Key Issue: Jangan Abaikan BAB! Perubahan Feses Bisa Jadi Tanda Kanker Usus Besar
Dailynesia.com – Di Jakarta, banyak orang tidak menyadari bahwa perubahan pada bentuk, warna, atau konsistensi tinja saat BAB bisa menjadi indikator awal kanker usus besar. Menurut Verywell Health, Rabu (13/5/2026), gejala ini sering muncul di tahap awal penyakit dan bisa menjadi tanda penting untuk deteksi dini. Tumor yang tumbuh di bagian usus besar dapat menyebabkan tinja yang lebih sempit, mirip dengan pensil atau pita, serta adanya darah atau lendir di dalam feses.
Mengenali Gejala Kanker Usus Besar
Kanker usus besar pada stadium awal biasanya berupa tumor lokal yang belum menyebar ke organ lain atau kelenjar getah bening. Namun, perubahan kebiasaan BAB sering menjadi gejala utama yang terdeteksi lebih dini. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain: tinja kering dan berbentuk kerikil karena konstipasi, nyeri saat BAB, atau rasa tidak puas setelah buang air besar. Perubahan ini bisa terjadi secara perlahan dan tidak terdeteksi segera.
Mengenali gejala ini lebih awal dinilai penting karena dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Perubahan dalam pola BAB bisa menjadi indikator awal yang tak boleh dianggap remeh, terutama jika terjadi secara terus-menerus atau disertai gejala lain.
Pada stadium lanjut, gejala kanker usus besar menjadi lebih jelas. Tumor yang berkembang mulai menyebar ke kelenjar getah bening atau organ sekitarnya, menyebabkan saluran usus semakin sempit. Gejala yang mungkin muncul meliputi BAB berdarah, mulai dari bercak merah terang hingga warna hitam pekat seperti aspal, serta diare dan sembelit yang berubah-ubah. Penderita juga bisa mengalami perut kembung, kram, mual, muntah, dan penurunan berat badan yang tidak jelas.
Pencegahan dan Tindakan yang Perlu Diambil
Key Issue – Selain mengenali gejala, pencegahan kanker usus besar juga penting untuk dilakukan. Beberapa kondisi seperti wasir, sindrom usus iritabel (IBS), divertikulitis, atau radang usus bisa menimbulkan gejala serupa. Oleh karena itu, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika perubahan BAB berlangsung terus-menerus, terutama jika disertai gejala yang tidak biasa.
Dalam rekomendasi dari American Cancer Society (ACS), orang dewasa dengan risiko rata-rata kanker usus besar dianjurkan menjalani skrining sejak usia 45 tahun hingga 75 tahun. Bagi yang memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal atau penyakit radang usus, pemeriksaan lebih dini dan lebih sering diperlukan. Skrining yang bisa dilakukan mencakup tes darah samar pada tinja, kolonoskopi, CT scan, atau biopsi jika ada kecurigaan kanker.
Key Issue – Deteksi dini memang menjadi kunci untuk meningkatkan kesempatan pengobatan. Dengan mengenali perubahan feses sejak awal, orang bisa mengambil langkah tepat sebelum kondisi memburuk. Misalnya, jika tinja berbentuk seperti kerikil selama lebih dari dua minggu atau terdapat darah di feses tanpa alasan jelas, segera konsultasikan ke dokter.
Mengenai pencegahan, pola hidup sehat seperti konsumsi serat cukup, menghindari makanan berlemak, dan rutin berolahraga dapat mengurangi risiko kanker usus besar. Selain itu, mengurangi konsumsi alkohol dan rokok juga penting. Jika seseorang mengalami BAB yang tidak teratur atau gejala lain yang mengkhawatirkan, mereka harus segera memeriksakan diri untuk memastikan tidak ada masalah serius.

