Pertamina & ExxonMobil Perluas Kerjasama Penyimpanan Karbon

3 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
ee74e957-1a87-4b8c-bd44-75da3fee135e-0

Pertamina & ExxonMobil Perluas Kerjasama Penyimpanan Karbon

Dailynesia.com – Kemitraan strategis antara PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited (EMLCSIL) kembali diukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang diperbarui di acara Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang. Kesepakatan ini menjadi bagian dari Key Strategy nasional Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong ekonomi rendah karbon. Dengan kolaborasi ini, Pertamina dan ExxonMobil bertujuan mempercepat pengembangan proyek Carbon Capture and Storage (CCS) Hub Asri Basin, yang diharapkan menjadi pusat pengelolaan karbon skala besar di Asia Tenggara.

Proyek CCS Hub Asri Basin

CCS Hub Asri Basin adalah inisiatif Key Strategy yang menargetkan penyimpanan hingga 2,9 gigaton karbon dioksida (CO₂) per tahun. Lokasi proyek, yang berada sekitar 180 kilometer dari ibu kota, memiliki luas area 848 km² dengan kedalaman perairan 30–35 meter. Ketersediaan formasi saline aquifer yang memiliki porositas tinggi serta lapisan penutup geologis yang stabil membuatnya sangat potensial sebagai tempat penyimpanan karbon jangka panjang. Proyek ini berpotensi menjadi salah satu solusi Key Strategy utama dalam mengurangi dampak lingkungan dari sektor industri dan energi.

Sebagai bagian dari Key Strategy nasional, proyek ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang menekankan dekarbonisasi ekonomi. Pertamina dan ExxonMobil melihat peluang besar untuk mengintegrasikan teknologi penangkapan karbon ke dalam rantai pasok energi nasional. CCS Hub Asri Basin juga menjadi contoh kerja sama internasional yang menunjukkan komitmen kedua perusahaan untuk mengembangkan infrastruktur hijau di Indonesia.

Kemitraan untuk Decarbonisasi Nasional

“Proyek CCS Hub Asri Basin adalah Key Strategy kritis dalam membangun ekosistem rendah karbon Indonesia. Dengan ExxonMobil, kami fokus pada peningkatan kapasitas teknis dan finansial untuk menjadikan proyek ini menjadi model yang dapat diadopsi di berbagai sektor,”

Pertamina Hulu Energi telah menginvestasikan sumber daya signifikan dalam riset dan pengembangan teknologi penyimpanan karbon. Melalui kerja sama dengan ExxonMobil, perusahaan mengakui pentingnya inovasi Key Strategy untuk mencapai target dekarbonisasi nasional sebesar 29% pada 2030 dan Net Zero Emission (NZE) pada 2060. ExxonMobil, dengan pengalaman global dalam industri energi dan lingkungan, diharapkan memberikan kontribusi teknis dan operasional yang berdampak luas.

Potensi Ekonomi dan Lingkungan

Penyimpanan karbon di Asri Basin tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Proyek ini mempercepat proses Key Strategy dalam pengelolaan emisi industri, khususnya dari sektor yang sulit dikurangi karbonnya (hard-to-abate sectors). Dengan kapasitas penyimpanan hingga 30 juta ton CO₂ per tahun, Asri Basin dapat menjadi pusat layanan karbon yang kompetitif di Asia Pasifik.

Menurut Corporate Secretary PHE Hermansyah Y. Nasroen, perluasan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam Key Strategy untuk mendorong ekonomi hijau. “Kami berkomitmen membangun sistem penyimpanan karbon yang berkelanjutan, dengan ExxonMobil sebagai mitra strategis dalam mencapai tujuan tersebut,” jelas Hermansyah. Kolaborasi ini juga membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut mengenai integrasi CCS dengan sumber daya energi terbarukan dan sistem transportasi karbon.

Infrastruktur Pendukung dan Mitra Internasional

Implementasi proyek CCS Hub Asri Basin berjalan lebih mudah karena akses ke infrastruktur pelabuhan dan jaringan logistik Pertamina Group. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting untuk Key Strategy dalam mengirimkan emisi karbon yang ditangkap ke lokasi penyimpanan. Selain itu, skema pendanaan melalui project financing dan joint venture dengan mitra internasional diharapkan mempercepat proses komersialisasi teknologi.

Industri di sekitar kawasan Asri Basin, seperti pertambangan batu bara, kimia, dan energi, memastikan permintaan tinggi terhadap solusi Key Strategy ini. Proyek CCS juga didukung oleh regulasi pemerintah yang menawarkan insentif bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi rendah karbon. Dengan peningkatan kapasitas penyimpanan karbon, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi rendah karbon yang menarik bagi investasi global.

Langkah Berikutnya dalam Strategi Penyimpanan Karbon

Langkah selanjutnya dalam Key Strategy kolaborasi Pertamina dan ExxonMobil termasuk pengembangan pilot project dan evaluasi kinerja secara berkala. Proyek ini diharapkan menjadi briket pertama dari sejumlah inisiatif yang akan mengubah cara industri mengelola limbah karbon. Direktur Utama PHE Awang Lazuardi mengungkapkan, “Kami menargetkan kemitraan ini menjadi standar baru dalam Key Strategy dekarbonisasi Indonesia, dengan pengaruh yang berkelanjutan dan signifikan.”

Dengan peluncuran CCS Hub Asri Basin, Pertamina dan ExxonMobil memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam transisi energi global. Proyek ini juga mencerminkan Key Strategy global perusahaan-perusahaan energi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kemitraan ini menjadi contoh bagus bagaimana inovasi teknologi dan kebijakan bisa berjalan sinergis dalam mewujudkan visi lingkungan yang lebih baik.

MORE FROM THIS CATEGORY