Purbaya Janjikan Kredit Murah dengan Bunga 6% Buat Industri Tekstil RI

3 months ago  ·  2 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
201cd9bd-a897-491e-9072-61eed2d3cfff-0

Purbaya Janjikan Kredit Murah 6% untuk Revitalisasi Industri Tekstil RI

Dailynesia.com – Menjadi topik utama dalam diskusi terbaru mengenai upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan daya saing industri tekstil dan sepatu. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi mengumumkan rencana pemberian kredit dengan bunga 6% yang akan diarahkan khusus kepada sektor ini. Key Discussion ini bertujuan mengatasi tantangan yang dihadapi pengusaha tekstil dalam akses pembiayaan, yang selama ini menjadi hambatan utama untuk peremajaan mesin dan pengembangan produksi.

Strategi Pembiayaan Ekspor untuk Kembali Berdaya

Menurut Purbaya, industri tekstil RI memiliki peran vital dalam perekonomian nasional, terutama dalam hal ekspor. Kebijakan kredit murah ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk memperkuat kemampuan produsen dalam memenuhi standar internasional. Key Discussion juga menyoroti pentingnya investasi pada teknologi produksi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Dengan bunga 6%, pemerintah menyatakan bahwa perusahaan yang memenuhi kriteria akan mendapatkan fasilitas pembiayaan yang lebih ringan dibandingkan sektor lain.

“Kita ingin memastikan industri tekstil bisa tetap kompetitif di pasar global. Karena sektor ini sering dianggap ketinggalan, kita perlu meluncurkan Key Discussion yang lebih menyasar kebutuhan mereka secara spesifik,”

Purbaya menambahkan dalam pertemuan bersama para pelaku usaha di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Salah satu fokus Key Discussion ini adalah memberikan akses cepat ke dana melalui lembaga seperti Indonesia Eximbank dan LPEI. Dengan adanya kebijakan ini, perusahaan tekstil bisa memperoleh modal tanpa harus menghadapi tekanan bunga tinggi. Purbaya juga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan ditinjau ulang jika diperlukan, terutama jika ada perubahan kondisi ekonomi atau permintaan pasar.

Proses Penyaluran Kredit dan Kriteria yang Diterapkan

Sebelumnya, Purbaya telah melakukan rapat dengan pengusaha tekstil guna memastikan kebijakan ini bisa berjalan efektif. Key Discussion ini juga mencakup rencana penambahan alokasi kredit yang signifikan, dengan anggaran meningkat dari Rp200 miliar menjadi Rp2 triliun pada akhir 2025. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan lebih besar kepada sektor yang dianggap strategis.

“Kita tidak hanya memberikan kredit, tapi juga memastikan bahwa usaha yang benar-benar berpotensi tumbuh akan mendapat fasilitas yang sesuai. Kriteria ini akan ditentukan berdasarkan analisis ekonomi dan proyeksi ke depan,”

ujar Purbaya dalam Konferensi Pers, tahun lalu (23/12/2025).

Langkah ini juga berdampak langsung pada pengusaha kecil dan menengah, yang selama ini sulit bersaing karena keterbatasan akses ke modal. Dengan Key Discussion yang lebih terbuka, pemerintah mengharapkan adanya peningkatan produksi dan kualitas produk tekstil, serta peningkatan ekspor ke pasar internasional. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, khususnya di daerah-daerah penghasil bahan baku tekstil.

Sebagai bagian dari Key Discussion yang lebih luas, kebijakan kredit murah ini juga menjadi wacana dalam beberapa forum diskusi ekonomi. Para ahli menyatakan bahwa langkah ini bisa menjadi peluang untuk menggerakkan revitalisasi industri tekstil yang terpuruk selama beberapa tahun terakhir. Dengan bunga 6%, pemerintah menargetkan pengurangan biaya operasional dan peningkatan daya beli konsumen di sektor tersebut.

MORE FROM THIS CATEGORY