Strategi Utama: Prabowo Akan Menggelar Pelatihan Semikonduktor untuk 15.000 Pemuda
Dailynesia.com – Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor teknologi, Presiden Prabowo Subianto menetapkan Key Strategy untuk membuka pelatihan semikonduktor yang ditujukan pada 15.000 pemuda. Program ini dirancang sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang pemerintah untuk mendorong keberlanjutan industri semikonduktor nasional. Dengan menghadirkan SDM yang terampil, pemerintah berharap mampu meningkatkan daya saing Indonesia dalam globalisasi teknologi digital. Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menegaskan bahwa Key Strategy ini memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem semikonduktor yang lebih kuat dan mandiri.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan Semikonduktor
Pelatihan semikonduktor yang akan digelar oleh pemerintah memang memiliki tujuan jangka panjang, yaitu menciptakan fondasi bagi hilirisasi industri silika di Indonesia. Dengan 15.000 peserta yang diharapkan terlibat, program ini bertujuan membangun keterampilan teknis dan pengetahuan tentang desain, produksi, serta pengembangan perangkat semikonduktor. Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pelatihan ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital, yang dinilai menjadi salah satu Key Strategy utama dalam meraih kemandirian teknologi nasional. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru, terutama di sektor manufaktur dan teknologi.
Sebagai bagian dari strategi ini, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah penting untuk memastikan pelatihan berjalan efektif. Salah satu langkah utama adalah kerja sama dengan Arm Inc., perusahaan teknologi asal Inggris yang berperan dalam pengembangan kurikulum pelatihan. Airlangga menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perusahaan internasional ini bertujuan menghadirkan standar keahlian terkini, sehingga lulusan pelatihan dapat langsung berkontribusi dalam industri. Selain itu, pemerintah juga menggandeng sejumlah institusi pendidikan dan lembaga pengembangan SDM untuk memastikan cakupan pelatihan yang luas dan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Arm Inc. dan Langkah-Langkah Implementasi
Pelatihan semikonduktor ini sudah dimulai dengan 1.000 peserta aktif dari total 4.500 pendaftar, menunjukkan respons yang baik dari generasi muda. Airlangga mengatakan bahwa progres ini menjadi bukti keberhasilan awal dari Key Strategy yang digariskan oleh Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran teknis, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya keberlanjutan industri semikonduktor bagi pembangunan nasional. Dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah berencana meningkatkan jumlah peserta pelatihan hingga mencapai target yang ditetapkan.
Meski sudah berjalan, pelatihan ini tetap memerlukan langkah-langkah tambahan untuk memastikan kualitas dan relevansi. Salah satu fokus utama adalah pengembangan kurikulum yang terpadu dengan kebutuhan industri. Airlangga juga menyebutkan bahwa pemerintah akan memberikan pelatihan lanjutan bagi peserta terpilih, yang nantinya akan ditempatkan di perusahaan-perusahaan mitra atau dimasukkan ke dalam program inkubasi teknologi. Ia optimis bahwa dalam tiga tahun, keberhasilan program ini dapat menciptakan gelombang tenaga ahli yang siap mendukung hilirisasi silika, yang merupakan langkah kritis dalam Key Strategy ini.
Sebelumnya, pemerintah juga meneken kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anak Nusantara (Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, pada 23 Februari 2026. Kesepakatan ini bertujuan mengirimkan 15.000 engineer yang terlatih untuk menguasai desain semikonduktor. Airlangga menyoroti bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Key Strategy untuk mempercepat integrasi teknologi di Indonesia. Dengan pelatihan yang berkelanjutan, ia berharap kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi digitalnya, termasuk meningkatkan nilai ekonomi dari Rp1 triliun menjadi Rp2 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

