Harkitnas Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi
Dailynesia.com – Pada hari Rabu (20/5), PT Pertamina (Persero) mengadakan upacara bendera di Gedung Kantor Pusatnya, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118. Acara ini dihadiri oleh perwira-perwira dari Pertamina Grup, mencakup holding, subholding, dan anak perusahaan layanan Pertamina. Direktur Manajemen Risiko, Ahmad Siddik Badruddin, menjadi pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid. Dalam kesempatan tersebut, Key Strategy diungkapkan sebagai bagian penting dari upaya Pertamina dalam meningkatkan keandalan pasokan energi nasional.
Pertamina Gelar Upacara Bendera di Jakarta
Acara Harkitnas yang diadakan PT Pertamina tidak hanya menjadi momen untuk membangkitkan semangat kebangsaan, tetapi juga sebagai ajang penguatan strategi strategis dalam menjaga ketahanan energi. Key Strategy dalam peningkatan keandalan energi dirancang agar dapat merespons tantangan global dan kebutuhan domestik yang terus berkembang. Dalam pidatonya, Siddik menekankan bahwa Key Strategy ini memperkuat kerja sama lintas sektor dan mengintegrasikan inovasi teknologi dalam operasional Pertamina.
“Harkitnas menjadi kesempatan penting untuk memperkuat ketahanan energi melalui pengelolaan risiko yang adaptif. Di Pertamina, Key Strategy risiko terintegrasi menjadi dasar utama dalam menjaga operasional yang berkelanjutan dan memastikan pasokan energi tetap stabil,” ujar Siddik.
Siddik menambahkan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global sangat berpengaruh pada ketahanan energi. Pertamina terus memperkuat tata kelola risiko di seluruh lini bisnis, meningkatkan aspek HSSE (Health, Safety, Security, dan Environment), mendorong transformasi digital, serta mengembangkan sumber energi rendah karbon guna menghadapi tantangan masa depan. Key Strategy dalam penguatan keberlanjutan operasional ini juga mencakup pengurangan emisi karbon dan penerapan teknologi hijau.
Semangat Kebangkitan Nasional dalam Energi
Perayaan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” yang menekankan perlindungan generasi penerus bangsa serta penguatan kemandirian nasional, termasuk di bidang energi. “Dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai Key Strategy nasional yang fokus pada kebutuhan dasar rakyat,” papar Siddik, seperti yang dikutip Kamis (21/5/2026).
“Harkitnas menjadi kesempatan penting untuk memperkuat ketahanan energi melalui pengelolaan risiko yang adaptif. Di Pertamina, Key Strategy risiko terintegrasi menjadi dasar utama dalam menjaga operasional yang berkelanjutan dan memastikan pasokan energi tetap stabil,” ujar Siddik.
Siddik menambahkan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global sangat berpengaruh pada ketahanan energi. Pertamina terus memperkuat tata kelola risiko di seluruh lini bisnis, meningkatkan aspek HSSE (Health, Safety, Security, dan Environment), mendorong transformasi digital, serta mengembangkan sumber energi rendah karbon guna menghadapi tantangan masa depan. Key Strategy dalam penguatan keberlanjutan operasional ini juga mencakup pengurangan emisi karbon dan penerapan teknologi hijau.
Dalam menyambut Harkitnas, Pertamina juga melakukan evaluasi strategi strategis untuk menjamin stabilitas pasokan energi. Key Strategy yang diterapkan melibatkan kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri lainnya, dengan tujuan menciptakan sistem energi yang lebih resilien. Upaya ini mencakup perluasan infrastruktur, pengembangan energi terbarukan, dan penguatan keamanan rantai pasok.
Peran Nasionalisme dalam Kebangkitan Energi
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa Harkitnas juga mendorong semangat nasionalisme di lingkungan Pertamina. “Semangat ini perlu terus ditanamkan agar kita bisa berkontribusi lebih besar dalam menjaga ketahanan energi bangsa,” tambah Baron. Key Strategy dalam peningkatan kesadaran nasionalisme ini mencakup kampanye edukasi energi, penguatan identitas lokal, dan partisipasi masyarakat dalam program keberlanjutan.
“Kita bisa bersama-sama mengambil langkah-langkah seperti penggunaan energi secara bijaksana. Hal ini menjadi bagian dari kebangkitan nasional,” tutup Baron.
Baron menekankan bahwa semangat kebangkitan nasional tidak hanya berupa upaya internal Pertamina, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat dalam menjaga kemandirian energi. Dengan kolaborasi yang solid dan inovasi yang berkelanjutan, Pertamina berkomitmen untuk menjaga amanah dalam menjaga pasokan energi nasional. Key Strategy ini juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui program penghematan energi dan promosi sumber daya lokal.
Komitmen Tahunan Penguatan Ketahanan Energi
Pertamina secara konsisten memprioritaskan Key Strategy dalam penguatan ketahanan energi sebagai bagian dari peran strategisnya dalam mendukung pembangunan nasional. Dalam tahun ini, perusahaan menetapkan beberapa inisiatif utama, seperti penguatan kapasitas produksi minyak bumi dan gas alam, serta peningkatan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Key Strategy ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika ekonomi global yang cepat berubah.
“Dengan menerapkan Key Strategy yang terukur, Pertamina memastikan bahwa energi bisa menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutur Baron.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pertamina telah mengalokasikan dana besar untuk penelitian dan pengembangan Key Strategy dalam pengelolaan sumber daya energi. Langkah-langkah ini mencakup penggunaan teknologi digital untuk pengawasan real-time pasokan energi, penerapan sistem manajemen risiko yang lebih canggih, serta peningkatan kerja sama dengan institusi penelitian dan perguruan tinggi. Key Strategy ini tidak hanya fokus pada peningkatan efisiensi, tetapi juga pada penguatan ekosistem energi yang berdaya saing.

