Antusiasme Gerhana Matahari Dorong Harga Akomodasi Eropa Melonjak Tajam
Dailynesia.com – Harga Hotel Tembus Rp 17 9 Juta – Gelombang wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan fenomena gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026 telah memicu lonjakan harga akomodasi di berbagai negara Eropa. Fenomena astronomi langka ini menarik perhatian jutaan orang, sehingga menyebabkan permintaan kamar hotel dan sewa properti jangka pendek melonjak drastis. Beberapa destinasi populer bahkan mencatat tarif mencapai lebih dari US$1.000 atau setara Rp 17,9 juta untuk satu malam menginap.
Gerhana matahari ini dapat dinikmati di beberapa negara Eropa, termasuk Inggris, Islandia, Portugal, Greenland, serta wilayah utara Spanyol. Peningkatan permintaan perjalanan yang signifikan memaksa pelaku industri perhotelan untuk menyesuaikan strategi penetapan harga mereka secara agresif. Banyak hotel yang menerapkan harga dinamis untuk memaksimalkan pendapatan selama periode langka ini.
Data Kenaikan Harga di Berbagai Kota
Berdasarkan laporan CNBC International yang diterbitkan Kamis (13/8/2026), perusahaan riset perjalanan dan perhotelan Lighthouse Intelligence mencatat kenaikan harga dengan membandingkan periode gerhana terhadap harga pada pertengahan Juli. Di Reykjavik, ibukota Islandia, tarif hotel rata-rata menyentuh US$1.012 per malam selama pekan gerhana, merupakan dua kali lipat dari periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, akomodasi sewa jangka pendek di kota tersebut mencapai US$1.172 per malam, atau naik 178% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di Spanyol, Bilbao mencatat harga sewa jangka pendek sebesar US$1.088 per malam, meningkat 206% dari tahun lalu. Kamar hotel di kota ini dibanderol US$315 per malam, naik 35% secara tahunan. Berbeda dengan Bilbao, Santiago de Compostela menjadi destinasi paling terjangkau dengan harga hotel rata-rata US$193 per malam. Kota ini berada di luar jalur totalitas gerhana, namun harganya tetap naik 13% dari tahun sebelumnya.
Strategi Penetapan Harga yang Berbeda
“Mengetes seberapa tinggi harga yang dapat diterima pasar merupakan praktik umum yang dilakukan hotel ketika menghadapi lonjakan permintaan akibat peristiwa yang hanya terjadi sekali seumur hidup, seperti Piala Dunia FIFA atau konser Taylor Swift,” kata pemimpin tim pemasaran konten di Lighthouse, Jonathan Gough.
Menurut Gough, setiap hotel menerapkan pendekatan yang berbeda-beda dalam menentukan harga. Islandia awalnya menetapkan harga secara spekulatif untuk gerhana. Kamar-kamar ditawarkan dengan harga tiga hingga empat kali lipat dari harga normal, bahkan lebih tinggi dari harga lebih dari setahun sebelumnya. Dalam tiga bulan terakhir, hotel-hotel di sana mulai menurunkan kembali harga tersebut.
Hotel-hotel di Spanyol bagian utara mengambil pendekatan sebaliknya. Mereka awalnya memasang harga normal pada musim semi dan baru menaikkan tarif ketika jumlah pemesanan mulai meningkat. Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk menghindari risiko harga terlalu tinggi jika permintaan tidak sebanding dengan ekspektasi.
Properti di Jalur Totalitas Mendapat Manfaat Lebih Besar
Platform analisis data AirDNA menyebutkan bahwa akomodasi sewa jangka pendek mengalami peningkatan signifikan di Spanyol dan Islandia. Hal ini disebabkan sebagian besar properti yang tersedia berada di dalam jalur totalitas gerhana matahari. Hampir 64% dari sekitar 9.000 akomodasi sewa yang tersedia di Islandia berada di dalam jalur totalitas. Sementara itu, sekitar 21% dari sekitar 365.400 listing di Spanyol berada di jalur tersebut, berdasarkan data AirDNA yang diterbitkan pada 11 Agustus.
Ketersediaan properti yang terbatas di jalur totalitas menjadi faktor utama kenaikan harga. Wisatawan yang ingin berada di lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana harus bersaing untuk mendapatkan kamar dengan harga premium. Banyak yang memilih untuk memesan jauh-jauh hari untuk mengamankan akomodasi dengan harga yang lebih terjangkau sebelum kenaikan drastis terjadi.
Tips untuk Wisatawan yang Ingin Mengunjungi Eropa
Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Eropa untuk menyaksikan gerhana matahari, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, lakukan pemesanan akomodasi sedini mungkin untuk mendapatkan harga terbaik. Kedua, pertimbangkan untuk menginap di kota-kota yang berada di luar jalur totalitas namun masih dapat menikmati sebagian fenomena gerhana. Ketiga, bandingkan harga antara hotel konvensional dan akomodasi sewa jangka pendek untuk menemukan opsi yang paling sesuai dengan anggaran.
Perlu juga diingat bahwa harga yang tinggi saat ini mungkin akan kembali normal setelah gerhana berlalu. Beberapa hotel di Islandia sudah mulai menurunkan harga kembali dalam tiga bulan terakhir. Hal ini memberikan kesempatan bagi wisatawan yang fleksibel dalam jadwal untuk mendapatkan akomodasi dengan harga lebih terjangkau.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga Hotel Saat Gerhana
Berapa lama kenaikan harga hotel berlangsung? Kenaikan harga biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu sebelum dan sesudah gerhana. Beberapa hotel mulai menaikkan harga sejak tiga bulan sebelumnya, namun penurunan harga juga terjadi setelah peristiwa berlangsung.
Apakah semua kota di Eropa mengalami kenaikan harga? Tidak semua kota mengalami kenaikan yang sama. Kota-kota yang berada di jalur totalitas gerhana mengalami kenaikan lebih signifikan dibandingkan kota-kota di luar jalur. Islandia dan Spanyol utara menjadi salah satu destinasi dengan kenaikan harga tertinggi.
Bagaimana cara mendapatkan harga hotel yang lebih murah? Salah satu cara adalah dengan memilih akomodasi di kota-kota yang berada di luar jalur totalitas namun masih dapat menikmati gerhana. Selain itu, melakukan pemesanan jauh-jauh hari atau memilih hotel yang menerapkan strategi harga konservatif juga dapat membantu menghemat biaya.
Apakah harga hotel akan kembali normal setelah gerhana? Ya, sebagian besar hotel mulai menurunkan harga kembali setelah gerhana berlalu. Di Islandia, misalnya, beberapa hotel sudah mulai menurunkan harga dalam tiga bulan terakhir setelah periode puncak permintaan.

