Investasi Hilirisasi RI Capai Rp 300,1 Triliun di Semester I-2026

1 week ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
wakil-menteri-investasi-dan-hilirisasiwakil-kepala-bkpm-todotua-pasaribu-saat-menyampaikan-pemaparan-dalam-mindialogue-dengan-1786522006735_169

Investasi Hilirisasi RI Capai Rp 300 Triliun di Paruh Pertama 2026

Dailynesia.com – Jakarta kembali mencatatkan pencapaian gemilang dalam sektor hilirisasi sumber daya alam. Berdasarkan laporan resmi dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi Investasi Hilirisasi RI Capai Rp 300,1 triliun pada semester pertama tahun 2026. Pencapaian ini menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, menegaskan bahwa kontribusi investasi hilirisasi saat ini sudah menyentuh 29,7% dari total realisasi investasi Semester 1 2026. Peningkatan signifikan ini menjadi salah satu kunci utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun ini. Dengan momentum yang ada, pemerintah optimis dapat mempertahankan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Kalau menuju 8% memang salah satu indikator angka realisasi investasi 2025 daripada target investasi Rp1950 triliun, kita bisa achieve 3% di atas itu, dan di 2026 ini kita memang targetnya lebih besar dan di semester 1 2026 kira-kira mencapai seribu triliunan,” ujar Todotua dalam acara Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Mineral Tetap Jadi Pilar Utama Investasi

Berdasarkan data yang dipaparkan secara rinci, sektor mineral masih mendominasi sebagai tulang punggung Investasi Hilirisasi RI Capai Rp 300 triliun dengan nilai Rp206,5 triliun sepanjang semester I-2026. Angka ini berasal dari berbagai program hilirisasi di sektor strategis yang telah dijalankan selama bertahun-tahun. Komitmen pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral melalui hilirisasi terbukti memberikan hasil yang nyata bagi perekonomian nasional.

Nikel menjadi komoditas terbesar dengan investasi Rp71 triliun. Disusul oleh bauksit sebesar Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi dan baja Rp30,2 triliun, pasir silika Rp5,9 triliun, serta berbagai komoditas mineral lainnya senilai Rp8,2 triliun. Komposisi ini menunjukkan diversifikasi yang sehat dalam sektor mineral Indonesia.

Yang menarik, terjadi pergeseran peta investasi hilirisasi pada kuartal II-2026. Untuk pertama kalinya, bauksit berhasil menggeser dominasi nikel sebagai komoditas dengan investasi hilirisasi terbesar. Dari total investasi hilirisasi mineral sebesar Rp108,2 triliun pada kuartal II-2026, investasi bauksit mencapai Rp40,1 triliun, melampaui nikel yang selama ini konsisten berada di posisi teratas. Pergeseran ini mencerminkan dinamika pasar global yang terus berubah.

Investasi di Sektor Non-Mineral Juga Meningkat

Selain mineral, aliran investasi hilirisasi juga masuk ke sektor perkebunan dan kehutanan dengan nilai Rp54,4 triliun. Rinciannya terdiri dari hilirisasi kelapa sawit sebesar Rp29,5 triliun, kayu log Rp16,3 triliun, karet Rp5 triliun, serta produk perkebunan dan kehutanan lainnya sebesar Rp3,6 triliun. Sektor ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Sementara itu, investasi hilirisasi di sektor minyak dan gas bumi tercatat Rp35,4 triliun, sedangkan sektor perikanan dan kelautan mencapai Rp3,8 triliun. Total keseluruhan menunjukkan bahwa Investasi Hilirisasi RI Capai Rp 300 triliun dengan distribusi yang merata di berbagai sektor strategis. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya bergantung pada satu komoditas saja, tetapi memiliki ekosistem investasi yang komprehensif.

Proyeksi dan Tantangan ke Depan

Melihat capaian yang telah diraih, pemerintah menargetkan realisasi investasi hilirisasi sepanjang tahun 2026 akan melampaui angka Rp1 triliun. Dengan dukungan kebijakan yang kondusif dan infrastruktur yang terus diperbaiki, Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat investasi hilirisasi di kawasan Asia Tenggara. Tantangan ke depan meliputi peningkatan daya saing produk hiliran di pasar internasional dan penguatan rantai pasok domestik.

FAQ: Investasi Hilirisasi Indonesia 2026

Berapa total realisasi investasi hilirisasi di semester pertama 2026?

Realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun pada semester pertama 2026, menunjukkan pertumbuhan 6,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Komoditas apa yang menjadi yang terbesar dalam investasi hilirisasi?

Nikel tetap menjadi komoditas terbesar dengan investasi Rp71 triliun, meskipun bauksit berhasil menggeser dominasi nikel pada kuartal II-2026.

Berapa kontribusi investasi hilirisasi terhadap total realisasi investasi 2026?

Kontribusi investasi hilirisasi saat ini sudah menyentuh 29,7% dari total realisasi investasi Semester 1 2026.

Apa target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai pemerintah?

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2026, dengan investasi hilirisasi sebagai salah satu pilar utamanya.

More from this category