Key Issue: Tinjauan Proyek MRT Fase 2A dan Target Operasi HI-Monas Akhir 2027
Dailynesia.com – Menjadi sorotan utama dalam upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi di Jakarta. Selasa (12/5/2026), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan inspeksi langsung ke proyek MRT fase 2A, yang akan menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Stasiun Kota. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada akhir 2027, membawa perubahan signifikan dalam sistem transportasi kota. Jalur MRT sepanjang 6 kilometer ini akan menjadi perpanjangan dari rute Lebak Bulus-Bundaran HI yang sudah beroperasi sejak 2019, dengan tujuan mengurangi beban lalu lintas di pusat kota.
Kemajuan dan Target Operasi
Pada kunjungan ini, Wapres Gibran didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat. Menurut informasi yang diberikan, progres konstruksi proyek MRT Bundaran HI-Kota mencapai 59%. Rute yang akan terdiri dari tujuh stasiun ini direncanakan selesai pada 2029, menandai tahap penting dalam pengembangan transportasi umum. Key Issue menjadi perhatian utama, karena proyek ini dilihat sebagai solusi jangka panjang untuk masalah kemacetan dan keterpaduan antar moda transportasi.
Kementerian Perhubungan menekankan bahwa segera setelah sebagian jalur MRT fase 2A selesai pada akhir 2027, Bundaran HI-Monas akan terhubung dan mulai beroperasi. Wapres Gibran menyampaikan antusiasme terhadap proyek ini, menyebut bahwa infrastruktur modern dan aman akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Ia menegaskan, Key Issue ini tidak hanya tentang teknis konstruksi, tetapi juga tentang dampak sosial dan ekonomi bagi Kota Jakarta.
“Jika transportasi publiknya aman, nyaman, modern, terintegrasi, saya yakin semuanya akan berbondong-bondong menggunakan transportasi publik,” ujar Wapres Gibran. Ia juga menyoroti pentingnya keamanan dan kenyamanan untuk kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kaum difabel.
Tantangan Teknis dalam Konstruksi
Pembangunan MRT fase 2A lebih menantang dibandingkan fase sebelumnya, terutama karena jalur yang lebih sempit dan padat di kawasan Harmoni. Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan bahwa untuk mengakomodasi kondisi ini, tunnel yang semula berbentuk kanan-kiri diubah menjadi atas-bawah (stacked tunnel). Hal ini membuat kedalaman terowongan mencapai 28 meter, dibandingkan 17-18 meter di proyek sebelumnya. Key Issue dalam konstruksi ini melibatkan penyesuaian teknik untuk menjaga kualitas serta menghindari gangguan pada bangunan sekitar.
Tantangan lainnya adalah perbedaan struktur tanah yang lebih lunak serta keberadaan cagar budaya. Dengan kondisi tersebut, pembangunan harus dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalkan risiko kerusakan lingkungan dan sejarah. Tuhiyat menyampaikan bahwa penyesuaian ini memerlukan koordinasi ketat antara tim teknis dan pihak terkait, termasuk pengelola cagar budaya. Key Issue juga mencakup upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketepatan waktu dan kualitas konstruksi.
Manfaat dan Proyeksi Dampak
Kehadiran MRT fase 2A diharapkan mampu meningkatkan kapasitas transportasi di Jakarta. Saat ini, rute MRT fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI telah melayani sekitar 47 juta penumpang per tahun. Dengan selesainya fase 2A pada 2029, PT MRT Jakarta memproyeksikan jumlah penumpang meningkat hingga 70 juta per tahun. Key Issue ini akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan integrasi antar moda transportasi, terutama dalam mengatasi keterbatasan ruang di kawasan HI-Monas.
Sebagai bagian dari Key Issue pembangunan infrastruktur, proyek MRT juga diharapkan mendorong peningkatan kualitas hidup warga Jakarta. Dengan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, mobilitas masyarakat diperkirakan lebih efisien, serta emisi karbon dari transportasi berkurang. Wapres Gibran menyebut, keberhasilan proyek ini akan menjadi bukti kemajuan Indonesia dalam pembangunan transportasi berkelanjutan. Key Issue ini juga menjadi refleksi komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi modern dan terjangkau.
Kunjungan Wapres ke proyek MRT fase 2A tidak hanya sebagai peninjauan teknis, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menegaskan prioritas pembangunan transportasi di Indonesia. Dengan segera merampungkan sebagian jalur pada akhir 2027, Key Issue ini menjadi bagian dari visi pemerintah dalam memperkuat jaringan transportasi kota. Diharapkan, proyek ini tidak hanya memperbaiki kualitas hidup warga Jakarta, tetapi juga menjadi contoh sukses dalam kerjasama antar sektor dan pengelolaan dana dengan efisien.

