internasional. Dengan kontribusi masing-masing pemilik, proyek ini dirancang untuk menjadi penggerak utama dalam ekspor energi dan pembangunan infrastruktur di wilayah Kalimantan Timur. Dukungan dari pemerintah serta komitmen konsorsium juga menjadi faktor kunci dalam mewujudkan proyek yang diproyeksikan menjadi salah satu sumber energi terbesar di Asia Tenggara.

Investasi dan Progres Teknis

Dengan total dana sekitar US$20,9 miliar atau setara Rp355 triliun, proyek ini memerlukan penyesuaian strategi investasi yang cermat untuk memastikan keberlanjutan. Presiden dan CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda, menyampaikan bahwa Key Strategy perusahaan melibatkan percepatan fase desain teknis, termasuk pemilihan lisensi teknologi dan sistem penggerak turbin gas. “Pemilihan dua teknologi ini menjadi langkah penting dalam Key Strategy kami untuk menyelesaikan proyek secara efisien,” ujarnya dalam acara peluncuran OLNG FEED Masela di Jakarta, yang dikutip pada Kamis 10 April 2025.

“Hari ini, kami berharap Key Strategy ini dapat mempercepat progres sektor energi nasional dan meningkatkan kapasitas produksi gas bumi,” kata Ueda dalam konferensi pers.

Dalam rangka meningkatkan efisiensi, proyek ini juga mengadopsi pendekatan pengelolaan biaya yang lebih ketat. Ueda mengakui bahwa peningkatan biaya pasar, tenaga kerja, dan peralatan menjadi tantangan, namun dia yakin dengan Key Strategy yang telah direncanakan, proyek tetap akan tetap on track. Total investasi yang mungkin meningkat akan diungkapkan setelah penyelesaian kontrak EPC (engineering, procurement, and construction), yang diperkirakan selesai dalam dua tahun ke depan.

Konteks Strategis Nasional

Proyek Blok Masela tidak hanya memiliki makna ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari Key Strategy pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong transformasi sektor minyak dan gas. Dengan produksi gas bumi yang diharapkan mencapai 12 miliar kaki kubik per hari, proyek ini akan memenuhi kebutuhan domestik serta memperluas kapasitas ekspor. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi pusat energi utama di Asia Tenggara, serta mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Dalam upaya mewujudkan Key Strategy ini, pemerintah juga menggandeng sejumlah pihak internasional. Inpex, sebagai operator utama, dikenal memiliki pengalaman luas dalam proyek energi skala besar, sementara PHE Masela dan Petronas berperan dalam penguasaan lisensi dan manajemen operasional. Kemitraan ini menjadi contoh keberhasilan strategi kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Masa Depan Proyek

Proyek gas Blok Masela diproyeksikan memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian nasional. Selain menyumbang pendapatan negara, proyek ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja, baik untuk tenaga lokal maupun asing, serta mendorong pertumbuhan sektor industri terkait. Ueda menegaskan bahwa Key Strategy perusahaan mencakup penguatan komitmen terhadap inovasi teknologi dan keselamatan lingkungan. “Kami berkomitmen untuk memastikan proyek ini tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan,” katanya.

Sebagai bagian dari Key Strategy dalam mengembangkan sumber daya alam, proyek ini juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan mengurangi emisi karbon. Dengan terwujudnya proyek ini, Indonesia diperkirakan akan menjadi negara penghasil energi yang lebih mandiri, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi daerah terpencil di Kalimantan Timur. Langkah-langkah strategis yang diambil selama ini diharapkan menjadi fondasi untuk proyek-proyek energi berikutnya di Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY