Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gempa Besar Datang Tiba-Tiba Guncang NTT, Kapan Pariwisata Pulih?

Published August 18, 2026 · Updated August 18, 2026 · By Elizabeth Lopez - dailynesia.com

Foto : Elizabeth Lopez - dailynesia.com

Gempa Guncang NTT: Dampak Berkepanjangan bagi Sektor Pariwisata

Dailynesia.com – Sebuah gempa bumi berkekuatan besar melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kejadian tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menggeser dinamika bisnis perhotelan dan restoran di kawasan terdampak. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkirakan tekanan terhadap tingkat hunian kamar akan berlangsung hingga seluruh proses pemulihan tuntas.

Peringatan dari Puncak PHRI

Maulana Yusran, Sekretaris Jenderal PHRI, menjelaskan bahwa bencana alam—baik gempa maupun cuaca ekstrem—selalu membawa konsekuensi ganda bagi industri pariwisata. Gangguan tidak semata-mata berasal dari kerusakan struktur bangunan, melainkan juga dari terputusnya jalur menuju berbagai destinasi. Ia merujuk pada peristiwa longsor di Sumatra beberapa waktu lalu yang sempat memblokir akses transportasi sebagai preseden serupa.

Kondisi di NTT pasca-gempa, menurut Maulana, diperparah oleh fakta bahwa bencana itu datang di luar segala antisipasi. Akibatnya, fase pemulihan diprediksi memakan waktu lebih lama dari biasanya.

"Karena sesuatu yang sudah di luar prediksi kan sudah pasti nanti impact recovery (atau pemulihan)-nya juga akan menjadi panjang," kata Maulana kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan bahwa wilayah yang menjadi episenter akan merasakan tekanan okupansi secara langsung. Pemulihan bertahap baru dapat dimulai setelah jalur transportasi kembali berfungsi, bangunan rusak diperbaiki, dan rutinitas masyarakat berangsur normal.

"Kalau ditanyakan bagaimana dampaknya terhadap okupansi hotel, tentu daerah-daerah yang terdampak itu pasti akan ada tekanan terkait masalah okupansi. Sudah pasti itu sampai recovery-nya terjadi," ujarnya.

Sebaran Dampak per Wilayah

Berdasarkan informasi awal yang diterima Maulana, Kabupaten Nagekeo di Pulau Flores tercatat sebagai salah satu daerah yang menanggung dampak paling berat. Sebaliknya, wilayah seperti Manggarai Barat, Ngada, dan Sikka dilaporkan relatif aman, meskipun sejumlah kerusakan ringan tetap ditemukan.

"Nah ini kalau daerah-daerah lain seperti Manggarai Barat, Ngada, Sikka itu berdasarkan informasinya masih relatif aman, cuma beberapa juga tentu ada kerusakan ringan," sebut dia.

Labuan Bajo, destinasi wisata unggulan NTT, disebut telah kembali membuka aktivitas pariwisata secara normal. Meski demikian, Maulana mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak boleh diturunkan mengingat potensi gempa susulan yang tidak dapat diprediksi waktunya.

"Kalau kita mengatakan sudah bisa beraktivitas kembali, ya aktivitas kegiatan yang ada di sana sudah dibuka secara normal. Namun di sisi lain tentu kewaspadaan terus ditingkatkan," ujarnya.

Perilaku Wisatawan Pasca-Bencana

Maulana mengakui belum menerima data terperinci mengenai wisatawan yang mempersingkat kunjungan, membatalkan reservasi, atau mengajukan pengembalian dana akibat gempa. Perkiraannya, pelancong yang berada di zona terdampak lebih condong dialihkan ke destinasi lain yang relatif aman, bukan langsung dipulangkan ke negara atau daerah asal.

Wisatawan mancanegara umumnya telah memegang tiket pergi dan pulang yang terkonfirmasi. Ketika satu destinasi mengalami gangguan, kemungkinan besar mereka mengalihkan rute perjalanan ke lokasi alternatif seperti Bali atau Lombok.

"Yang pasti, mereka dievakuasi pindah ke daerah destinasi lain, kan mereka mungkin saja seperti kalau misalnya di Labuan Bajo atau di apa kan mereka biasanya bisa pindah ke Bali atau ke Lombok," kata Maulana.

Pandangan PHRI NTT: Pendataan Masih Berjalan

Dari sisi daerah, Ketua BPD PHRI NTT Hansel Liyanto menyatakan bahwa proses pendataan dampak gempa terhadap hotel dan restoran masih berlangsung. Angka pasti mengenai jumlah usaha terdampak maupun besaran kerugian belum dapat disampaikan.

Komunikasi dengan sejumlah pelaku usaha di lapangan sempat terputus. Sebagian pelaku usaha bahkan masih berada di lokasi pengungsian, sehingga verifikasi menyeluruh belum memungkinkan.

"Terkait dampak hotel dan restoran, kami belum bisa menyampaikan angka pasti, karena pendataan masih berjalan. Komunikasi dengan teman-teman di daerah sempat terputus, dan beberapa pelaku usaha masih berada di pengungsian. Kerusakan cukup variatif, dari ringan hingga berat," kata Hansel kepada CNBC Indonesia, dihubungi terpisah.

Hansel mengonfirmasi bahwa Nagekeo menjadi salah satu wilayah paling terdampak karena merupakan lokasi pusat gempa. Sejumlah hotel dan restoran di Nagekeo, termasuk kawasan Mbay dan sekitarnya, dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam.

Sementara itu, PHRI pusat masih menjalin komunikasi intensif dengan cabang daerah guna memperoleh gambaran utuh mengenai dampak gempa terhadap sektor perhotelan dan restoran di seluruh NTT.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Gempa Besar Datang Tiba Tiba Guncang?

Gempa Besar Datang Tiba Tiba Guncang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gempa Besar Datang Tiba Tiba Guncang matter?

Gempa Besar Datang Tiba Tiba Guncang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.