Geger Pejabat Korupsi Rp3,4 T Beli 298 Emas Batangan dan Vila Mewah
Mantan Pejabat AS Akui Penipuan Rp3,47 Triliun, Dana Dipakai untuk Emas dan Properti Mewah
Dailynesia.com – Seorang eks pejabat senior federal Amerika Serikat, David J. Rush, mengaku bersalah atas perkara penipuan bernilai sedikitnya US$195,4 juta atau sekitar Rp3,47 triliun. Pengakuan tersebut disampaikan di pengadilan federal Alexandria, Virginia, pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Pria yang tinggal di Ashburn, Virginia, itu mengakui satu dakwaan penipuan kawat setelah sebelumnya mencapai kesepakatan pembelaan sementara pada September. Perkara ini menyoroti dugaan penyalahgunaan jabatan, akses keamanan sangat rahasia, serta pengadaan pemerintah untuk kepentingan pribadi.
Kerugian utama yang ditimbulkan Rush tercatat sebesar US$193,6 juta atau sekitar Rp3,44 triliun. Nilai tersebut belum mencakup US$1,8 juta, setara Rp32,04 miliar, yang dibebankan kepada pemerintah untuk biaya penerbangan carter pribadi. Dalam kesepakatan akhirnya, ia diwajibkan membayar ganti rugi minimal US$195,4 juta.
Memanfaatkan Jabatan dan Akses Rahasia
Sebelum terseret kasus, Rush menduduki posisi eksekutif senior pada lembaga yang dalam dokumen perkara disebut sebagai “Badan Pemerintah 1”. Ia juga memiliki izin keamanan tingkat tinggi TS/SCI, sebuah klasifikasi yang memberikan akses terhadap informasi amat sensitif.
Posisi tersebut diduga dipakai untuk membangun dua program rahasia fiktif mulai sekitar Oktober 2025. Dengan kewenangan yang dimilikinya, Rush dapat menentukan kebutuhan program sekaligus menyetujui penggunaan anggaran. Situasi itu membuat proses persetujuan berjalan seolah-olah dilakukan secara sah, padahal manfaat akhirnya mengarah kepadanya sendiri.
Direktur CIA John Ratcliffe menyatakan CIA meneruskan perkara ini kepada FBI setelah pemeriksaan internal menemukan indikasi tindak pidana. Kasus semacam ini memperlihatkan risiko besar ketika kewenangan operasional, akses informasi, dan pengawasan anggaran tidak berjalan secara independen.
“David Rush menyalahgunakan posisinya dan mengkhianati kepercayaan publik serta harus bertanggung jawab penuh atas tindakannya,” tegas Ratcliffe.
Jaksa Agung AS Todd Blanche juga mengecam dugaan penyelewengan tersebut. Ia menekankan bahwa aparatur pemerintah memiliki kewajiban melayani kepentingan publik, bukan menggunakan fasilitas negara untuk memperkaya diri.
“Pegawai federal dipercaya untuk melayani rakyat Amerika, bukan diri mereka sendiri,” papar Blanche.
“Pemerintahan Trump berkomitmen untuk membasmi pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan di pemerintah federal, termasuk dengan menuntut mereka yang dengan bodohnya menipu pembayar pajak Amerika.”
Tagihan Konsultasi Senilai US$145 Juta
Salah satu skema yang disusun Rush dikemas sebagai Program Akses Khusus palsu. Program itu dibuat seolah membutuhkan pembelian properti mahal di Florida Selatan untuk mendukung kegiatan rahasia. Sejumlah kontraktor bahkan diberi pengarahan tentang pekerjaan yang disebut sangat sensitif dan diminta menandatangani perjanjian kerahasiaan atau NDA.
Ketika seorang pejabat kontrak mempertanyakan pengeluaran tersebut, Rush disebut menolak memberikan penjelasan dengan alasan pejabat itu tidak memiliki hak untuk mengetahui detailnya. Klaim kerahasiaan kemudian menjadi tameng bagi transaksi-transaksi besar yang tidak berkaitan dengan kepentingan pemerintah.
Dalam rentang November 2025 hingga Maret 2026, seorang kontraktor pemerintah diarahkan mengirim sekitar US$145 juta atau Rp2,58 triliun kepada 0701 Holdings LLC. Perusahaan itu dikendalikan Rush dan menagihkan biaya dengan label “konsultasi”.
Dana tersebut lalu digunakan untuk memperoleh dua rumah di Palm Beach seharga US$21,9 juta dan US$27 juta. Pembelian lain meliputi tanah senilai US$13,65 juta di Palm Beach serta tanah di Hobe Sound dengan nilai US$40 juta. Total aset real estat itu disebut direncanakan untuk dijual kembali demi mendapatkan keuntungan pribadi.
Dalam salah satu komunikasi, Rush bahkan menyinggung desain wisma tamu pada salah satu properti yang dibeli. Komentarnya menggambarkan perhatian terhadap nilai jual aset, bukan terhadap tujuan kedinasan yang sebelumnya dijadikan alasan pengadaan.
“Sangat unik dan keren,” kata Rush. “Menghambat kita saat kita menjualnya.”
298 Batangan Emas dan Barang Mewah
Program fiktif kedua berkaitan dengan pembelian emas batangan. Rush menyampaikan kepada seorang eksekutif subkontraktor bahwa terdapat tugas sensitif bagi sekitar enam orang yang membutuhkan penggunaan emas, berlian, atau aset kripto.
Atas arahan itu, subkontraktor membeli 298 batang emas. Total tagihan kepada pemerintah mencapai US$46,35 juta atau sekitar Rp825,23 miliar, termasuk berbagai biaya tambahan. Emas tersebut dikirim dalam kotak pelican ke brankas di kantor Rush di Loudoun County.
Pada 19 Mei, agen FBI menggeledah rumah Rush dan menemukan seluruh 298 emas batangan tersebut. Nomor serinya disebut sangat sesuai dengan catatan pembelian subkontraktor. Penemuan itu menjadi bagian penting dalam penelusuran aliran dana dan aset yang diduga berasal dari penipuan.
Selain emas, penyidik menyita uang tunai sekitar US$2,1 juta atau Rp37,38 miliar, uang tunai sebesar €104.795, serta lebih dari 30 jam tangan mewah. Sejumlah koleksi jam tersebut merupakan produk Rolex.
Riwayat Identitas yang Diduga Dipalsukan
Penyelidikan juga menyingkap tudingan bahwa Rush membangun reputasinya melalui informasi latar belakang yang tidak benar. Ia pernah mengklaim sebagai veteran tempur, pilot militer, pemegang gelar sarjana dari universitas di Carolina Selatan, serta lulusan doktoral di New York.
Namun, dokumen perkara menyebut ia tidak pernah menyelesaikan pendidikan di kedua institusi tersebut dan tidak pernah menerbangkan pesawat. Temuan ini menambah dimensi serius pada perkara, karena dugaan pemalsuan identitas tersebut berkaitan dengan perjalanan Rush hingga menduduki jabatan berpengaruh di lingkungan pemerintah federal.
Kasus Rush kini menjadi pengingat bahwa status keamanan tinggi dan klaim kerahasiaan harus tetap disertai pemeriksaan anggaran yang ketat. Pengawasan yang memadai diperlukan agar program sensitif tidak dipakai sebagai celah untuk menyembunyikan pengeluaran pribadi dalam skala luar biasa besar.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Geger Pejabat Korupsi Rp3 4 T Beli?Geger Pejabat Korupsi Rp3 4 T Beli is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Geger Pejabat Korupsi Rp3 4 T Beli matter?Geger Pejabat Korupsi Rp3 4 T Beli matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.