India Jadi Korban Perang AS-Iran – Warga Diminta Setop Beli Emas

3 months ago  ·  4 min read
By David Williams - dailynesia.com
bendera-india-dok-pixabay-1778482382486_169

India Terdampak Perang AS-Iran, Masyarakat Diminta Mengurangi Penggunaan Bahan Bakar dan Emas

Dailynesia.com – India Jadi Korban Perang AS-Iran adalah tantangan besar bagi perekonomian dan kebijakan luar negeri negara tersebut. Dalam upaya mengatasi dampak ekonomi dari krisis energi global, Perdana Menteri Narendra Modi mengeluarkan instruksi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, membatasi liburan ke luar negeri, dan menunda pembelian emas oleh warga. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan tekanan pada cadangan devisa India, yang terutama berasal dari impor minyak dan gas alam cair (LNG) dari kawasan Timur Tengah. “Kenaikan harga energi global akan berdampak signifikan pada perekonomian, jadi kita harus memastikan penggunaan sumber daya tetap efisien,” kata Modi dalam pidatonya di Hyderabad, Minggu (11/5/2026), sebagaimana dilaporkan CNBC International.

Langkah Kebijakan untuk Menangkal Ketidakstabilan Ekonomi

“Dengan permintaan energi yang meningkat, pengurangan perjalanan internasional dan pembelian emas menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran India,” ujar Modi. Ia menekankan bahwa perang AS-Iran akan mengubah dinamika pasar global, khususnya di kawasan Asia, yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.

Kebijakan ini memperkuat upaya India untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi. Negara ini mengimpor hampir 85% kebutuhan bahan bakarnya, dan jalur Selat Hormuz menjadi pintu masuk utama untuk sekitar 50% minyak mentah serta 60% LNG yang masuk. Dengan kekacauan di kawasan tersebut, biaya pengiriman dan harga energi bisa naik tajam, membebani perekonomian India yang sudah terpuruk karena tekanan inflasi dan defisit perdagangan. Menteri Perdagangan India Piyush Goyal mengungkapkan bahwa krisis perang ini bisa menyebabkan peningkatan 2-3% pada angka impor, yang berpotensi memperburuk neraca transaksi berjalan.

Modi juga menyoroti pentingnya mengendalikan pengeluaran masyarakat terhadap emas. Pemerintah mengimbau warga tidak terburu-buru membeli emas karena kenaikan harga logam mulia bisa menambah beban ekonomi nasional. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) India menunjukkan bahwa negara ini menghabiskan hampir US$174,9 miliar untuk minyak mentah dan produk petroleum, sementara impor emas mencapai angka US$72 miliar dalam tahun 2025. Pemerintah menilai bahwa penghematan di sektor emas bisa mengalihkan dana ke kebutuhan pokok atau investasi produktif.

Analisis Ekonomi dan Dampak Perang Global

“Perang antara AS dan Iran bukan hanya mengganggu pasokan energi, tetapi juga menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global,” kata analis ekonomi dari UBS Securities, yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi India dari 6,7% menjadi 6,2% untuk tahun fiskal berikutnya. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa krisis ini meningkatkan risiko inflasi dan tekanan pada rupiah, yang kini terdepresiasi hampir 5% dalam beberapa bulan terakhir.

Ketidakstabilan ini memperkuat kekhawatiran tentang kemungkinan kenaikan harga minyak yang meluas, terutama jika konflik terus berlanjut. India, sebagai negara dengan ekonomi yang terbuka dan bergantung pada impor, akan mengalami dampak lebih besar dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Selain itu, kebijakan pengurangan emas juga memperlihatkan upaya pemerintah untuk mengontrol inflasi, karena emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai oleh masyarakat.

Dalam konteks ini, pemerintah India Jadi Korban Perang AS-Iran juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah ekonomi tambahan, seperti memangkas subsidi bahan bakar dan meningkatkan pajak. Namun, kebijakan ini perlu disesuaikan dengan situasi politik dan sosial, karena masyarakat sudah merasakan dampak langsung dari kenaikan biaya hidup. Menurut Nirupama Rao, mantan duta besar India, dampak dari perang ini bisa berlangsung hingga beberapa tahun ke depan, tergantung pada keberhasilan negosiasi atau penyelesaian krisis.

Sementara itu, ekspor emas India terus tumbuh, mencapai US$12 miliar dalam tahun 2025, menunjukkan bahwa negara ini tidak hanya mengimpor emas tetapi juga memanfaatkan logam mulia sebagai instrumen ekspor. Namun, dengan tekanan harga emas global yang meningkat, pemerintah mendorong masyarakat agar tidak terlalu boros dalam pembelian. “Meskipun ekspor emas menguntungkan, konsumsi domestik harus dikelola secara bijak,” kata Nageswaran, kepala penasihat ekonomi India. Langkah ini diharapkan bisa membantu pemerintah menstabilkan inflasi dan mencegah defisit perdagangan yang memburuk.

Krisis perang AS-Iran memberikan pelajaran berharga bagi India dalam menghadapi ketergantungan ekonomi terhadap luar negeri. Dengan menunda pembelian emas, negara ini mencoba mengalokasikan dana ke sektor-sektor yang lebih vital, seperti pendidikan dan kesehatan. Tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga untuk memastikan pasokan energi tetap lancar, meskipun konflik terjadi di jalur utama.

Dalam rangka mengurangi risiko, India Jadi Korban Perang AS-Iran juga sedang memperluas kerja sama dengan negara-negara seperti Rusia dan China untuk memperoleh bahan bakar alternatif. Ini menunjukkan bahwa negara tersebut tidak hanya fokus pada ekonomi tetapi juga kebijakan luar negeri dalam menghadapi ketidakstabilan global. Meski demikian, dampak jangka panjang dari perang ini masih dipertanyakan, karena perang dapat mempercepat inflasi dan menurunkan daya beli warga. Dengan langkah-langkah yang konsisten, pemerintah berharap bisa mengatasi tekanan ini dan memperkuat posisi ekonomi India di tengah ketidakpastian.

MORE FROM THIS CATEGORY