Prabowo: Saya Tidak Anti Pasar Bebas

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
presiden-prabowo-subianto-meresmikan-museum-ibu-marsinah-dan-rumah-singgah-kabupaten-nganjuk-jawa-timur-sabtu-1652026-1778912212228_169

Key Discussion: Prabowo’s Perspective on Free Trade and Economic Challenges

Dailynesia.com – Dalam acara debat publik di Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo Subianto menegaskan sikapnya terhadap mekanisme pasar bebas. Ia menolak label anti pasar bebas yang sering disematkan padanya, dengan menekankan bahwa kebijakan pasar bebas justru bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi jika dikelola dengan baik. Prabowo menyatakan dukungan untuk sistem ini, tetapi menekankan perlunya perlindungan terhadap pemodal kecil untuk mencegah ketimpangan yang terjadi.

Key Discussion: Balancing Free Trade and Social Equity

Dalam key discussion yang sama, Prabowo menyampaikan bahwa pasar bebas tidak selalu negatif. Ia menjelaskan bahwa mekanisme ini memiliki potensi besar jika diiringi kebijakan yang adil. “Pasar bebas bisa diselewengkan, terutama jika tidak didukung oleh nilai-nilai kekeluargaan,” katanya. Menurut Prabowo, pemerintah harus menjadi pihak yang aktif dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan bagi masyarakat ekonomi rendah. Ia menyebut ini sebagai bentuk affirmative action dalam konteks kebijakan ekonomi.

“Kalau dalam bahasa asing, istilah yang kerennya adalah affirmative action,” tambah Prabowo. “Jadi, pasar bebas itu tidak buruk, asal kita punya mekanisme untuk melindungi rakyat kecil dari kekuatan pasar yang besar.”

Key Discussion menggarisbawahi kekhawatiran Prabowo terkait dampak pasar bebas terhadap kesejahteraan rakyat. Ia mengkritik ketimpangan yang muncul karena kesenjangan antara pemodal besar dan kecil. “Orang-orang miskin disuruh bersaing dengan mereka yang memiliki modal besar, padahal mereka belum siap,” ujarnya. Prabowo menegaskan bahwa key discussion ini penting untuk menggambarkan visi pemerintahan yang adil dan inklusif.

Key Discussion: Rupiah Depreciation and Economic Stability

Salah satu isu yang menjadi fokus dalam key discussion adalah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Prabowo menyebut bahwa rupiah saat ini mencapai level terendah sepanjang sejarah, yaitu Rp 17.600 per USD. Meski nilai tukar ini mengalami penurunan signifikan, ia menepis anggapan bahwa ekonomi Indonesia akan runtuh. “Key discussion tentang perekonomian harus berdasarkan fakta, bukan asumsi negatif,” tegasnya.

“Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar menyebut Indonesia akan collapse, akan chaos… Orang rakyat di desa enggak pake dolar kok,” tutur Prabowo. Ia menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi di Indonesia tetap stabil, meskipun banyak negara lain sedang mengalami krisis.

Key Discussion tentang Rupiah juga mengupas dampak krisis mata uang terhadap sektor pertanian dan industri. Prabowo menyebut bahwa meskipun harga bahan bakar dan pangan sedikit meningkat, rakyat Indonesia masih mampu beradaptasi. “Kita harus berpikir jernih, pasar bebas tidak selalu buruk, asal kita punya perlindungan,” pungkasnya. Ia menekankan bahwa kebijakan ekonomi harus memiliki konsep yang jelas untuk mencegah ketidakseimbangan.

Key Discussion dalam pidatonya di Nganjuk juga menyoroti peran pemerintah dalam mengelola ekonomi. Prabowo menyatakan bahwa intervensi pemerintah justru diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi kelompok rentan. “Kita perlu mekanisme yang bisa memperkuat daya tahan ekonomi rakyat kecil,” katanya. Ini menjadi bagian dari key discussion yang lebih luas tentang kebijakan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam key discussion, Prabowo juga menyebut bahwa negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Eropa masih mampu mengatasi krisis ekonomi, sehingga Indonesia tidak perlu khawatir. “Indonesia punya potensi yang besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa key discussion ini menjadi ajang untuk menyampaikan pandangan yang berbeda terkait masa depan perekonomian Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY