Bupati Arief Sidak Pasar Pon Jelang Idul Adha

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
kabupaten-blora-1779026562415_169

Bupati Arief Sidak Pasar Pon Jelang Idul Adha

Dailynesia.com – Sebagai bagian dari important visit yang rutin dilakukan untuk memastikan kelancaran persiapan Idul Adha, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pon, Sabtu (16/5). Bersama Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Lilik Setyawan, SP, serta Kabid Kesehatan Hewan, drh. Rasmiyana, Bupati mengunjungi pasar ternak terbesar di Blora tersebut untuk mengecek kesiapan jual beli hewan kurban. Aktivitas perdagangan di Pasar Pon telah memanas seiring mendekatnya perayaan Idul Adha, dengan transaksi sapi yang diprediksi mencapai puluhan miliar rupiah dalam sehari.

Peninjauan Kesiapan Pasar Pon untuk Idul Adha

Dalam important visit hari ini, Bupati Arief mengatakan bahwa Pasar Pon menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat Blora. Ia menyebutkan bahwa dalam dua hari terakhir sebelum Idul Adha, transaksi hewan kurban hampir mencapai 600 ekor. Dengan harga rata-rata per ekor sekitar Rp 15 juta, nilai perputaran ekonomi di pasar bisa mencapai 9 hingga 12 miliar rupiah. Selain itu, terdapat beberapa pedagang yang menawarkan sapi dengan harga hingga Rp 25 juta, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh hewan berkualitas.

“Kami melakukan important visit ini untuk memastikan pasar Pon siap menghadapi tingkat transaksi yang meningkat. Dalam dua hari terakhir, transaksi hampir mencapai 600 ekor lebih. Jika rata-rata harga Rp 15 juta per ekor, berarti hampir ada 9-12 miliar rupiah perputaran ekonomi di sini. Bahkan tadi ada yang terjual sampai Rp 25 juta,” ujarnya.

Pengaruh Ekonomi dan Keterlibatan Pedagang

Pasar Pon, sebagai pusat perdagangan ternak terbesar di Blora, tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tetapi juga menarik pedagang dari luar daerah. Pedagang asal Pati, Solo, dan Boyolali berdatangan untuk memenuhi permintaan pasar. Jenis sapi yang paling diminati adalah Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO). Mayoritas hewan yang ditawarkan berupa sapi jantan dengan bobot antara 400 hingga 600 kilogram, yang dipercaya memiliki kualitas daging baik.

Menurut Bupati Arief, important visit ini juga bertujuan mengamati bagaimana kondisi pasar berjalan selama menjelang Idul Adha. Ia menekankan bahwa peningkatan aktivitas jual beli tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kualitas hewan kurban agar masyarakat dapat memperoleh produk yang layak dikurbankan.

Peningkatan Infrastruktur untuk Kebutuhan Jual Beli

Selama sidak, Bupati menerima masukan dari pedagang terkait perbaikan infrastruktur pasar. Salah satu usulan yang disampaikan adalah memaving lantai pasar agar mengurangi risiko sapinya terpeleset. “Tadi ada usulan terkait penataan Pasar Pon ini, apakah dipaving atau bagaimana nantinya agar sapinya tidak terpeleset,” tambahnya. Selain itu, ada juga saran mengenai peningkatan fasilitas penampungan hewan, seperti penambahan tempat parkir dan kamar pendingin, untuk memudahkan para pedagang.

Bupati menegaskan bahwa important visit ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan pedagang dan masyarakat. Ia berharap dengan adanya perbaikan infrastruktur, pasar Pon bisa menjadi lebih nyaman dan efisien dalam melayani kebutuhan masyarakat jelang hari raya besar. Selain itu, peningkatan infrastruktur diharapkan bisa mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah di sekitar pasar tersebut.

Pemeriksaan Kesehatan Hewan untuk Kualitas Kurban

Dalam kesempatan tersebut, tim kesehatan hewan juga memantau proses pemeriksaan ternak yang masuk ke area pasar. Setiap sapi menjalani penyemprotan disinfektan, pemeriksaan kesehatan, serta pengecekan kondisi reproduksi. Petugas mengontrol kondisi fisik hewan, termasuk mata, mulut, kulit, dan kelengkapan dokumen kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (LSD).

Bupati mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban dari tempat resmi dan memastikan ternak memiliki surat keterangan sehat dari petugas berwenang. “Dengan adanya pemeriksaan ini, kami berharap masyarakat bisa memperoleh hewan kurban yang aman, sehat, dan layak dikurbankan,” tambahnya. Important visit ke Pasar Pon ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan hewan sebelum dibawa ke tempat ibadah.

Kabid Kesehatan Hewan DP4 Blora, Rasmiyana, menjelaskan bahwa sidak rutin dilakukan karena transaksi hewan kurban terus meningkat. Hewan yang lolos pemeriksaan diberi tanda khusus agar mudah diidentifikasi oleh pembeli. Pedagang mengapresiasi langkah ini, menganggap pemeriksaan meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas produk di pasar. Edukasi tentang ciri hewan sehat, seperti usia cukup, kondisi fisik tidak cacat, dan nafsu makan baik, juga disampaikan kepada pengunjung untuk mendukung proses seleksi yang lebih akurat.

MORE FROM THIS CATEGORY