Key Strategy: Pertamina Dorong Budaya HSSE sebagai Kunci Keandalan Operasional
Dailynesia.com – Adalah prioritas utama PT Pertamina (Persero) dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Dalam sebuah pidato di Surabaya, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa penerapan budaya HSSE (Health, Safety, Security, dan Environment) harus menjadi bagian integral dari operasional perusahaan. Ia mengatakan bahwa budaya ini tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga menjadi fondasi untuk memastikan kinerja operasional tetap stabil, bahkan di tengah tantangan dinamika pasar global.
Pentingnya Budaya HSSE dalam Transformasi Industri
Strategi ini ditujukan untuk mendorong kesadaran akan keselamatan dan kesehatan di setiap lini operasional, termasuk unit produksi, distribusi, dan manajemen logistik. Iriawan menekankan bahwa budaya HSSE tidak hanya mencegah kecelakaan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kepercayaan publik terhadap kualitas layanan Pertamina. Dengan membangun kebiasaan kerja yang berorientasi pada keselamatan, perusahaan berupaya meminimalkan risiko operasional sejak awal, sehingga menjamin keandalan layanan energi di seluruh Indonesia.
“Budaya HSSE adalah elemen penting dalam keandalan operasional. Jika setiap perwira mampu mengintegrasikan prinsip ini ke dalam kehidupan sehari-hari, Pertamina akan terus menjadi pilihan utama dalam menyediakan energi yang aman dan andal,” jelas Iriawan dalam sesi wawancara dengan tim CNBC Indonesia, Kamis (2/7/2026).
Penerapan HSSE dalam Unit Produksi Strategis
Dalam kunjungan kerjanya ke Production Unit Gresik (PUG) PT Pertamina Lubricants, Iriawan meninjau langsung implementasi HSSE di unit produksi yang menjadi pusat distribusi pelumas. PUG memainkan peran kritis dalam menjaga ketersediaan bahan bakar dan pelumas, sehingga penerapan budaya HSSE di sini menjadi aspek yang tak terpisahkan dari strategi keandalan operasional. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh staf, mulai dari manajemen hingga karyawan lapangan, dalam menjaga keamanan dan kualitas setiap proses produksi.
Budaya HSSE juga diterapkan dalam pengelolaan risiko lingkungan, seperti pengurangan emisi dan pengelolaan limbah. Dengan memadukan teknologi modern dan standar internasional, Pertamina berupaya memastikan bahwa operasionalnya tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Hal ini selaras dengan visi perusahaan untuk menjadi pelaku utama transisi energi hijau di Indonesia.
Keberlanjutan dan Kepemimpinan Kolaboratif
Key Strategy Pertamina tidak hanya berfokus pada kebijakan internal, tetapi juga pada kolaborasi dengan mitra strategis dan pemerintah. Iriawan menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat harus memperkuat kebiasaan kerja yang berfokus pada keselamatan dan kesehatan. Hal ini termasuk pelatihan rutin, inspeksi berkala, serta inisiatif untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak lingkungan di setiap tahap produksi.
Dengan pendekatan kolaboratif, Pertamina berharap mampu menciptakan ekosistem kerja yang selaras dengan tuntutan pasar yang semakin ketat. Selain itu, strategi ini menjadi bagian dari upaya untuk mencapai target keberlanjutan, seperti mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi. “Key Strategy ini harus menjadi roda penggerak untuk menciptakan operasi yang selalu siap menghadapi tantangan,” tambahnya.
Keberhasilan dan Kontribusi terhadap Ketersediaan Energi Nasional
Implementasi budaya HSSE di Pertamina Group telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan. Contohnya, di beberapa unit produksi, kecelakaan kerja berkurang hingga 30% berkat adopsi sistem manajemen risiko yang terstruktur. Selain itu, ketersediaan produk energi di wilayah terpencil juga meningkat karena kinerja operasional yang andal dan terjaga.
Key Strategy ini tidak hanya menunjang keberlanjutan operasional, tetapi juga menjadi pilar dalam mendukung keandalan pasokan energi nasional. Dengan memastikan bahwa setiap proses operasional diatur secara sempurna, Pertamina berupaya menjaga stabilitas pasokan bahan bakar dan pelumas, yang merupakan kebutuhan vital bagi sektor transportasi dan industri.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Pertamina terus mengembangkan inisiatif baru dalam penerapan HSSE. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah menginvestasikan lebih dari Rp 50 miliar untuk peningkatan infrastruktur keamanan dan pelatihan karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya HSSE bukan hanya sekadar kebijakan, tetapi juga bagian dari keberhasilan strategi bisnis yang berkelanjutan.

